Ada Aktivitas Doking di Pelabuhan Eri, Dinas Berkilah Belasan Kapal PT Jaya Lestari Hanya Berlabuh
- calendar_month Jum, 19 Jun 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar

Untuk meminimalisir pengeluaran dan meraup untung sebesar-besarnya, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perikanan tangkap nekat mengubah fungsi pelabuhan Eri.
AMBON.-DEMAL : Pelabuhan Eri atau yang lebih dikenal dengan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Eri berlokasi di Dusun Eri, Negeri Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, kini berubah fungsi sebagai lokasi doking belasan kapal ikan rongsokan.
Kapal-kapal itu didatangkan dari daerah Papua kemudian ditambatkan pada Pelabuhan Eri untuk selanjutnya menjalani perbaikan.
“Sudah dua buah kapal yang diperbaiki dan sudah beroperasi,” kata salah satu sumber di daerah itu.
Alih fungsi pelabuhan Eri telah terjadi sejak akhir Desember 2025, dimana PT Jaya Lestari yang alamat kantornya tidak jelas di Ambon, membeli dan mendatangkan kapal-kapal rusak dari Papua kemudian diperbaiki di Pelabuhan Eri.

Dari pantuan media pada pekan kemarin, aktivitas doking yang berlangsung di Pelabuhan Eri meliputi, Overhaul seperti pembongkaran mesin utama (main engine) atau mesin bantu untuk dibersihkan, diperiksa, dan diganti suku cadangnya. Kemudian, Hull Painting (Pengecatan Lambung), lalu Grouting / Caulking (Dempul) sampai Propeller & Shaft Repair berupa perbaikan atau pelurusan poros baling-baling (propeller shaft) dan daun baling-baling yang bengkok.
Ironisnya lagi, ada dugaan jika perubahan pelabuhan pendaratan ikan menjadi galangan kapal ikan dan aktivitas doking kapal ikan tidak didukung dengan dokumen Izin Usaha Industri (IUI), Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut dari KKP serta Persetujuan Lingkungan atau AMDAL. Sehingga ada kecurigaan jika limbah dari perbaikan kapal-kapal itu tidak dikelolah dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar Pelabuhan Eri.
“Total kapal yang berlabuh itu ada 12 unit. Dua sudah keluar, kini ada tiga yang sedang diperbaiki,” kata salah satu informan di lokasi.
Dari pantuan, para pekerja yang mengerjakan perbaikan terlihat bukanlah nelayan biasa mereka orang-orang yang memang punya spesialis di bidang perbengkelan.
Ini tampak jelas dari pola kerja mereka yang cukup profesional, mulai dari pembongkaran hingga pemasangan. Di atas dermaga juga terlihat puluhan tabung-tabung gas yang sering digunakan untuk mengelas.
” Pekerja datang dari jam 8 pagi dan akan kembali pada pukul18.00 WIT, setiap hari. Pekerja in banyak yang nginap di hotel,” ungkapnya lagi.
Terkait ini, PT Jaya Lestari sebagai pemilik kapal belum dapat dihubungi. Sebab perusahaan ini tidak memiliki kantor cabang di Ambon.
Sementara itu, dari informasi yang dikumpulkan, pihak perusahaan telah menyerahkan uang sejumlah Rp100.000.000 kepada Dinas Perikanan Provinsi sebagai bagian dari jasa labu sejak Januari-April 2026.
Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Berkilah Kapal Hanya Berlabu

Saat ini belum ada komentar