Membaca Taktik Narasi Pasif Media Barat untuk “Mendukung” Agresi AS-Israel ke Iran
- calendar_month Sel, 17 Mar 2026
- visibility 118
- comment 0 komentar

Animasi
Bukan sampai di situ saja. Sebuah memo New York Times tahun 2023 yang bocor mengungkapkan bahwa manajemen perusahaan secara eksplisit menginstruksikan wartawannya untuk tidak menggunakan kata-kata seperti “genosida,” “pembantaian,” dan “pembersihan etnis” ketika membahas tindakan Israel.
Para Staf Times harus menahan diri dari menggunakan kata-kata seperti “kamp pengungsi,” “wilayah pendudukan,” atau bahkan “Palestina” dalam pemberitaan mereka, sehingga hampir tidak mungkin untuk menyampaikan beberapa fakta paling mendasar kepada audiens mereka.
Kalau dipikir-pikir benar juga ya. Selama ini termasuk kita di Indonesia, selalu terpaku pada frase kata Gaza, meskipun kita mewartakannya secara penuh simpati dan bahkan pemihakan. Tapi tanpa sadar kita kena hipnotis, bahwa hakekat masalah sesungguhnya itu Palestina, bukan cuma Gaza atau Tepi Barat.
Cerita Alan Macleod rupanya masih bersambung. Setelah serangan 7 Oktober yang dilancarkan oleh Israel, CEO perusahaan, Mark Thompson, mengirimkan memo kepada seluruh staf yang menginstruksikan mereka untuk memastikan bahwa Hamas (dan bukan Israel) yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.
Bahwa mereka harus selalu menggunakan sebutan “dikendalikan Hamas” ketika meliput keterangan Kementerian Kesehatan Gaza mengenai angka kematian warga sipil mereka, dan melarang mereka untuk melaporkan sudut pandang Hamas, yang menurut direktur senior standar dan praktik berita kepada staf adalah “tidak layak diberitakan” dan sama dengan “retorika dan propaganda yang menghasut.”
Singkat cerita, dengan CNN, CBS News, dan TikTok yang dimiliki oleh aset CIA Larry Ellison, penyandang dana swasta terbesar IDF dan teman dekat Benjamin Netanyahu, sepertinya kita sudah saatnya menyusun Kontra Propaganda dan Kontra Pemberitaan yang jauh lebih faktual, seimbang, dan benar-benar mencerminkan situasi nyata yang memang benar benar begitulah nyatanya.(*)

Saat ini belum ada komentar