Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Hadir Lewat Virtual, Prabowo Resmikan Proyek LNG Raksasa di Maluku

  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


TANIMBAR-DEMAL ;
Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela, secara virtual Kamis, 16 Juli 2026.

“Saya minta maaf tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video converse ini tanpa mengurangi rasa hormat saya saudara-saudara sekalian tentunya ini merupakan hutang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut Insya Allah saya akan melunasi hutan tersebut dalam waktu yang tidak laman lagi,” kata Presiden dalam sambutannya.

Momen ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia dan mayarakat Maluku serta masyarakat Tanimbar khususnya karena sudah melewati hampir 30 tahun sejak penandatangan kontrak 1998 tapi di tangan Prabowo, proyek strategis nasional tersebut baru memulai pembangunan infrastrukturnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menjelaskan proyek ini harusnya sudah berjalan pada periode 2015-2016 tapi terjadi perdebatan sehingga pemerintah memutuskan untuk melakukannya di darat.

CEO Inpex (batik kuning) hadir dalam Groundbreking Blok Masela.

“Dan hari ini kita melakukannya. Saya merasa berbahagia kami semua di sini merasa berbahagia karena hari ini kita melakukan peresmian (Groundbreaking),” kata Bahlil.

Invetasi Blok Masela juga dinilai akan membawa dampak multyflayer efek kepada negara, dengan nilai investasi mendekati Rp300,90 triliun, masyarakat dan Bangsa Indonesia akan sangat diutungkan karena akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar, kemudian industri turunan akan dibangun, semisal pabrik pupuk.

” Gas yang kita simpan itu dalam perencanaannya 1200 mm dari 1200 mm minimal 60% itu akan di cover untuk domestik. 40% lah itu bisa diekspor maksimal sambil kita lihat perjalanan negosiasi nanti yang penting adalah kebutuhan dalam negeri kita terpenuhi,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Bahlil juga mengingatkan SKK Migas, dan Inpex untuk lebih dulu mengutamakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, begitupun pemerintah provinsi untuk menghindari praktek-praktek KKN dalam penempatan SDM di proyek Blok Masela.

“Jangan ada KKN, harus profesional, betul-betul profesional yang betul-betul punya skill ya termasuk pengusahanya juga harus punya skil,” tegasnya.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat ‘Capten’ Siong Tergiur Investasi Bodong, Rp125 M Nyaris Ludes

    Saat ‘Capten’ Siong Tergiur Investasi Bodong, Rp125 M Nyaris Ludes

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • visibility 531
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Nama Siong kembali mencuat ke publik usai Kejaksaan Negeri Ambon menggarap dugaan korupsi dana Dok Wayame. Dalam kasus ini, pengusaha Kapal Cepat Fiber nomor wahid di Indonesia Timur ini bukan sebagai terduga pelaku kajahatan, tapi  berstatus saksi. Siong tidak sendiri yang diperiksa soal Dok Wayame, ada juga nama Tony Rambitan pengusaha minyak kelas kakap […]

  • Lepas Keberangkatan Kafilah MTQ ke Ambon, Ini Pesan Bupati Malra

    Lepas Keberangkatan Kafilah MTQ ke Ambon, Ini Pesan Bupati Malra

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • visibility 93
    • 0Komentar

      LANGGUR.-DEMAL ;Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara menunjukkan komitmennya dalam mendukung syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani melalui pelepasan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maluku Tenggara menuju MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 di Kota Ambon. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Agung Raudhah Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku Sabtu 20 Juni […]

  • Senator Bisri Ungkap Sisi Lemah Masyarakat Hukum Adat di Maluku

    Senator Bisri Ungkap Sisi Lemah Masyarakat Hukum Adat di Maluku

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • visibility 434
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Secara normatif, masyarakat hukum adat diakui keberadaannya oleh negara melalui Undang-undang. Akan tetapi banyak sekali hak-hak masyarakat adat, utamanya di Maluku yang dirampas.  Hal ini terjadi karena ada problmen mendasar ditingkat paling bawah yang seyogyanya perlu disusun dan dilegalkan sebagai sebuah prodak hukum sah ditingkat pemerintahan negeri. “ Hampir semua peraturan negeri yang […]

  • 8 ABK KM Indo Perkasa 03 Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Wasir Dobo

    8 ABK KM Indo Perkasa 03 Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Wasir Dobo

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • visibility 288
    • 0Komentar

    DEMAL-ARU: – Sebanyak delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM.Indo Perkasa 03 hingga saat ini belum ditemukan, usai kapal mereka disapu ombak dan tenggelam. Sesuai data, mereka yang belum ditemukan yakni, Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransisku, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, dan Wandi Salusi. “Dari total 16 orang di atas kapal, delapan […]

  • Dua Mahasiswa KKM UGM Meninggal Dunia, Pemkab Malra Berduka 

    Dua Mahasiswa KKM UGM Meninggal Dunia, Pemkab Malra Berduka 

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • visibility 428
    • 0Komentar

    AMBOM-DM : Dua mahasiswa asal Universitas Gadja Mada (UGM) dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tenggelamnya loang boat di Maluku Tenggara. Selasa,1 Juli 2025. Bupati Kabupaten Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengatakan, sesuai informasi sementara yang didapati, tenggelamnya loang boat itu diakibatkan oleh cuaca yang buruk dan gelombang tinggi.  “ Saya telah memerintahkan untuk dilakukan investigasi […]

  • Akibat Pendekatan Keamanan Berlebih, Indonesia Timur Alami Krisis Kebebasan Pers

    Akibat Pendekatan Keamanan Berlebih, Indonesia Timur Alami Krisis Kebebasan Pers

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • visibility 286
    • 0Komentar

    SORONG.-DEMAL ; Sejumlah kasus serius yang menyasar jurnalis di wilayah Indonesia Timur menunjukkan lemahnya akuntabilitas dan menguatnya impunitas. Fritz Ramandey, Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, menegaskan adanya kegagalan sistemik dalam penegakan hukum terhadap kekerasan terhadap jurnalis, yang pada akhirnya memperburuk iklim kebebasan sipil dan demokrasi. “Serangan terhadap jurnalis JUBI Victor Mambor, rumahnya dilempari bom […]

expand_less