Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Bukan PKL, Atau Parkiran, Angkutan Umum “Biang” Macet di Mardika

  • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
  • visibility 285
  • comment 0 komentar

AMBON.-DM : Fenomena macet dan kesemerautan di kawasan Pasar Mardika masih terjadi, meski ruas jalan sudah dibersihkan Pemerintah Kota Ambon dari aktifitas pedagang kaki lima serta parkiran.

Pada jam-jam tertentu, para pejalan kaki dan juga pengendara roda dua masih kesulitan melewati ruas jalan Mardika, macet masih terjadi, sebabnya adalah jalanan dipenuhi angkutan umum yang menunggu penumpang di badan jalan bukan di dalam terminal.

Ironisnya ketika para sopir angkutan umum yang sering parkir di badan jalan ditegur karena ugal-ugalan menunggu penumpang, mereka balik ‘mengintimidasi’ pejalan kaki.

Para pengguna jalan meminta supaya Pemerintah Kota Ambon dapat segera mengambil kebijakan untuk menertibkan para sopir angkut yang sering merasa diri raja di badan jalan Pantai Mardika. Apalagi saat ini Kota Ambon sedang geliat membangun program menuju kota smart.

“Harus ada ketegasan, jika tidak terminal akan tetap kosong dari kendaraan, dan Pasar Mardika tetap semberaut,” pinta Udin salah satu warga.

Udin juga mengusulkan supaya Pemerintah Kota Ambon segera mendata seluruh sopir angkutan umum di Kota Ambon dan mereka wajib mengikuti program sertifikasi sopir angkutan.

“Suda waktunya, para sopir angkut disertfikasi oleh Pemerintah Kota Ambon, yang punya sertfikat yang harus mengemudi, dengan sertifikasi para sopir yang bandel dicabut izinnya, dan dilarang mengemudi, jika mereka tetap mengemudi pemilik kendaraan harus dicabut izin opersionalnya,” bebernya.

Dengan sertifikasi, masyarakat pengguna jalan dan angkutan umum juga akan merasa nyaman, para sopir angkutan umum akan lebih tertib lagi berkendara termasuk saat mengambil penumpang maupun menurunkan penumpang.

” Selain di Terminal Mardika, para oknum sopir angkutan juga sering berlaku ugal-ugalan di jalanan, agar ada efek jera, dan jalanan di Ambon tertib dan aman, sopir angkut memang perlu dibekali,”pungkasnya.(*)

 

Editor : Abd Karim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan SDM Kesehatan, Pemkab Malra Sukses Sekolahkan Puluhan Bidan

    Tingkatkan SDM Kesehatan, Pemkab Malra Sukses Sekolahkan Puluhan Bidan

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • visibility 231
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Sebanyak 95 bidan asal Maluku Tenggara berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dan resmi diwisuda pada 2025. Para bidan ini merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bekerjasama dengan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan (Poltekkes Kemenkses) Makassar. “Kami bangga, karena 95 bidan dari Malra hari ini resmi menjadi tenaga profesional. Ini […]

  • Dinkes Malra Sukses Gelar Skrening Massal Libatkan Ratusan Warga

    Dinkes Malra Sukses Gelar Skrening Massal Libatkan Ratusan Warga

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • visibility 212
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara melakukan skrening massal sebagai langkah proaktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menggelar gerakan penanggulangan penyakit prioritas di wilayah daratan Kei Kecil. Sabtu 18 Oktober 2025. Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, menjelaskan bahwa kegiatan skrening ini bukan sekadar pengumpulan data medis, tetapi merupakan upaya transformatif untuk […]

  • 37 Tim Ikuti Lomba Perahu Naga, Bupati : Festival Ini Kebanggaan Kita Semua

    37 Tim Ikuti Lomba Perahu Naga, Bupati : Festival Ini Kebanggaan Kita Semua

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • visibility 191
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Gelora semangat kebersamaan dan sportivitas memenuhi kawasan Pantai Elomel, Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Selasa 21 Oktober 2025. Ribuan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan Lomba Dragon Boat (Perahu Naga), salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025. Kegiatan tahunan bergengsi ini sukses menghadirkan 37 tim peserta dari berbagai penjuru […]

  • Ada “Hotel Berbintang” Dengan  Tiga Helipad di Lokasi Bendungan Way Apu 

    Ada “Hotel Berbintang” Dengan  Tiga Helipad di Lokasi Bendungan Way Apu 

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • visibility 545
    • 0Komentar

    AMBON- DM : Pembangunan mega proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Way Apu Kabupaten Buru, sampai saat ini belum juga rampung.  Proyek ini mulai dikebut pada tahun 2017, Pekerjaan konstruksinya terbagi menjadi 2 paket yaitu paket 1 berupa konstruksi bendungan utama oleh PT PP – Adhi Karya KSO dengan biaya Rp1,11 triliun dan paket 2 berupa […]

  • Soal RUU Kepulauan Telah Siap, Senator Boy : Kewenangan Daerah Kepulauan Bakal Diperkuat

    Soal RUU Kepulauan Telah Siap, Senator Boy : Kewenangan Daerah Kepulauan Bakal Diperkuat

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA.-DEMAL;  DPD RI melalui Tim Kerja (Timja) RUU Daerah Kepulauan mulai memantapkan pembahasan regulasi strategis bagi wilayah kepulauan dalam rapat perdana yang digelar pada 7 April 2026. Rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dengan salam lintas agama sebagai simbol kebersamaan, sekaligus menandai kelanjutan perjuangan RUU yang telah masuk Prolegnas sejak […]

  • Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Oleh: Alimudin Kolatlena (Anggota DPR RI Frakdi Partai Gerindra Dapil Maluku)   Persoalan tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru, telah menjadi benang kusut yang menyandera Maluku selama bertahun-tahun. Di satu sisi, kita menyaksikan perputaran ekonomi yang cepat. Namun di sisi lain, ada harga mahal yang harus dibayar: kerusakan lingkungan yang masif, ancaman racun merkuri […]

expand_less