Membaca Taktik Narasi Pasif Media Barat untuk “Mendukung” Agresi AS-Israel ke Iran
- calendar_month Sel, 17 Mar 2026
- visibility 119
- comment 0 komentar

Animasi
Inggris yang secara tradisional dipandang lebih sopan dan elegan dibanding Amerika sebagai keponakannya di seberang Atlantik, media massa-nya pun tak kalah brutal dan bias.
Misalnya, Daily Telegraph dalam liputanya menulis: “Inggris mendukung perang melawan Iran,” seraya menayangkan gambar diaspora Iran yang bersorak gembira atas pemboman negara mereka.
Bagaimana dengan yang namanya self-censorship atau sensor diri dari medianya itu sendiri. Inggris ternyata juga tak kalah brutal dibanding Amerika.
Sebuah jajak pendapat YouGov yang diterbitkan pada hari yang sama menemukan bahwa hanya 28% warga Inggris yang mendukung tindakan AS/Israel, dengan 49% menyatakan penentangan mereka. Meskipun demikian, pembawa acara BBC Nick Robinson menyarankan , di siaran langsung, bahwa protes terhadap serangan AS/Israel harus dilarang di seluruh Inggris.
Waduh, kok bisa begitu ya? Dalam kasus BBC menurut Alan Macleod sepertinya hal itu sama sekali tidak mengejutkan. Dalam sebuah artikelnya yang juga menyorot perilaku dan sepak-terjang pelbagai media di Amerika dan Inggris, menulis:
“Mentalitas semacam ini seharusnya tidak mengejutkan, mengingat posisi yang dinyatakan oleh pimpinan BBC mengenai Israel. Editor Timur Tengah BBC, Raffi Berg , adalah mantan agen CIA dan kolaborator Mossad yang memiliki surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Netanyahu di dinding kantornya. Wow. Beneran nih.
Alan Macleon dengan sangat meyakinkan malah lebih mempertajam lagi. ” aryawan BBC anonim yang berbicara kepada Drop Site News mengklaim bahwa “seluruh pekerjaan Berg adalah untuk meredam segala sesuatu yang terlalu kritis terhadap Israel.” Mereka selanjutnya menuduh bahwa ia memegang kekuasaan yang “luar biasa” di lembaga penyiaran negara Inggris tersebut, bahwa ada budaya “ketakutan ekstrem” di BBC tentang penerbitan apa pun yang kritis terhadap Israel, dan bahwa Berg sendiri memainkan peran kunci dalam mengubah liputan tersebut menjadi “propaganda Israel yang sistematis.” BBC telah membantah klaim-klaim ini.

Saat ini belum ada komentar