Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Membaca Taktik Narasi Pasif Media Barat untuk “Mendukung” Agresi AS-Israel ke Iran

  • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
  • visibility 316
  • comment 0 komentar

Cerita Alan Macleod rupanya masih bersambung. Setelah serangan 7 Oktober yang dilancarkan oleh Israel, CEO perusahaan, Mark Thompson, mengirimkan memo kepada seluruh staf yang menginstruksikan mereka untuk memastikan bahwa Hamas (dan bukan Israel) yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

Oleh : Hendrajit, pengkaji geopolitik, Global Future Institute.

 

JAKARTA.-DEMAL : Apa kabar Indonesia? Sekarang mari kita telaah liputan-liputan media Barat sehubungan dengan Serangan yang dilancarkan AS-Israel ke Iran sejak akhir Februari lalu.

Ada ciri umum yang menarik, kalau saya cermati dari gaya pemberiaan hingga bagaimana narasinya disampaikan. Tampaknya selalu menggunakan kalimat pasif alih-alih aktif.

Di seluruh Barat, media korporat telah menggunakan taktik yang sama, yaitu menggunakan kalimat pasif dan tidak menyebutkan pelaku ketika menggambarkan agresi AS/Israel. Contoh sempurna dari hal ini adalah judul berita BBC, “Setidaknya 153 tewas setelah dilaporkan terjadi serangan di sekolah, kata Iran.

“Iran memilih kekacauan” demikian judul buletin New York Times, yang menggambarkan Republik Islam sebagai aktor utama.

Surat kabar Free Press malah menggunakan kalimat-kalimat yang lebih agresif lagi, seolah-olah sebuah pamflet untuk menggerakkan aksi massa. “Perang adalah kesempatan terbaik rakyat Iran untuk meraih perdamaian,” menggambarkan kejahatan AS/Israel sebagai tindakan belas kasihan terhadap penduduknya yang telah lama menderita.

Dalam mewartakan para korban perang pun beberapa media Barat cenderung bias. Misalnya saja Washington Post,  menulis (penekanan ditambahkan):  “Israel mendesak evakuasi pinggiran kota Beirut selatan; Iran mengancam akan membalas dendam kepada AS atas kapal perangnya.” Sehingga muncul kesan di benak pembaca kalau Israel merupakan pihak yang berupaya dengan itikad baik untuk mengurangi korban sipil, sementara respons Iran terhadap serangan dan penenggelaman kapal mereka di perairan internasional digambarkan sebagai ancaman.

Taktik umum lain yang digunakan media untuk mendelegitimasi adalah dengan menyebut Iran sebagai “rezim” (misalnya, Bloomberg , Washington Post , Wall Street Journal , Financial Times , CNN , NBC News ).

Kata “rezim” mencerminkan politik keredaksian media-media korporat arus utama di Amerika untuk secara sengaja atau bisa juga mewakili alam bawah sadar pemihakah Barat kepada negara-negara non-Eropa untuk memojokkan pemerintah, dan mendorong pembaca untuk menentangnya. Frasa “rezim Israel” hampir tidak pernah digunakan, kecuali dalam kutipan dari pejabat Iran.

Stasiun televesi Amerika yang berhaluan liberal dan cenderung pro partai demokrat alih-alih partai republik, CNN, ternyata kalau urusan liputan perang, tetap saja ngepro AS dan sekutu-sekutunya.

Coba simak penarasiannya. Ketika sejumlah besar pasukan Israel menginvasi Lebanon selatan, beberapa media Barat berupaya mencari cara untuk menampilkan operasi tersebut sebagai sah, termasuk menggunakan frasa “menyeberang ke Lebanon” secara halus untuk menggambarkan invasi tersebut, atau bahkan menyalahkan Hizbullah atas kekerasan tersebut.


CNN, misalnya, menulis bahwa, “Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang melawan Iran.”  Dalam bagian lain CNN menulis, “Hizbullah baru saja memulai kembali pertempuran yang ditunggu Israel untuk diakhiri.” Sehingga berita tersebut sengaja atau tak sengaja memutar-balikkan kenyataan siapa yang menyerang siapa.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Why Plant-Based Burgers Are Here to Stay

    Why Plant-Based Burgers Are Here to Stay

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Phasellus ornare elit et sapien tempor, quis ultrices nisl semper. Sed porta odio eget sapien varius sagittis. Praesent leo diam, pulvinar vel malesuada quis, vulputate in diam. Sed dignissim ullamcorper arcu nec condimentum. Phasellus fermentum odio eu eros pharetra rutrum. leo ac justo iaculis rhoncus. Vestibulum elementum massa et nisi ullamcorper, sed lacinia nulla ultricies. […]

  • Prabowo Singgung soal Jubir ‘Keseleo’ di Sidang Kabinet

    Prabowo Singgung soal Jubir ‘Keseleo’ di Sidang Kabinet

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • visibility 281
    • 0Komentar

    DM-JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto menyinggung ada juru bicaranya yang ‘keseleo’. Ia menyebut itu sebagai hal yang lumrah, mengingat baru menjabat di pemerintahan. Ia mengungkapkan hal itu dalam sambutannya di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/5). Melansir CNN Indonesia.  “Jadi kita sudahlah, ada mungkin juru bicara saya keseleo, ya namanya manusia, namanya juga baru menjabat,” […]

  • RSUD Cendrawasih Dobo Masuk Program Percepatan Kesehatan Nasional

    RSUD Cendrawasih Dobo Masuk Program Percepatan Kesehatan Nasional

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DOBO.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Aru dibawa kepimpinan Timotius Kaidel terus bekerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar, salah satunya merenovasi bangunan RSUD Cendrawasi Dobo melalui bantuan dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Batch 3 Kementrian Kesehatan RI. PHTC Bidang Kesehatan Batch 3 tahun ini fokus untuk meningkatkan RSUD dari tipe D ke C di daerah terpencil/perbatasan […]

  • Skandal “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-II)

    Skandal “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-II)

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Misteri Surat Mandat 1926 dan Historisch Negorij Batoemerah     Keasilan dua dokumen yang disampaikan penggugat Ali Hatala (raja saat ini) dalam sidang sengketa mata rumah parentah Negeri Batu Merah di Pengadilan Negeri Ambon beberapa waktu lalu masih jadi misteri. Meski dokumen Historisch Negorij Batoemerah dan Surat Kuasa Penyerahan Mandat yang ditunjukan dalam persidangan itu […]

  • Edukasi Kebangsaan di Jantung Tulehu: Novita Bakar Semangat Nasionalisme Warga

    Edukasi Kebangsaan di Jantung Tulehu: Novita Bakar Semangat Nasionalisme Warga

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • visibility 212
    • 0Komentar

    MALUKU TENGAH,-DEMAL; Suasana di Lapangan RT 14, Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, mendadak ramai dan penuh antusiasme pada Rabu siang 11 Maret 2026. Ratusan warga berkumpul untuk mengikuti agenda penting yang dibawakan langsung oleh srikandi asal Maluku di Senayan, Novita Anakotta, SH., MH. Anggota DPD RI ini hadir untuk menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa […]

  • Berkedok Penegakan Hukum, Hartini Ungkap Oknum Pemesan Sianida

    Berkedok Penegakan Hukum, Hartini Ungkap Oknum Pemesan Sianida

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Puluhan karung Sianida yang digrebek Ditreskrimus Polda Maluku kuat dugaan sisa dari bisnis haram yang selama ini melibatkan dua oknum Polisi, satu bertugas di Polres MBD dan satunya oknum Ditpolairud Maluku. “Jumlah keseluruhan itu 300 karton, (digrebek) itu sisa,” kata Hartini pemilik ruko yang digrebek polisi, Kamis, 25 September 2025. Hartini yang kini […]

expand_less