Progres Proyek PLTS Terpadu Aru Dipercepat
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOBO,-DEMAL ; Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 4 di Kabupaten Kepulauan Aru belum mencapai target yang ditetapkan. Hingga pekan ke-10, progres pekerjaan baru berada di angka 31,85 persen, tertinggal 5,85 persen dari target 37,71 persen.
Kondisi tersebut tercatat dalam laporan progres pekerjaan periode 14–20 September 2026. Dari lima lokasi pembangunan PLTS, tiga desa menunjukkan ketertinggalan cukup besar, yakni Desa Warabal, Lola dan Karawai.
Desa Lola menjadi lokasi dengan deviasi paling tinggi. Realisasi pekerjaan baru mencapai 26,40 persen, sementara targetnya 37,47 persen. Selisihnya mencapai -11,07 persen.
Di Desa Karawai, progres berada pada angka 26,86 persen dari target 37,26 persen atau mengalami deviasi -10,40 persen. Sementara Desa Warabal mencatat realisasi 28,35 persen dari target 38,08 persen, dengan deviasi -9,73 persen.
Berbeda dengan tiga lokasi tersebut, progres di Desa Warialau dan Jambu Air relatif mendekati target. Warialau mencapai 36,99 persen dari target 37,88 persen, sedangkan Jambu Air mencapai 36,69 persen dari target 37,63 persen.
Keterlambatan di sejumlah lokasi terutama berkaitan dengan pekerjaan sipil power house dan distribusi material menuju lokasi proyek.
Proyek tersebut dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gerbang Multindo Nusantara dan PT Graha Fatta, dengan pembangunan PLTS tersebar di lima desa.
Masing-masing memiliki kapasitas berbeda, yakni Warialau 161,7 kWp, Jambu Air 138,6 kWp, Warabal 138,6 kWp, Lola 77 kWp, dan Karawai 107,8 kWp.
Memasuki pekan ke-11, pelaksana dijadwalkan meningkatkan aktivitas pekerjaan untuk mengejar deviasi yang terjadi. Tahapan yang akan dikerjakan mencakup galian pondasi modul PV, pekerjaan sipil power house, pemeriksaan dan pengiriman modul PV, serta pengiriman shelter power house untuk Desa Lola dan Karawai.
Selain itu, pemeriksaan dan pengiriman sistem baterai serta perangkat elektrikal power house juga menjadi bagian dari agenda pekerjaan berikutnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Aru, Armand Walay, mengatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan pembangunan tersebut.
Menurut Armand, pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama Kementerian ESDM memperluas akses energi listrik berbasis energi baru terbarukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini agar dapat rampung sesuai target dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Armand dalam keterangannya.
Sebelumnya, sejumlah pekerjaan pada pekan ke-10 telah dilakukan, mulai dari pembersihan dan perataan lokasi, pengecoran pondasi serta sloof power house, galian dan pembesian pondasi mounting modul PV hingga pengiriman material pendukung.
Material yang telah dikirim antara lain panel PV, tiang jaringan tegangan rendah (JTR), penangkal petir dan perlengkapan penerangan jalan umum (PJU).
Dengan progres yang masih berada di bawah target, percepatan pekerjaan menjadi penting agar ketertinggalan di tiga lokasi tersebut tidak semakin melebar dan pembangunan PLTS dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan.(*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar