Jumat, 7 Agu 2026
light_mode

Hanya Jemaah Haji Aceh Yang Terima Tambahan Santunan dari Wakaf Baitul Asyi di Mekkah

  • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar

MAKKAH,-DEMAL ; Ribuan jemaah haji asal Provinsi Aceh pada musim haji tahun 1447 H / 2026 M kembali menerima dana kompensasi tunai sebesar 2.000 Riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp9,2 juta per orang dari pengelolaan Wakaf abadi Baitul Asyi di Makkah.

Pembagian dana kompensasi dilakukan secara bertahap sejak Minggu sore waktu Arab Saudi bertempat di Hotel Burj Al-Wahda, Makkah, yang menjadi akomodasi utama para jemaah asal Bumi Serambi Mekkah.

Total dana yang dikucurkan oleh tim pengelola (Nazir) pada tahun ini mencapai sekitar 11,2 juta Riyal Saudi untuk menyantuni total 5.426 jemaah haji reguler asal Aceh.

“Pemberian dana kompensasi ini merupakan amanah yang terjaga selama ratusan tahun. Uang ini dibagikan langsung kepada jemaah setelah melalui proses verifikasi kartu Baitul Asyi yang dibawa dari tanah air,” ujar Nazir Wakaf Baitul Asyi, Dr. Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu, saat memimpin pembagian perdana untuk Kloter 2 Aceh.

Wakaf Baitul Asyi (Rumah Aceh) merupakan aset produktif berupa properti komersial bernilai triliunan Rupiah yang terletak di kawasan strategis Kota Makkah. Saat ini, aset tersebut berupa dua hotel megah, yakni Hotel Ajyad (25 lantai) dan Menara Ajyad (28 lantai) yang berjarak sekitar 500-600 meter dari Masjidil Haram, dengan total kapasitas tampung mencapai 7.000 orang.

Sejarah mencatat bahwa investasi akhirat ini diikrarkan pertama kali pada tahun 1224 Hijriah (sekitar 1809 Masehi) oleh seorang ulama dan saudagar besar asal Aceh, Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi, atau yang lebih dikenal dengan nama Habib Bugak Asyi.

Di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah dua abad lalu, ia membeli tanah dan mengikrarkan bahwa seluruh keuntungan pengelolaan aset tersebut harus didistribusikan secara mutlak bagi jemaah haji asal Aceh, serta warga keturunan Aceh yang bermukim di Makkah.

Hingga hari ini, estafet kepengurusan wakaf dikelola secara profesional di bawah pengawasan ketat Mahkamah Syariah Arab Saudi. Dengan tambahan santunan wakaf ini, ditambah dana biaya hidup (living cost) resmi dari Kementerian Agama RI sebesar 750 Riyal (sekitar Rp3,4 juta), setiap jemaah haji asal Aceh mengantongi uang saku total mencapai 2.750 Riyal atau setara Rp12,6 juta selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Adapun aset-aset yang dikelolah Wakaf Baitul Asyi meliputi :

  • Hotel Elaf Masyair. Hotel bintang lima dengan kapasitas 650 kamar yang berada di kawasan Ajiyad Mushafi, sekitar 250 meter dari Masjidil Haram.
  • Hotel Ramada. Hotel bintang lima dengan kapasitas 1.800 kamar, yang berada di kawasan Ajiyad Mushafi, sekitar 300 meter dari Masjidil Haram.
  • Hotel Wakaf Habib Bugak Asyi di Aziziah. Bisa menampung 750 jemaah haji, didirikan di atas luas tanah 800 meter persegi.
  • Tanah dan bangunan seluas 900 meter di Aziziah. Digunakan sebagai Kantor Wakaf Habib Bugak Asyi di Mekah.
  • Gedung di kawasan Syaikiyah yang dibeli tahun 2017 oleh Naazir Wakaf Baitul Asyi senilai 6 juta Riyal. Gedung ini dijadikan tempat tinggal warga Arab Saudi keturunan Aceh dan orang Aceh yang bermukim di Arab Saudi secara gratis, tanpa batas waktu tinggal.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi RI di Bawah 5%, Istana: Belanja Pemerintah Belum Puncaknya!

    Ekonomi RI di Bawah 5%, Istana: Belanja Pemerintah Belum Puncaknya!

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Melihatnya Jangan Dari Satu Sudut Pandang CNBC Indonesia – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tak sampai 5% pada tiga bulan pertama tahun ini. Menurutnya, hal ini disebabkan dari berbagai faktor tidak hanya soal efisiensi belanja pemerintah. “Dari sisi angka, memang betul terjadi penurunan sedikit, tetapi kita mesti memahami bahwa […]

  • Lintasan Hitu-Luhu Normal Kembali, Panca Karya Siapkan Lima Armada Jelang Nataru

    Lintasan Hitu-Luhu Normal Kembali, Panca Karya Siapkan Lima Armada Jelang Nataru

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • visibility 418
    • 0Komentar

    AMBON,-DEMAL: Manajamen Perumda PD.Panca Karya mulai mengoperasikan lagi sejumlah Kapal Motor Penyerbangan (KMP) secara bertahap, termasuk Bahtra Nusantara yang akan melayani rute Ambon-Banda-Tual. Direktur PD.Panca Karya Moh Rany Tualeka mengatakan saat ini yang sudah ready pada lintasannya yakni dua armada di Liang-Waipiri yang merupakan rute komersil, kemudian KMP. Maluku Indah untuk pelayanan lintasan jalur Hitu-Luhu. […]

  • 8 ABK KM Indo Perkasa 03 Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Wasir Dobo

    8 ABK KM Indo Perkasa 03 Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Wasir Dobo

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • visibility 257
    • 0Komentar

    DEMAL-ARU: – Sebanyak delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM.Indo Perkasa 03 hingga saat ini belum ditemukan, usai kapal mereka disapu ombak dan tenggelam. Sesuai data, mereka yang belum ditemukan yakni, Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransisku, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, dan Wandi Salusi. “Dari total 16 orang di atas kapal, delapan […]

  • Nasib Petani Pala Banda di Tengah Krisis Iklim:  Harga Melambung Saat Panen Seret

    Nasib Petani Pala Banda di Tengah Krisis Iklim: Harga Melambung Saat Panen Seret

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Mayoritas petani Bala Banda mengeluh cuaca berubah tak menentu. Anomali cuaca dampak dari krisis iklim, mempengaruhi hasil panen dan kualitas buah pala sejak tiga tahun terakhir.   Penulis : Jaya Barends-Dekrit Maluku Ringkasan: Hujan tanpa henti disertai angin kencang mengakibatkan Pala Banda mudah rusak. Biji pala berkerut, bobot ringan dan bentuknya cacat dan tidak lonjong. […]

  • Deretan Agenda Populis Untuk Kemakmuran Maluku Berakhir Tragis

    Deretan Agenda Populis Untuk Kemakmuran Maluku Berakhir Tragis

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • visibility 332
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Sejak reformasi, Provinsi Maluku telah dipimpin lima kepala daerah dengan periode berbeda-beda. Pertama Karel Albert Rahalau yang menjabat dua periode berturut-turut, kemudian Said Assagaff, dan Murad Ismail, ada pula nama Sinyo Hary Sarundajang dan Sadali Lie yang dipercayakan sebagai Pj Gubernur Maluku. Setiap kepala daerah hadir dengan gagasan yang tak seragam. Ada program […]

  • Ada Bos Mansur di Jalan Rusak Tahalupu, Telan Rp14,3 M, Diumumkan Lelang Hanya Rp7,3 M

    Ada Bos Mansur di Jalan Rusak Tahalupu, Telan Rp14,3 M, Diumumkan Lelang Hanya Rp7,3 M

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • visibility 487
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Maluku mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Jalan   Desa Tahalupu – Dusun Tihu  tahun 2023. ” Kami menduga pekerjaannya tidak sesuai RAB, karena sekarang kondisi ruas jalan itu sangat buruk, rusak parah, dan sulit dilewati pengendara,” kata Sekretaris Pemuda […]

expand_less