Polisi Diminta Bongkar Pemicu Bentrok Ariate-Tanah Goyang
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Alex Kuparuw
AMBON.-DEMAL : Salah satu tokoh muda Kabupaten Seram Bagian Barat,Alex Kuparuw meminta aparat Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat tidak hanya fokus pada pelaku lapangan peristiwa bentrokan yang melibatkan warga Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
“Penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Jika hanya pelaku pembacokan yang diproses hukum tanpa mengungkap penyebab utama konflik, maka potensi gesekan antarkelompok masyarakat masih akan terus ada,” tegasnya dalam keterangan pers.
Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, insiden bermula saat seorang pemuda Desa Ariate bernama Nando Pesireron melintas di Dusun Tanah Goyang sepulang dari kawasan tambang Sinabar pada Sabtu (30/5/2026) malam. Saat itu, sejumlah pemuda sedang berkumpul di sekitar lokasi pesta kampung yang diduga berlangsung dengan konsumsi minuman keras.
Ketika hendak melintas, Nando disebut membunyikan klakson kendaraan karena jalan terhalang kerumunan warga. Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu mulut yang berujung pada aksi pemukulan terhadap dirinya.
Tidak terima atas kejadian tersebut, Nando kembali ke Desa Ariate dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya kepada sejumlah pemuda setempat. Beberapa warga kemudian mendatangi lokasi pesta untuk mencari pihak yang diduga melakukan pemukulan.
Namun, sesampainya di Dusun Tanah Goyang, rombongan tersebut kembali terlibat ketegangan dengan sejumlah pemuda setempat. Situasi yang semula hanya berupa perselisihan berkembang menjadi aksi saling serang hingga mengakibatkan seorang pemuda Desa Ariate mengalami luka akibat sabetan senjata tajam pada bagian lengan.
Peristiwa itu memicu kemarahan warga Ariate. Sejumlah pemuda kemudian melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pembacokan.
Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, seorang warga Dusun Tanah Goyang, Rafli Bufakar, menjadi korban sabetan parang di sekitar Pos Polisi Siaputi.
Alex Kuparuw menegaskan bahwa seluruh rangkaian peristiwa tersebut tidak dapat dilepaskan dari dugaan konsumsi minuman keras dan aktivitas pesta malam yang berlangsung sebelum bentrokan terjadi.
“Polisi harus melihat persoalan ini secara utuh. Jangan hanya berhenti pada pelaku pembacokan, tetapi juga mengusut siapa saja yang menjadi pemicu awal konflik. Jika memang pesta dan miras menjadi faktor utama, maka itu harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum,” tegasnya.
Selain meminta pengusutan terhadap pelaku bentrokan, ia juga mendesak aparat untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aksi lanjutan berupa perusakan fasilitas umum, termasuk Pos Polisi Siaputi dan rumah dinas Bhabinkamtibmas yang terjadi setelah konflik pecah.
Menurutnya, tindakan anarkis terhadap fasilitas negara tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga meminta Kapolda Maluku membentuk tim khusus guna mengidentifikasi serta menangkap para pelaku perusakan dan pembakaran yang terjadi pascainsiden bentrokan.
Di sisi lain, tokoh muda tersebut mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyebarkan informasi yang bersifat provokatif di media sosial maupun platform digital lainnya. Sebab, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memperkeruh situasi dan merusak hubungan sosial yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.
“Semua pihak harus menahan diri. Jangan ada narasi yang memecah belah masyarakat atau membawa konflik ini ke isu yang lebih luas. Yang dibutuhkan saat ini adalah penegakan hukum yang adil, objektif, dan menyeluruh agar keamanan serta hubungan baik antarwarga dapat kembali pulih,” pungkasnya.(*)

Saat ini belum ada komentar