Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Perkuat Jejaring Kolaboratif di KK Pulau Buano, Fokus Sasi di Desa Soleh-Waesala

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar

AMBON,DEMAL: Praktik penangkapan ikan destruktif mengancam ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pengelolaan kolaboratif dan sasi dianggap efektif melindungi habitat laut dari eksploitasi tersebut.

Upaya perlindungan tersebut kemudian diperkuat melalui program TFCCA. Teranyar, program yang dipimpin konsorsium Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS kini memasuki fase rancangan dokumen pengelolaan kolaboratif.

Pada Selasa, 2 Juni 2026, dokumen pengelolaan kolaboratif telah dibahas dengan melibatkan multi pihak di Kantor Negeri Waesala, Kecamatan Huamual Belakang. Namun, penangkapan ikan memakai bom dan potas mengemuka dalam forum diskusi. Mayoritas peserta menyebut praktik ini kian masif.

Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Wilayah Gugus Pulau II, Abdullah Leurima, tidak menampik penangkapan instan itu mengancam kesehatan ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Buano. Dia bilang dampak nyatanya dua spesies ikan demersal mengalami penurunan populasi.

“Sejak 2000, populasi kerapu tikus mengalami degradasi hingga penurunan drastis pada 2007. Saat ini, ikan sulit ditemukan oleh nelayan,” jelasnya.

Kelestarian Terumbu Karang Terancam

Ancaman serupa juga terjadi pada kerapu macan. Ikan dengan nama ilmiah Brown-marbled grouper ini stoknya terdeteksi menyusut sejak 2021.

Berdasarkan pengakuan nelayan pancing rawai pada 2025, hasil tangkapan kerapu tikus mengalami penurunan sangat besar. Nelayan juga mengeluhkan lamanya waktu menangkap ikan.

“Meski saat ini nelayan masih dapat kerapu tikus, ikan ini baru akan ditemukan di perairan yang sama 9 bulan kemudian,” ungkap Abdullah.

Padahal Perairan Selat Pulau Buano kaya akan keanekaragaman hayati. Di perairan ini pula ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2021. Areanya, seluas 31.886,86 hektare mencakup Buano Utara dan Selatan.

Perairannya dilindungi karena memiliki 595 hektare terumbu karang yang menjadi habitat biota laut sekaligus tempat pemijahan ikan.

Abdullah melanjutkan populasi ikan kerapu macan dan tikus juga turun di perairan konservasi. Penurunan disebabkan oleh praktik destruktif fishing yang mengganggu kesehatan ekosistem terumbu karang.

Abdullah mengaku petugas kewalahan menghadapi para pelaku karena kerap mengelabui dengan wadah penyimpanan potas. Mereka biasanya mengincar ikan berukuran besar dan bernilai ekonomis tinggi.

“Kalau tangkap ikan besar kadang menggunakan potas. Rawannya, praktik ini dilakukan saat ikan sedang memijah,” jelasnya.

Selain potas, berkali-kali anggota Kelompok Masyarakat Pengawasan (Pokmaswas) Hena Berkarya Buano Selatan menemukan penangkapan ikan menggunakan bom di dalam zona konservasi maupun di luar kawasan konservasi.

Faktor lain yang ikut mendorong populasi ikan menurun adalah permintaan pasar sehingga memicu penangkapan ikan secara berlebihan.

Cegah Laju Kerusakan Terumbu Karang

Menyikapi kondisi tersebut, Noni Tuharea, Direktur Program Yayasan SAHARI menyayangkan aktivitas yang merusak ekosistem terumbu karang. Catatan SAHARI menunjukkan praktik tersebut menurun sejak 2010 dan bertahan hingga 2024.

Namun pada 2025 aktivitas itu kembali meningkat. Meski begitu, Noni optimistis laju kerusakan dapat ditekan dengan pengelolaan kolaboratif dan menghidupkan kembali praktik sasi.

Noni pun mencontohkan keberhasilan pengelolaan Bank Ikan di Perairan Desa Soleh yang diperkuat dengan peraturan desa. Berkat pengelolaan bersama antara masyarakat dan pemerintah desa, hasilnya kini dinikmati semua pihak.

“Sekarang di Labuan Mandar, lokasi bank itu berada, orang dapat melihat ikan dengan ukuran besar dan jumlah lebih banyak. Ini adalah dampak dari kawasan lindung,” bebernya.

“Apakah tidak boleh diambil? Itu boleh, tetapi harus memperhatikan durasi perlindungan dan ukuran ikan,” tambahnya.

Dampak baik dari kerja multi pihak pada 2023 itu, hasilnya kini dirasakan masyarakat. Keberhasilan ini juga didukung penuh Pokmaswas Desa Soleh dan Buano Selatan.

Pokmaswas dari kedua desa rutin melakukan patroli pengawasan terpadu di perairan. Melalui program TFCCA, kolaborasi dan tim pengawasan kembali diperkuat.

Selain memperkuat patroli, program TFCCA juga mendorong praktik sasi di Perairan Desa Soleh, Buano Selatan dan Waesala. Perairan penyangga konservasi nonformal selanjutnya diintegrasikan ke Kawasan Konservasi Pulau Buano.

“Pengelolaan kolaboratif kawasan konservasi ini bukan hanya kawasan konservasi yang dikelola pemerintah, tetapi juga memperkuat kawasan konservasi yang diinisiasi masyarakat,” jelas Noni.

Kasman dari CTC Training and MPA Program Support Specialist menyebut kawasan konservasi nantinya diawasi jejaring kelompok pengelolaan kolaboratif. Jejaring pengawasan terdapat 20 anggota inti yang berasal dari Desa Soleh, Waesala, Buano Utara dan Selatan.

“Pendaftarannya telah dibuka dengan kriteria pertama bersedia menjadi calon anggota jejaring secara sukarela tanpa paksaan,” jelasnya.

Sedangkan struktur jejaring pengawasan terdiri atas penasihat dan pembina yang melibatkan perwakilan Cabang DKP Maluku Wilayah Gugus Pulau II, Dinas Perikanan Seram Bagian Barat, kepala desa, Polairud, TNI AL dan PSDKP.

Selain itu, jejaring ini juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, serta jurnalis.

Lebih lanjut Kasman mengatakan, fokus kegiatan utama tim inti jejaring pengawasan di antaranya pengawasan dan pemantauan terumbu karang.

“Pengawasan meliputi patroli dan pemantauan perairan secara aktif. Kemudian evaluasi ekologi dan kesehatan karang secara berkala,” jelasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPW PP Maluku Deklarasi Dukung Pencalonan Ulang Ketum Japto

    MPW PP Maluku Deklarasi Dukung Pencalonan Ulang Ketum Japto

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • visibility 314
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Maluku bakal mencalonkan kembali H. Japto Soerjosoemarno untuk memimpin Majelis Pimpinan Pusat (MPP) PP dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke XI Pemuda Pancasila yang akan berlangsung pada 26–29 Oktober 2025. “Kami dari Provinsi Maluku siap berkontribusi dalam Mubes XI. Kami ingin forum ini menjadi momentum untuk […]

  • Ratusan Rumah di Desa Salagor Terendam Rob, Senator Minta Atensi BPBN 

    Ratusan Rumah di Desa Salagor Terendam Rob, Senator Minta Atensi BPBN 

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • visibility 365
    • 0Komentar

    DM-AMBON- Kurang lebih 1.200 jiwa warga Desa Administratif Salagur Air Kecamatan Siritay Widatimur Kabupaten Seram Bagian Timur tak bisa berbuat banyak, saat air pasang merendam rumah-rumah mereka. Rabu,30 April 2025. “ Banjir Rob memang setia  di katong Pung Kampung,” tulis pemilik akun Bamz Salagor dalam akun facebooknya.  Menurutnya, tahun ini rumah-rumah mereka terendam dua kali, pertama […]

  • Pegawai Ayam Grepek BTN Kanawa Dianiaya Pakai Galung Berisi Semen Keras

    Pegawai Ayam Grepek BTN Kanawa Dianiaya Pakai Galung Berisi Semen Keras

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • visibility 839
    • 0Komentar

      AMBON,- DEMAL ; Salah satu karyawan ayam grepek yanb berlokasi di depan BTN Kanawa Ambon kini harus menjalani perawatan medis setelah dianiaya sejumlah pemuda tak jauh dari lokasi kerjanya. Sekira pukul 03.00 WIT. Selasa 12 Mei 2026. Remaja bernama Abdullah Mahu 18 tahun mendadak dapat serangan fisik dari sekelompok orang ketika hendak membeli rokok […]

  • Why Japan’s Hidden Villages Are 2025’s Top Destination

    Why Japan’s Hidden Villages Are 2025’s Top Destination

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Vestibulum rhoncus fermentum tellus, et luctus neque rutrum vitae. Ut sit amet volutpat sem. Morbi semper odio eget sem imperdiet, gravida tempor sapien imperdiet. Sed egestas turpis odio, et hendrerit diam volutpat ut. o iaculis rhoncus. Vestibulum elementum massa et nisi ullamcorper, sed lacinia nulla ultricies. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent condimentum […]

  • Warning, Maluku Kebagian Bonus Demografi Negatif di 2030

    Warning, Maluku Kebagian Bonus Demografi Negatif di 2030

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • visibility 376
    • 0Komentar

      AMBON-DM : Jumlah pengangguran terbuka produktif di Maluku saat ini menyentuh angka 6 % ekuivelan dengan 60.000 orang, angka ini berpotensi bertambah dan puncaknya di 2030. Fenomena puncak pengangguran produktif di 2030 merupakan bonus demografi  negatif, yang kiranya perlu diperhatikan secara bijaksana oleh Pemerintah Provinsi Maluku.  Apalagi pada lima tahun ke depan, industri migas […]

  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Polres MBD Hadirkan Pamapta

    Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Polres MBD Hadirkan Pamapta

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • visibility 192
    • 0Komentar

    MBD.-DEMAL; Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan publik, Polres Maluku Barat Daya meluncurkan program Pamapta, Senin 27 Oktober 2025. ” Peluncuran Pamapta SPKT Polres MBD merupakan wujud transformasi pelayanan 24 jam untuk masyarakat, program ini merupakan implementasi dari keputusan Kapolri Nomor KEP/1438/IX/2025 tanggal 24 September 2025 tentang penyesuaian nomenklatur Kepala Unit menjadi Perwira Samapta pada sentra Pelayanan […]

expand_less