Bantu Atasi Krisis Air, Kolatlena Salurkan 15 Ribu Liter Air Untuk Warga Bati
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar

Sejumlah wilayah di Kabupaten SBT mulai terserang krisi Air.
BULA.-DEMAL ; Merespons krisis ini yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena, terus bergerak cepat menghadirkan “kemerdekaan air” bagi masyarakat terdampak.
Berdasarkan verifikasi Tim Survei Lapangan Darurat Air (SLDA) kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Warga di Dusun Bati Rumoga harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer hanya untuk menjangkau sungai rembesan.
Kondisi tidak kalah berat dialami warga Dusun Bati Rumbouw. Mereka menempuh rute terjal dan curam sejauh 3 kilometer demi mencapai mata air Al Kai.

Warga secara beergiliran mengambil Air dari tong penampung yang didistribusikan Anggota DPR-RI F.Alimudin Kolatlena.
Melihat penderitaan warga menjelang Hari Kemerdekaan, Alimudin langsung memobilisasi tim relawan lokal untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat air bersih.
Perwakilan tim penyalur lapangan, Ishak R. Boufakar, mengungkapkan bahwa aksi kemanusiaan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 12–14 Agustus 2026.
“Pasokan air ini berasal langsung dari Anggota DPR RI, Bang Alimudin Kolatlena. Begitu menerima laporan krisis di Bati, beliau menginstruksikan tim untuk bergerak cepat menembus rute terisolasi,” ujar Ishak.
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, sebanyak 15.000 liter air bersih di distribusikan menggunakan 10 armada pengangkut khusus. Air disalurkan langsung menuju penampungan umum, masjid dusun, serta tandon-tandon milik warga. Pasokan darurat ini untuk memastikan warga Bati dapat tersenyum dan menikmati air bersih.
Bagi Alimudin, memaknai kemerdekaan tidak cukup hanya dengan bantuan sementara, melainkan harus memberikan kepastian masa depan melalui solusi yang berkelanjutan.

Melalui utusan khususnya, Abdul Rohim Keldor, Alimudin juga mengawal langsung kedatangan Tim Verifikasi Lapangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke lokasi krisis pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Tim BNPB yang dipimpin oleh Plt. Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Rizwandi, bersama Kolonel Hendri ikut hadir didampingi Kepala BPBD SBT Muhammad Bahrum Weulartafela, serta utusan Bupati SBT, Hasan Day.
Di Dusun Bati Rumoga dan Bati Rumbouw, tim gabungan dari pusat, daerah, serta utusan DPR RI ini menggelar dialog langsung dengan warga sekaligus menginspeksi kondisi geografis setempat.
Dari hasil peninjauan langsung tersebut, disepakati sebuah langkah konkret jangka panjang berupa pembuatan sumur bor dalam. Strategi program ini nantinya akan disokong bersama oleh Pemerintah Daerah SBT dan Pemerintah Pusat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan, sekaligus memastikan warga Gunung Bati benar-benar merdeka dari ancaman krisis air di masa depan.(*)

Saat ini belum ada komentar