MTH Dinilai Layak Maju Cagub atau Cawagub
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Maluku Tenggara, M.Thaher Hanubun (MTH) ketika berada di Landmark Kota Langgur, Maluku Tenggara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AMBON,-DEMAL : Dinamika politik Maluku jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2031 mulai menghangat. Meski kontestasi masih terbilang prematur, kalkulasi geopolitik dan kriteria figur ideal pimpinan daerah kini menjadi perbincangan hangat publik.
Salah satu wacana yang mengemuka adalah hadirnya nama M. Thaher Hanubun (MTH) Bupati Maluku Tenggara sebagai figur baru di Pilgub Maluku.
MTH dinilai jauh lebih presisi dan ideal apabila maju sebagai Calon Gubernur Maluku atau bersanding dengan Hendrik Lewerissa (HL) sebagai calon petahana.
Praktisi politik Maluku, Rauf Pellu, menegaskan MTH memiliki kepantasan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku. Rekam jejaknya teruji.
Tapi kalau kemudian HL mengambil MTH sebagai calon wakilnya kelak, itu merupakan keputusan yang brilian.
Kombinasi kedua figur ini, juga merupakan potret kepemimpinan ideal yang dibutuhkan Maluku untuk menjawab tantangan pembangunan kepulauan.
“Memang terlalu dini bicara Pilgub, tapi bagi saya Pak MTH sangat layak berpasangan dengan Hendrik Lewerissa. Keduanya memiliki kecocokan yang kuat dan ini benar-benar paket komplit,” ujar Rauf Pellu kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Rauf menggarisbawahi bahwa kekuatan utama pasangan ini terletak pada representasi geopolitik yang solid. HL mempresentasikan representasi anak negeri dari rumpun Lease (Maluku Tengah), sedangkan MTH mengakar kuat di wilayah Kei (Maluku Tenggara).
Sinergi barat dan timur ini dinilai sebagai jawaban atas formula keadilan politik di Bumi Raja-Raja.
“Pak HL dan Pak MTH merupakan formasi kepemimpinan yang komplit. Memadukan keterwakilan wilayah (gabungan Maluku Tengah/Ambon/Lease dan Maluku Tenggara/Kei/Aru/MBD) sangat ideal untuk menciptakan keadilan politik dan kebersamaan,” tegasnya.
Rekam Jejak Eksekutif-Legislatif
Selain aspek keterwakilan wilayah, integritas dan kapasitas kepemimpinan kedua figur ini telah teruji. Keduanya memiliki portofolio lengkap di panggung pemerintahan, baik di ranah legislatif maupun eksekutif.
“MTH dan HL adalah pemimpin yang inklusif dan mengayomi, terbukti mampu merangkul seluruh perbedaan,” lanjut Rauf.
HL saat ini menjabat sebagai Gubernur aktif, sementara MTH memimpin Kabupaten Maluku Tenggara. Pengalaman lintas sektor ini dinilai melahirkan karakter kepemimpinan yang tegas, inklusif, serta tanggap terhadap kebutuhan masyarakat tanpa diskriminasi.
Melihat peta politik hari ini, Rauf pun optimistis duet ini akan menjadi poros terkuat yang sulit tertandingi pada Pilgub 2031 mendatang.
“Saya yakin 99 persen, jika dalam Pilgub nanti Pak HL dan Pak MTH berpasangan—dan memang harus berpasangan—semua ini par Maluku pung bae,,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar