Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Warning, Maluku Kebagian Bonus Demografi Negatif di 2030

  • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
  • visibility 434
  • comment 0 komentar

 

AMBON-DM : Jumlah pengangguran terbuka produktif di Maluku saat ini menyentuh angka 6 % ekuivelan dengan 60.000 orang, angka ini berpotensi bertambah dan puncaknya di 2030.

Fenomena puncak pengangguran produktif di 2030 merupakan bonus demografi  negatif, yang kiranya perlu diperhatikan secara bijaksana oleh Pemerintah Provinsi Maluku.  Apalagi pada lima tahun ke depan, industri migas di Blok Masela mulai beroperasi.

Salah satu pegiat sosial Maluku, Joe Noya mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku, soal tantangan yang akan dihadapi Maluku ke depan, dimana ada peluang yang dapat menarik banyak tenaga kerja di Blok Masela tapi kalau tak didukung dengan skill anak-anak Maluku yang mumpuni peluang ini akan diisi para pencari kerja dari daerah lain.

Jika ini terjadi, bahaya akan menyelimuti dinamika sosial masyarakat Maluku yang mudah dieksplorasi untuk kepentingan tertentu.

“ Situasi ini, dengan tingginya angka pengangguran produktif yang terus bertambah dan sempitnya lapangan pekerjaan bagi generasi Maluku akan memperparah keadaan dan dapat berujung caos kalau tak diantisipasi sejak dini,” beber Noya.

Menurut Noya, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Maluku mesti memikirkan dampak-dampak yang akan timbul dari industri Gas Bloka Masela dan mulai membenahi sektor-sektor yang penting betkaitan dengan penyerapan tenaga kerja untuk mendukung industri gas di Blok Masela.

“ Misalnya, di sektor pendidikan. Ada  300 sertifikasi kompetensi standar migas yang perlu di raih dan disesuaikan dengan kebutuhan Proyek Mega Industri Blok Masela. Apakah ini jadi evaluasi pemerintah atukah tidak, apakah anak-anak Maluku telah siap,? Jangan sampai kuotanya diisi oleh bukan putra daerah,” singgung Noya.

Selain itu, Joe Noya juga mengupas peluang-peluang penyedia jasa lokal untuk ikut berpatisipasi dalam proyek dasar pasilitas Blok Masela.

Dimana sesuai dengan time scedulle pembangunan infrastruktur dasar, telah dimulai Agustus tahun ini dan finishing akan ada di Januari 2026.

“ Open Tender Barang dan Jasa akan di lakukan Februari 2026 – July 2026. Pada Agustus 2026 akan dilakukan pra proyek, proces rekruitmen man power, land development, pra konstruksi, EPC konstruksi kilang LNG, terminal LNG, CCS utility, sporting fasilitas di Desa Larmatang, serta Instalasi FPSO, stories floating terminal di lokasi offshore. Ini semua punya multyflayer efek positif kalau peluang ini diambil,” ungkapnya. Bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan cukup besar.

“Mega Proyek Industri Migas Blok Masela membutuhkan 10.000 man power untuk bidang sporting hospitality, teknikal sporting, hilir dan hulu energie.  Apakah SDM kita sudah siap?” tandasnya.(*)

Penulis : Abd Karim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Malra Minta Tenaga Kesehatan di RSUD Utamakan Empati

    Bupati Malra Minta Tenaga Kesehatan di RSUD Utamakan Empati

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Untuk memastikan pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas tidak cukup hanya ditopang fasilitas medis, tetapi juga membutuhkan sikap humanis dalam melayani pasien. Hal itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam penguatan layanan di RSUD Karel Satsuitubun. Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun menegaskan, peningkatan mutu layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan […]

  • Skandal Dokumen “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-I)

    Skandal Dokumen “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-I)

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Dilaporkan Sejak Tahun 2021, Polisi Mulai Garap Sejumlah Saksi   AMBON.-DEMAL ; Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku kini tengah membidik dugaan penggunaan dokumen palsu yang melibatkan Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala. Drama hukum ini bermula pada tahun 2021. Ali Hatala mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Ambon melawan Muhamad Said Nurlete (Tergugat […]

  • Mahasiswa KKN Fakultas Kedokteran Luncurkan GEMAS di Ampera

    Mahasiswa KKN Fakultas Kedokteran Luncurkan GEMAS di Ampera

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • visibility 228
    • 0Komentar

    MASOHI,-DEMAL;Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura angkatan 52 Gelombang I Tahun 2025 meluncurkan Gerakan Masyarakat Anti Stunting (GEMAS) di Ampera Kota Masohi. Sebanyak 25 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu memiliki bayi balita, dan kader posyandu dari Kelurahan Ampera Kota Masohi aktif mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi stanting dan […]

  • Bawaslu dan IPW Teken MoU Konsolidasi Demokrasi

    Bawaslu dan IPW Teken MoU Konsolidasi Demokrasi

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MASOHI,-DEMAL; Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Maluku Tengah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Independent Public Watch (IPW), Rabu, 20 Mei 2026. Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Maluku Tengah dilakukan oleh Ketua Bawaslu Maluku Tengah, La Amisuri, S.PdI, bersama Direktur IPW Maluku Tengah, Dr. Sawal. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan konsolidasi demokrasi pada masa […]

  • Tangkap Distributor B3 Cara Jitu Hentikan PETI di Gunung Botak

    Tangkap Distributor B3 Cara Jitu Hentikan PETI di Gunung Botak

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • visibility 490
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sangat muda dihentikan, jika kemudian jalur pasok B3 baik itu mercury maupun sianida diputus, para pelakunya ditangkap dan diadili. “ B3 yang kendalikan aktifitas penambangan, tanpa B3 material emas yang dikeruk penambang tak bernilai, ini diberantas lebih dulu baru bicara pengosongan atau penertiban dan lain sebagainya,” demikian […]

  • Polisi Diminta Bongkar Pemicu Bentrok Ariate-Tanah Goyang

    Polisi Diminta Bongkar Pemicu Bentrok Ariate-Tanah Goyang

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • visibility 94
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL : Salah satu tokoh muda Kabupaten Seram Bagian Barat,Alex Kuparuw meminta aparat Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat tidak hanya fokus pada pelaku lapangan peristiwa bentrokan yang melibatkan warga Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). “Penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. […]

expand_less