Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Saat Info Iklim Menjangkau Nusa Maluku: Ikhtiar Yayasan SAHARI untuk Nelayan dan Petani Tangguh Iklim

  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALUKU TENGAH,-DEMAL;Yayasan SAHARI menggandeng BMKG untuk menyebarluaskan Sistem Informasi Cuaca dan Iklim (SICI) ke desa-desa di pulau kecil Maluku. Upaya mitigasi dan adaptasi ini merupakan bagian dari program Penguatan Kapasitas dan Ketangguhan Masyarakat Pesisisr serta Pulau Kecil (Desrana Kepulauan) yang didukung oleh Caritas Germany dan BNPB.

Agar data itu benar-benar tersampaikan kepada nelayan dan petani, sebuah tim kelompok kerja (pokja) pun dibentuk di tingkat desa. Sebagai langkah awal, Yayasan SAHARI telah menggelar pelatihan intensif  di Banda Naira, Maluku Tengah, pada 25 hingga 26 Agustus 2026 lalu.

Pelatihan tersebut melibatkan masing-masing tujuh delegasi desa dari Desa Pulau Ay, Selamon, dan Lautang.

Uniknya, para peserta desa tidak hanya terdiri dari perangkat desa formal seperti kepala desa, tiga anggota pokja, dan perwakilan tim Pengurangan Risiko Bencana (PRB), melainkan juga melibatkan tokoh masyarakat yang menguasai ilmu astronomi tradisional lokal Maluku, Nanaku.

Guna memperkuat pemahaman peserta, pelatihan ini menghadirkan pemateri kompeten, yaitu staf Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Merson Panggua serta staf Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Fadhil.       

Direktur Eksekutif Yayasan SAHARI, Petrus Wairissal, mengatakan sinergi antara data ilmiah BMKG dan ilmu kearifan lokal diharapkan menjadi pondasi bagi ketangguhan masyarakat pesisir dan pulau kecil Maluku.

Petrus menegaskan bahwa bekal ini penting agar nelayan dan petani di tiga desa pendampingan Yayasan SAHARI di Kepulauan Banda mampu melakukan mitigasi serta beradaptasi secara mandiri menghadapi perubahan iklim.

“Mengapa Yayasan SAHARI memilih Kepulauan Banda sebagai wilayah pendampingan karena wilayah ini salah satu wilayah yang sangat terdampak perubahan iklim,” kata Piet, sapaan karib Petrus, dalam kesempatan tersebut.

Melalui program Desrana Kepulauan, Piet melanjutkan pihaknya kemudian menggandeng BMKG untuk mendistribusikan SICI  kepada masyarakat di tingkat desa. Untuk mendukung distribusinya, telah dibentuk tim Pokja di masing-masing desa berjumlah tiga orang.

Bersamaan dengan itu, telah dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk teknis mendistribusikan SICI. Nantinya, SICI disampaikan tim pokja dengan memanfaatkan pengeras masjid, grup WhatsApp, dan marinyo.

“Nah, dalam kegiatan ini diperkuat lagi mengenai pengisian matriks SOP, pengembangan SICI dan pola distribusi data SICI supaya informasinya benar-benar tersampaikan ke nelayan dan petani,” jelas Piet sembari mengatakan peserta pelatihan lalu melakukan simulasi distribusi data SICI.

Menjaga Keberlanjutan Pasokan Data SICI

Guna menjaga pasokan data SICI berkelanjutan, Yayasan SAHARI memfasilitasi tiga kepala desa dan pihak BMKG menandatangani nota kesepakatan (PKS) di akhir kegiatan tersebut. Turut hadir Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Kamari, SP., M. Kom serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Carisz, Kainama, S.Si., M.Si.

“BMKG menyediakan data SICI, peran Yayasan SAHARI sebagai fasilitator untuk menghubungkan pemerintah desa dan BMKG. Untuk itu, saya berharap tim pokja ini tetap bekerja untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat desa,” harapnya.

Pemateri dan peserta berpose usai pelatihan intensif yang digelar Yayasan SAHARI di Banda Naira, Maluku Tengah.(dok Yayasan SAHARI)

Kegiatan serupa juga akan dilakukan di Desa Tonu Jaya, Soleh, Pulau Kelang, Seram Bagian Barat serta Desa Liang, Waai dan Tial, Pulau Ambon, Maluku Tengah.

Sistem penyebaran informasi tersebut merupakan kelanjutan dari proses pendampingan Yayasan SAHARI sebelumnya. Piet menuturkan sebelum sampai ke fase tersebut, pihaknya telah menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Plus dan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Pertanian.

Di dua sekolah nonformal ini, nelayan maupun petani diajarkan cara membaca data dan peta cuaca dan iklim di desa-desa di kabupaten tersebut.

”Jadi dalam kegiatan itu, kita melibatkan pihak Stasiun Meteorologi Ambon, Stasiun Klimatologi Maluku dan terakhir Stasiun Meteorologi Pattimura dan Banda,” jelasnya.

Dukung Distribusi Data SICI

Dukungan BMKG menjadi bagian penting dalam memastikan informasi cuaca dan iklim tersebut dapat diteruskan hingga ke masyarakat. Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari mengatakan BMKG siap mendukung masyarakat pulau kecil meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kami saling berkoordinasi dengan badan meteorologi yang ada di Maluku. Kami siap mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Di Banda Naira, dukungan tersebut salah satunya dilakukan melalui penyebaran informasi lewat grup WhatsApp. Kepala Stasiun Meteorologi Banda Naira, Carisz mengatakan kanal tersebut selama ini mencakup para pemangku kepentingan di Kepulauan Banda.

Ia mendorong kepala desa bergabung agar informasi dapat diteruskan ke masyarakat di tingkat desa.

“Untuk itu, kepada kepala-kepala desa yang hadir setelah ini boleh memasukkan nomor HP-nya,” katanya.

Selain informasi cuaca dan iklim, BMKG Banda Naira juga memantau ancaman gempa bumi yang kerap terjadi di Kepulauan Banda. Namun, pemantauan tersebut masih menghadapi keterbatasan karena stasiun BMKG setempat hanya memiliki satu alat pendeteksi gempa.

Diketahui, dalam pelatihan peserta dibekali dengan materi produk informasi cuaca di antaranya meliputi membaca analisa kondisi cuaca, prakiraan cuaca harian, karhutla, anomali suhu muka laut dan mengenal El Nino.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon dan satu orang staf, Kepala BMKG Stasiun Banda Naira dan tiga orang staf, Camat Banda, Direktur Yayasan SAHARI, Koordinator Program Destana, Koordinator Lapangan Program Destana, serta perwakilan masing-masing desa yang terdiri atas satu orang kepala pemerintahan administratif, dua orang perwakilan Tim PRB, tiga orang anggota tim pokja, dan tokoh masyarakat.

 

 

 

 

 

  • Penulis: Jaya Barens

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paradox Ruang Publik

    Paradox Ruang Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • visibility 307
    • 0Komentar

    RUANG publik kita sedang mengalami disorientasi hukum. Di satu sisi, sebuah pemikiran atau kritik yang dilontarkan oleh intelektual seperti Saiful Mujani melalui media sosial bisa dengan cepat ditarik ke ranah pidana dengan label “makar”. Di sisi lain, simbol-simbol separatisme yang nyata muncul secara fisik di lapangan justru sering kali dianggap sebagai residu sejarah yang hanya […]

  • Polda Maluku Berhasil Ungkap Praktik Pengoplosan BBM di Ambon

    Polda Maluku Berhasil Ungkap Praktik Pengoplosan BBM di Ambon

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • visibility 1.908
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Aparat Kepolisian Daerah Maluku berhasil mengungkap praktik pengoplosan BBM bersubsidi  di kota Ambon.  Dalam kasus itu, penyidik Subdit IV Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Maluku telah menetapkan  2 orang pelaku sebagai Tersangka dan mengamankan barang bukti 15.000 liter solar oplosan.  Dua Tersangka dugaan Tindak Pidana di bidang Minyak dan Gas Bumi yang telah diamankan di rutan […]

  • Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Ambon

    Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Ambon

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • visibility 387
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) hadir di Balai Diklat keagamaan Ambon sosialisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG adalah terobosan baru pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi. Sosialisasi yang mengangkat tema Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia itu disambut meriah warga setempat yang sudah […]

  • Ternyata, Pegawai Bank Maluku Didominasi Lulusan SLTA

    Ternyata, Pegawai Bank Maluku Didominasi Lulusan SLTA

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • visibility 553
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Bank Maluku-Malut, merupakan nama panggilan dari PT. Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara, Persoda. Perusahaan milik Pemerintah Provinsi Maluku-Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota Maluku-Maluku Utara sudah empat kali berganti nama perusahaan sejak didirikan pada 25 Oktober 1961. Hingga memasuki usia 64 tahun ini, Bank Maluku memiliki jumlah karyawan atau pegawai tak cukup […]

  • Mafindo Latih Anak dan Remaja Gereja Lawan Hoaks

    Mafindo Latih Anak dan Remaja Gereja Lawan Hoaks

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • visibility 628
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Di tengah gelombang deras informasi digital yang kian sulit dibendung, upaya membangun benteng literasi bagi generasi muda menjadi sangat mendesak. Menyadari hal ini, Jemaat GPM Kusu-kusu Sereh menggelar kegiatan “Bakudapa Anak dan Remaja” pada Selasa (8/7/2025) di Gedung Gereja Bethfage, yang diwarnai dengan sesi edukatif dan pelatihan periksa fakta dari Masyarakat Anti Fitnah […]

  • Rovik di Jambore Maluku: Jaga Alam atau Siap Terima Bencana

    Rovik di Jambore Maluku: Jaga Alam atau Siap Terima Bencana

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • visibility 725
    • 0Komentar

      AMBON-DM : Anggota DPRD Provinsi Maluku Rovik Akbar Afifudin, mengapresiasi dan beri dukungan penuh terhadap pelaksanaan Jambore Pencinta Alam ke-27 se-Maluku yang digelar di Kampus Universitas Darussalam (Unidar) Ambon. Kampus tersebut memiliki makna khusus bagi Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku itu karena pernah menjadi tempatnya menimba ilmu. Rovik menyebut Jambore […]

expand_less