Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Membaca Taktik Narasi Pasif Media Barat untuk “Mendukung” Agresi AS-Israel ke Iran

  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 403
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inggris yang secara tradisional dipandang lebih sopan dan elegan dibanding Amerika sebagai keponakannya di seberang Atlantik, media massa-nya pun tak kalah brutal dan bias.

Misalnya, Daily Telegraph dalam liputanya menulis:  “Inggris mendukung perang melawan Iran,” seraya menayangkan gambar diaspora Iran yang bersorak gembira atas pemboman negara mereka.

Bagaimana dengan yang namanya self-censorship atau sensor diri dari medianya itu sendiri. Inggris ternyata juga tak kalah brutal dibanding Amerika.

Sebuah jajak pendapat YouGov yang diterbitkan pada hari yang sama menemukan bahwa hanya 28% warga Inggris yang mendukung tindakan AS/Israel, dengan 49% menyatakan penentangan mereka. Meskipun demikian, pembawa acara BBC Nick Robinson menyarankan , di siaran langsung, bahwa protes terhadap serangan AS/Israel harus dilarang di seluruh Inggris.

Waduh, kok bisa begitu ya? Dalam kasus BBC menurut Alan Macleod sepertinya hal itu sama sekali tidak mengejutkan. Dalam sebuah artikelnya yang juga menyorot perilaku dan sepak-terjang pelbagai media di Amerika dan Inggris, menulis:

“Mentalitas semacam ini seharusnya tidak mengejutkan, mengingat posisi yang dinyatakan oleh pimpinan BBC mengenai Israel. Editor Timur Tengah BBC, Raffi Berg , adalah mantan agen CIA dan kolaborator Mossad yang memiliki surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Netanyahu di dinding kantornya. Wow. Beneran nih.

Alan Macleon dengan sangat meyakinkan malah lebih mempertajam lagi. ” aryawan BBC anonim yang berbicara kepada Drop Site News mengklaim bahwa “seluruh pekerjaan Berg adalah untuk meredam segala sesuatu yang terlalu kritis terhadap Israel.” Mereka selanjutnya menuduh bahwa ia memegang kekuasaan yang “luar biasa” di lembaga penyiaran negara Inggris tersebut, bahwa ada budaya “ketakutan ekstrem” di BBC tentang penerbitan apa pun yang kritis terhadap Israel, dan bahwa Berg sendiri memainkan peran kunci dalam mengubah liputan tersebut menjadi “propaganda Israel yang sistematis.” BBC telah membantah klaim-klaim ini.

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Rp2 M Lebih Dana Hiba “Nita” di SMA Pertiwi

    Polemik Rp2 M Lebih Dana Hiba “Nita” di SMA Pertiwi

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • visibility 1.495
    • 0Komentar

    AMBON- DM : Sekolah Menengah Atas (SMA) Pertiwi sukses menggaet kepercayaan Pemerintah Provinsi Maluku. Sekolah dibawah asuhan Yayasan Pendidikan Cristina Martha Tiahahu ini pun kabarnya mendapatkan kucuran dana segar senilai Rp2,5 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Maluku tahun anggaran 2025. Anggaran ini konon bagian dari alokasi dana hibah aspirasi milik Nita Bin Umar, salah […]

  • Rapat di Bappeda, Senator Bisri Bahas Hilirisasi Rempah Hingga Data Base SDA Maluku

    Rapat di Bappeda, Senator Bisri Bahas Hilirisasi Rempah Hingga Data Base SDA Maluku

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • visibility 593
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Sudah waktunya Pemerintah Provinsi Maluku mengkonsepkan hilirisasi rempah-rempat Maluku, baik itu kopra, cengkih, pala maupun komuditas  alam lainnya. Hal ini sangat membantu Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong terciptanya lapangan pekerjaan dan juga memicu pertumbuhan ekonomi.  “PAD Maluku sangat kecil, parahnya banyak regulasi membatasi kewenangan daerah untuk mengelolah  Sumber Daya Alam yang ada,” ungkap Anggota Dewan […]

  • Dibangun Sejak 1963, Gedung Panca Karya Baru Dua Kali Alami Renovasi

    Dibangun Sejak 1963, Gedung Panca Karya Baru Dua Kali Alami Renovasi

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • visibility 464
    • 0Komentar

    AMBON.DEMAL;Gedung dua lantai milik PD Panca Karya yang berdiri di atas lahan seluas 1.304 meter persegi kini tampil lebih modern dan representatif, dan menjadi pusat aktivitas kerja sekitar 260 pegawainya. Direktur Utama Perumda Panca Karya, Rany Tualeka, menyebut setiap harinya ada kurang lebih 70 pegawai yang melakukan aktivitas. Hadirnya gedung kantor yang baru menjadi momentum […]

  • Pengurus Partai Hanura Malteng Bakal Polisikan Sulaiman Opier

    Pengurus Partai Hanura Malteng Bakal Polisikan Sulaiman Opier

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • visibility 393
    • 0Komentar

    MALTENG-DM ; Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hanura Maluku Tengah, Sulaiman Opier akan dilaporkan ke Polres setempat terkair dugaan tindakan pemalsuan dokumen sebagaimana yang diatur pada Pasal 263 KUHP. Dalam keterangan press yang diterima redaksi, Sulaiman Opier selaku Ketua DPC Hanura Malteng, dan Willyam R Lomo, ST sebagai anggota DPRD Maluku Tengah di duga […]

  • Koperasi Desa Jadi Tumpuan Ekonomi, Pemkab Maluku Tenggara Perkuat Kapasitas Pengawas

    Koperasi Desa Jadi Tumpuan Ekonomi, Pemkab Maluku Tenggara Perkuat Kapasitas Pengawas

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • visibility 90
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat tata kelola koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi kerakyatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dibuka Wakil Bupati  (Wabup)Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, di Aurelia Kimson Hotel, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis 4 Mei […]

  • Ekonomi RI di Bawah 5%, Istana: Belanja Pemerintah Belum Puncaknya!

    Ekonomi RI di Bawah 5%, Istana: Belanja Pemerintah Belum Puncaknya!

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Melihatnya Jangan Dari Satu Sudut Pandang CNBC Indonesia – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tak sampai 5% pada tiga bulan pertama tahun ini. Menurutnya, hal ini disebabkan dari berbagai faktor tidak hanya soal efisiensi belanja pemerintah. “Dari sisi angka, memang betul terjadi penurunan sedikit, tetapi kita mesti memahami bahwa […]

expand_less