Dinkes Malra Turunkan Lima Dokter Spesialis Gelar PKB di Desa Ohoira
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025
- visibility 135
- comment 0 komentar

Bupati Maluku Tenggara foto bersama dengan tim dokter dari Provinsi Maluku disela kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB). (foto/ist)
LANGGUR.-DEMAL; Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, maka dimomentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Desa Ohoira, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kamis 6 November 2025.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Mega Azizah, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung sejak 5 hingga 8 November 2025, mencakup tahap perjalanan, persiapan, serta pemeriksaan kesehatan langsung di lokasi.
“Pemeriksaan dilakukan selama satu hari dengan target seluruh masyarakat yang telah mendaftar. Kami ingin memastikan pelayanan ini benar-benar menyentuh masyarakat desa,” ujar Mega di sela-sela kegiatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menurunkan lima dokter spesialis dari berbagai bidang, yaitu penyakit dalam, saraf, anak, kebidanan dan kandungan (obgyn), serta gigi dan bedah mulut. Salah satu layanan unggulan yang disediakan adalah pemeriksaan USG langsung di lokasi.
Mega menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari tenaga medis Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara dan Puskesmas setempat, dengan peralatan dan obat-obatan yang memadai. Alur pelayanan dimulai dengan pendaftaran menggunakan KTP, dilanjutkan dengan skrining awal, pemeriksaan oleh dokter spesialis, dan pengambilan obat di tempat.
“Kami memang tidak melaksanakan PKB di wilayah kota, karena target utama adalah masyarakat desa. Tahun ini kami laksanakan di Ohoira dan sekitarnya, setelah tahun lalu sukses digelar di Pulau Kei Besar,” jelasnya.
Setelah Maluku Tenggara, kegiatan PKB direncanakan akan dilanjutkan ke kabupaten/kota lain di Maluku seperti Seram Bagian Barat, Buru, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tengah, dan akan ditutup di Maluku Barat Daya pada akhir November 2025.
Tim juga melakukan monitoring layanan telemedicine di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dan fasilitas kesehatan lainnya sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan layanan digital kesehatan di wilayah kepulauan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, pemerataan akses layanan kesehatan di gugus pulau Maluku dapat meningkat signifikan,” pungkas Mega.
Salah satu warga Ohoira, Meri Renjaan, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Kami bisa periksa ke dokter spesialis secara gratis tanpa harus pergi jauh ke Langgur. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Tenggara,” ujarnya.
Simon P. Renjaan, tokoh masyarakat setempat, juga menyampaikan apresiasi.
“Selama ini pelayanan Puskesmas Ohoira cukup baik, walaupun tanpa dokter spesialis. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut secara berkala,” tutupnya.
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar