Kepada Mandasmen, Bupati Ungkap Tantangan Pemerataan Pendidikan di Malra
- calendar_month Kam, 23 Okt 2025
- visibility 159
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL ; Kondisi geografis Maluku Tenggara yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemerataan pendidikan, terutama dalam hal distribusi sarana, prasarana, dan tenaga pendidik yang kompeten.
Sehingga pentingnya pemerataan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai fondasi utama membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Kehadiran Bapak Menteri menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus dorongan semangat untuk terus memajukan dunia pendidikan di daerah ini agar semakin berkualitas, merata, dan berkarakter,” kata Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (RI) Abdul Mu’ti dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis 23 Oktober 2025.
Bupati mengaku keterbatasan akses dan kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan ohoi (desa) terpencil merupakan tantangan nyata yang harus diatasi melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Thaher menyambut baik pengukuhan pengurus Aisyiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang bertepatan dengan kunjungan Menteri Abdul Mu’ti.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan karakter dan moral di tengah masyarakat.
“Pendidikan harus berlandaskan pada nilai moral dan budaya lokal untuk membentuk karakter generasi muda. Prinsip ‘Ain ni Ain’ yang berarti kita semua bersaudara, adalah nilai luhur masyarakat Kei yang perlu diwariskan melalui pendidikan,” tuturnya.
Bupati Thaher menegaskan, pembangunan pendidikan di Maluku Tenggara tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang berintegritas, beriman, dan menjunjung tinggi gotong royong.
Lebih lanjut, ia berharap kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat memperkuat upaya pemerataan pendidikan hingga ke wilayah ohoi terpencil.
“Dengan kerja sama yang solid, kita optimistis seluruh wilayah di Maluku Tenggara dapat menikmati layanan pendidikan yang merata dan berkualitas. Ini langkah penting untuk melahirkan generasi muda yang unggul, tangguh, dan berkarakter kuat,” pungkasnya.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar