Senin, 7 Sep 2026
light_mode

Saat Info Iklim Menjangkau Nusa Maluku: Ikhtiar Yayasan SAHARI untuk Nelayan dan Petani Tangguh Iklim

  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALUKU TENGAH,-DEMAL;Yayasan SAHARI menggandeng BMKG untuk menyebarluaskan Sistem Informasi Cuaca dan Iklim (SICI) ke desa-desa di pulau kecil Maluku. Upaya mitigasi dan adaptasi ini merupakan bagian dari program Penguatan Kapasitas dan Ketangguhan Masyarakat Pesisisr serta Pulau Kecil (Desrana Kepulauan) yang didukung oleh Caritas Germany dan BNPB.

Agar data itu benar-benar tersampaikan kepada nelayan dan petani, sebuah tim kelompok kerja (pokja) pun dibentuk di tingkat desa. Sebagai langkah awal, Yayasan SAHARI telah menggelar pelatihan intensif  di Banda Naira, Maluku Tengah, pada 25 hingga 26 Agustus 2026 lalu.

Pelatihan tersebut melibatkan masing-masing tujuh delegasi desa dari Desa Pulau Ay, Selamon, dan Lautang.

Uniknya, para peserta desa tidak hanya terdiri dari perangkat desa formal seperti kepala desa, tiga anggota pokja, dan perwakilan tim Pengurangan Risiko Bencana (PRB), melainkan juga melibatkan tokoh masyarakat yang menguasai ilmu astronomi tradisional lokal Maluku, Nanaku.

Guna memperkuat pemahaman peserta, pelatihan ini menghadirkan pemateri kompeten, yaitu staf Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Merson Panggua serta staf Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Fadhil.       

Direktur Eksekutif Yayasan SAHARI, Petrus Wairissal, mengatakan sinergi antara data ilmiah BMKG dan ilmu kearifan lokal diharapkan menjadi pondasi bagi ketangguhan masyarakat pesisir dan pulau kecil Maluku.

Petrus menegaskan bahwa bekal ini penting agar nelayan dan petani di tiga desa pendampingan Yayasan SAHARI di Kepulauan Banda mampu melakukan mitigasi serta beradaptasi secara mandiri menghadapi perubahan iklim.

“Mengapa Yayasan SAHARI memilih Kepulauan Banda sebagai wilayah pendampingan karena wilayah ini salah satu wilayah yang sangat terdampak perubahan iklim,” kata Piet, sapaan karib Petrus, dalam kesempatan tersebut.

Melalui program Desrana Kepulauan, Piet melanjutkan pihaknya kemudian menggandeng BMKG untuk mendistribusikan SICI  kepada masyarakat di tingkat desa. Untuk mendukung distribusinya, telah dibentuk tim Pokja di masing-masing desa berjumlah tiga orang.

Bersamaan dengan itu, telah dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk teknis mendistribusikan SICI. Nantinya, SICI disampaikan tim pokja dengan memanfaatkan pengeras masjid, grup WhatsApp, dan marinyo.

“Nah, dalam kegiatan ini diperkuat lagi mengenai pengisian matriks SOP, pengembangan SICI dan pola distribusi data SICI supaya informasinya benar-benar tersampaikan ke nelayan dan petani,” jelas Piet sembari mengatakan peserta pelatihan lalu melakukan simulasi distribusi data SICI.

Menjaga Keberlanjutan Pasokan Data SICI

Guna menjaga pasokan data SICI berkelanjutan, Yayasan SAHARI memfasilitasi tiga kepala desa dan pihak BMKG menandatangani nota kesepakatan (PKS) di akhir kegiatan tersebut. Turut hadir Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Kamari, SP., M. Kom serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Carisz, Kainama, S.Si., M.Si.

“BMKG menyediakan data SICI, peran Yayasan SAHARI sebagai fasilitator untuk menghubungkan pemerintah desa dan BMKG. Untuk itu, saya berharap tim pokja ini tetap bekerja untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat desa,” harapnya.

Pemateri dan peserta berpose usai pelatihan intensif yang digelar Yayasan SAHARI di Banda Naira, Maluku Tengah.(dok Yayasan SAHARI)

Kegiatan serupa juga akan dilakukan di Desa Tonu Jaya, Soleh, Pulau Kelang, Seram Bagian Barat serta Desa Liang, Waai dan Tial, Pulau Ambon, Maluku Tengah.

Sistem penyebaran informasi tersebut merupakan kelanjutan dari proses pendampingan Yayasan SAHARI sebelumnya. Piet menuturkan sebelum sampai ke fase tersebut, pihaknya telah menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Plus dan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Pertanian.

Di dua sekolah nonformal ini, nelayan maupun petani diajarkan cara membaca data dan peta cuaca dan iklim di desa-desa di kabupaten tersebut.

”Jadi dalam kegiatan itu, kita melibatkan pihak Stasiun Meteorologi Ambon, Stasiun Klimatologi Maluku dan terakhir Stasiun Meteorologi Pattimura dan Banda,” jelasnya.

Dukung Distribusi Data SICI

Dukungan BMKG menjadi bagian penting dalam memastikan informasi cuaca dan iklim tersebut dapat diteruskan hingga ke masyarakat. Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari mengatakan BMKG siap mendukung masyarakat pulau kecil meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kami saling berkoordinasi dengan badan meteorologi yang ada di Maluku. Kami siap mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Di Banda Naira, dukungan tersebut salah satunya dilakukan melalui penyebaran informasi lewat grup WhatsApp. Kepala Stasiun Meteorologi Banda Naira, Carisz mengatakan kanal tersebut selama ini mencakup para pemangku kepentingan di Kepulauan Banda.

Ia mendorong kepala desa bergabung agar informasi dapat diteruskan ke masyarakat di tingkat desa.

“Untuk itu, kepada kepala-kepala desa yang hadir setelah ini boleh memasukkan nomor HP-nya,” katanya.

Selain informasi cuaca dan iklim, BMKG Banda Naira juga memantau ancaman gempa bumi yang kerap terjadi di Kepulauan Banda. Namun, pemantauan tersebut masih menghadapi keterbatasan karena stasiun BMKG setempat hanya memiliki satu alat pendeteksi gempa.

Diketahui, dalam pelatihan peserta dibekali dengan materi produk informasi cuaca di antaranya meliputi membaca analisa kondisi cuaca, prakiraan cuaca harian, karhutla, anomali suhu muka laut dan mengenal El Nino.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon dan satu orang staf, Kepala BMKG Stasiun Banda Naira dan tiga orang staf, Camat Banda, Direktur Yayasan SAHARI, Koordinator Program Destana, Koordinator Lapangan Program Destana, serta perwakilan masing-masing desa yang terdiri atas satu orang kepala pemerintahan administratif, dua orang perwakilan Tim PRB, tiga orang anggota tim pokja, dan tokoh masyarakat.

 

 

 

 

 

  • Penulis: Jaya Barens

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deretan Agenda Populis Untuk Kemakmuran Maluku Berakhir Tragis

    Deretan Agenda Populis Untuk Kemakmuran Maluku Berakhir Tragis

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • visibility 351
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Sejak reformasi, Provinsi Maluku telah dipimpin lima kepala daerah dengan periode berbeda-beda. Pertama Karel Albert Rahalau yang menjabat dua periode berturut-turut, kemudian Said Assagaff, dan Murad Ismail, ada pula nama Sinyo Hary Sarundajang dan Sadali Lie yang dipercayakan sebagai Pj Gubernur Maluku. Setiap kepala daerah hadir dengan gagasan yang tak seragam. Ada program […]

  • 5 Innovative Smart Home Devices You Didn’t Know You Absolutely Needed

    5 Innovative Smart Home Devices You Didn’t Know You Absolutely Needed

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Etiam quis mauris lacus. Duis sed ante nisi. Integer nibh eros, convallis vitae nibh nec, egestas lobortis ligula. Integer viverra accumsan ante, eu viverra elit suscipit vitae. In a eros elit. Duis eget ante mattis, varius nisl sagittis, fermentum nunc. Ut aliquam purus justo, id sodales dolor imperdiet lobortis. Praesent non imperdiet nisl. Etiam ut […]

  • Duta Besar Australia Kembali ke Makassar: Perjalanan Nostalgia dan Diplomasi 

    Duta Besar Australia Kembali ke Makassar: Perjalanan Nostalgia dan Diplomasi 

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • visibility 472
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Duta Besar Australia untuk Indonesia yang baru, Rod Brazier, mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan pada 20-22 Mei 2025.  Duta Besar Brazier pernah tinggal di Makassar dan menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tahun 1990. Duta Besar Brazier mengunjungi banyak tempat yang beliau kenang dari masa tinggalnya di Makassar dan menghabiskan waktu […]

  • The Pros and Cons of Switching to a Fully Digital Payment Wallet

    The Pros and Cons of Switching to a Fully Digital Payment Wallet

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • visibility 350
    • 0Komentar

    In metus risus, tristique quis massa eget, molestie fringilla leo. Vestibulum nisl augue, condimentum at lorem eu, auctor rutrum neque. Phasellus ultrices lectus eros, quis venenatis est sagittis nec. Nulla efficitur, dolor in volutpat lobortis, leo est porttitor lorem, at feugiat urna dolor quis ligula. Proin pretium Ut congue leo ac justo iaculis rhoncus. Vestibulum elementum […]

  • Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Oleh: Alimudin Kolatlena (Anggota DPR RI Frakdi Partai Gerindra Dapil Maluku)   Persoalan tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru, telah menjadi benang kusut yang menyandera Maluku selama bertahun-tahun. Di satu sisi, kita menyaksikan perputaran ekonomi yang cepat. Namun di sisi lain, ada harga mahal yang harus dibayar: kerusakan lingkungan yang masif, ancaman racun merkuri […]

  • Panca Karya Bantah Terjadi Pungli di Lintasan Hunimua-Waipirit

    Panca Karya Bantah Terjadi Pungli di Lintasan Hunimua-Waipirit

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • visibility 146
    • 0Komentar

    AMBON,-DEMAL ; Direktur PD.Panca Karya M.Rany Tualeka menegaskan jika tarif untuk tiket di tiap kelas yang dipatok PD.Panca Karya pada lintasan Hunimua-Waipirit sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. “Tidak ada pungutan liar atau biaya lain-lain untuk penumpang kelas ekonomi. Harga tiket itu sudah sesuai dengan peraturan, dan tiket dibeli melalui aplikasi online,” tegas Tualeka […]

expand_less