Rabu, 26 Agu 2026
light_mode

Menuju Musda Demokrat Maluku: Mengapa Harus Hanubun?

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MUSYAWARAH Daerah Partai Demokrat Maluku yang segera digelar bukan sekadar agenda rutin organisasi. Di balik forum lima tahunan itu, ada pertanyaan penting yang sedang menunggu jawaban: siapa figur yang mampu membawa Demokrat Maluku memasuki babak baru dengan energi politik yang lebih kuat, solid, dan berorientasi pada kepentingan rakyat?

Dari sejumlah nama yang mulai disebut-sebut dalam bursa calon Ketua DPD Demokrat Maluku, Muhamad Thaher Hanubun patut ditempatkan sebagai salah satu figur yang paling serius diperhitungkan. Hanubun bukan nama yang lahir kemarin sore dalam panggung politik Maluku.

Ia telah melewati pengalaman panjang sebagai pemimpin daerah dan telah dipercaya masyarakat Maluku Tenggara untuk memimpin selama dua periode. Pengalaman tersebut merupakan modal politik sekaligus modal kepemimpinan yang tidak semua kandidat memiliki.

Seorang ketua partai di tingkat provinsi membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengelola organisasi. Ia harus mampu membaca peta politik, memahami karakter masyarakat Maluku yang beragam, membangun komunikasi dengan kader, merawat hubungan antardaerah, sekaligus memiliki keberanian mengambil keputusan ketika partai menghadapi persoalan. Di titik inilah Hanubun memiliki keunggulan.

Dua periode memimpin Maluku Tenggara telah memberikan pengalaman langsung bagaimana sebuah pemerintahan bekerja, bagaimana aspirasi masyarakat harus dijawab, dan bagaimana membangun komunikasi dengan berbagai kelompok.

Pengalaman tersebut tentu dapat menjadi bekal berharga untuk memimpin sebuah partai politik sebesar Demokrat di tingkat provinsi. Lebih dari itu, Maluku membutuhkan kepemimpinan partai yang tidak terjebak pada kepentingan satu wilayah. Maluku adalah kepulauan. Setiap kabupaten memiliki karakter, persoalan dan kekuatan politik yang berbeda.

Karena itu, Ketua DPD Demokrat Maluku ke depan harus mampu menjadi jembatan yang menyatukan seluruh kader, dari Buru sampai Maluku Tenggara, dari Maluku Barat Daya sampai Kepulauan Aru, dari Seram hingga Kota Ambon dan Tual.

Hanubun, dengan pengalaman sebagai kepala daerah di wilayah kepulauan, memiliki pengalaman sosial-politik yang relevan untuk tugas tersebut. Karena itu, apabila dalam Musda nanti muncul banyak nama, hal itu harus dipandang sebagai sesuatu yang sehat.

Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun saat menyampaikan pidato di HUT ke 73 Kabupaten Maluku Tenggara. (dok.ist)

Kompetisi adalah bagian dari demokrasi internal partai. Namun, pada akhirnya, Demokrat membutuhkan figur yang bukan hanya populer, melainkan teruji. Figur yang bukan hanya mampu berbicara tentang kemenangan politik, tetapi memahami bagaimana kemenangan itu dibangun dari bawah.

Figur yang mampu merangkul kader, bukan memecah kader. Figur yang dapat berdiri di tengah ketika terjadi perbedaan. Dan yang paling penting, figur yang mampu mengembalikan partai politik kepada hakikatnya: memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Dalam konteks itu, Hanubun memiliki alasan kuat untuk diperhitungkan. Apalagi, Demokrat Maluku membutuhkan energi baru setelah Elwen Roy Pattiasina menyatakan tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua DPD. Roy pernah menyebut bahwa pada 2026 dirinya tidak lagi maju dan berharap muncul kader yang mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Demokrat Maluku.

Maka Musda kali ini sesungguhnya adalah momentum regenerasi. Dan regenerasi tidak selalu berarti mencari wajah yang paling muda. Regenerasi dapat berarti menghadirkan pengalaman baru, perspektif baru, cara komunikasi baru dan energi baru untuk membesarkan partai.

Hanubun dapat menjadi bagian dari jawaban itu. Bukan karena ia seorang bupati semata. Bukan pula semata karena dua periode memimpin Maluku Tenggara. Tetapi karena pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ia telah melewati proses politik yang panjang dan memiliki pengalaman mengelola pemerintahan serta berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat. Tentu keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme dan aturan organisasi Partai Demokrat. Dukungan DPC, proses penjaringan, mekanisme Musda hingga keputusan DPP adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan seorang kandidat menuju kursi Ketua DPD.

Namun dari perspektif kebutuhan Demokrat Maluku hari ini, Hanubun layak diberi ruang untuk tampil. Demokrat tidak boleh sekadar mencari siapa yang paling kuat dalam Musda. Demokrat harus mencari siapa yang paling mampu membuat partai menjadi kuat setelah Musda selesai. Itulah ukuran kepemimpinan yang sesungguhnya.
Sebab kemenangan dalam Musda hanya berlangsung satu hari. Tetapi tanggung jawab memimpin partai berlangsung bertahun-tahun.

Maluku membutuhkan Demokrat yang lebih solid. Demokrat yang hadir di tengah masyarakat. Demokrat yang mampu melahirkan kader-kader baru. Demokrat yang tidak hanya sibuk menghitung suara menjelang pemilu, tetapi bekerja sepanjang waktu untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Dan untuk pekerjaan besar itu, Muhamad Thaher Hanubun pantas dipertimbangkan secara serius.

Jika para pemilik suara Demokrat Maluku mencari sosok yang telah teruji dalam kepemimpinan, memahami karakter masyarakat kepulauan, memiliki pengalaman politik dan pemerintahan, serta mempunyai kapasitas untuk membawa partai memasuki babak baru, maka nama Hanubun sulit untuk diabaikan.

Musda bukan sekadar memilih seorang ketua. Musda adalah memilih arah perjalanan Demokrat Maluku. Dan mungkin, di antara sejumlah nama yang akan menghiasi bursa pertarungan, Hanubun adalah salah satu sosok yang paling layak diberi kesempatan untuk memegang kemudi Demokrat Maluku menuju masa depan.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biaya Perjalan Dinas T.A 2024 di Pemkab Malteng Bermasalah 

    Biaya Perjalan Dinas T.A 2024 di Pemkab Malteng Bermasalah 

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • visibility 389
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah menyerahkan hasil audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tahun anggaran 2024.  Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan secara ketat, yang dilakukan petugas, BPK kemudian menetapkan LKPD Maluku Tengah dalam posisi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dokumen hasil pemeriksaan ini telah diserahkan BPK kepada Pemerintah Kabupaten […]

  • Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi, Dolar Dibuka Rp16.700

    Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi, Dolar Dibuka Rp16.700

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini. Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (30/4/2025) dibuka pada posisi Rp16.700/US$ atau menguat 0,33%. Posisi ini selaras dengan penutupan perdagangan Selasa (29/4/2025) yang terapresiasi 0,56%. Sementara indeks dolar AS (DXY) mengalami depresiasi sebesar 0,03% ke […]

  • Curhat Salah Orang: Ketika Self-Disclosure Membuka Jalan Perselingkuhan

    Curhat Salah Orang: Ketika Self-Disclosure Membuka Jalan Perselingkuhan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Penulis: Kelly Ayu Anggraeni Program Studi Magister Ilmu Komunikasi-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta

  • 37 Tim Ikuti Lomba Perahu Naga, Bupati : Festival Ini Kebanggaan Kita Semua

    37 Tim Ikuti Lomba Perahu Naga, Bupati : Festival Ini Kebanggaan Kita Semua

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • visibility 274
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Gelora semangat kebersamaan dan sportivitas memenuhi kawasan Pantai Elomel, Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Selasa 21 Oktober 2025. Ribuan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan Lomba Dragon Boat (Perahu Naga), salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025. Kegiatan tahunan bergengsi ini sukses menghadirkan 37 tim peserta dari berbagai penjuru […]

  • Lepas Keberangkatan Kafilah MTQ ke Ambon, Ini Pesan Bupati Malra

    Lepas Keberangkatan Kafilah MTQ ke Ambon, Ini Pesan Bupati Malra

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • visibility 84
    • 0Komentar

      LANGGUR.-DEMAL ;Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara menunjukkan komitmennya dalam mendukung syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani melalui pelepasan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maluku Tenggara menuju MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 di Kota Ambon. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Agung Raudhah Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku Sabtu 20 Juni […]

  • PAD Melonjak Saat Covid-19 Melanda, Ditangan Jais Ely, Saat Ini Dispar Cuma Sumbang 300 Juta

    PAD Melonjak Saat Covid-19 Melanda, Ditangan Jais Ely, Saat Ini Dispar Cuma Sumbang 300 Juta

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • visibility 378
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pada tahun 2022, ditengah kebijakan Pemerintah Pusat untuk menutup semua tempat-tempat rekreasi dan memberlakukan kunjungan terbatas pada sarana parawisata sebagai mitigasi penyebaran Covid-19, Dinas Parawisata Provinsi Maluku mampu mengumpulkan 700 juta untuk PAD Maluku.  Kini setelah keadaan pulih, aktifitas masyarakat mulai normal seperti sedia kala, PAD asal Dinas Parawisata justeru anjlok.  Kinerja Jais […]

expand_less