Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Membaca Taktik Narasi Pasif Media Barat untuk “Mendukung” Agresi AS-Israel ke Iran

  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 516
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cerita Alan Macleod rupanya masih bersambung. Setelah serangan 7 Oktober yang dilancarkan oleh Israel, CEO perusahaan, Mark Thompson, mengirimkan memo kepada seluruh staf yang menginstruksikan mereka untuk memastikan bahwa Hamas (dan bukan Israel) yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

Oleh : Hendrajit, pengkaji geopolitik, Global Future Institute.

 

JAKARTA.-DEMAL : Apa kabar Indonesia? Sekarang mari kita telaah liputan-liputan media Barat sehubungan dengan Serangan yang dilancarkan AS-Israel ke Iran sejak akhir Februari lalu.

Ada ciri umum yang menarik, kalau saya cermati dari gaya pemberiaan hingga bagaimana narasinya disampaikan. Tampaknya selalu menggunakan kalimat pasif alih-alih aktif.

Di seluruh Barat, media korporat telah menggunakan taktik yang sama, yaitu menggunakan kalimat pasif dan tidak menyebutkan pelaku ketika menggambarkan agresi AS/Israel. Contoh sempurna dari hal ini adalah judul berita BBC, “Setidaknya 153 tewas setelah dilaporkan terjadi serangan di sekolah, kata Iran.

“Iran memilih kekacauan” demikian judul buletin New York Times, yang menggambarkan Republik Islam sebagai aktor utama.

Surat kabar Free Press malah menggunakan kalimat-kalimat yang lebih agresif lagi, seolah-olah sebuah pamflet untuk menggerakkan aksi massa. “Perang adalah kesempatan terbaik rakyat Iran untuk meraih perdamaian,” menggambarkan kejahatan AS/Israel sebagai tindakan belas kasihan terhadap penduduknya yang telah lama menderita.

Dalam mewartakan para korban perang pun beberapa media Barat cenderung bias. Misalnya saja Washington Post,  menulis (penekanan ditambahkan):  “Israel mendesak evakuasi pinggiran kota Beirut selatan; Iran mengancam akan membalas dendam kepada AS atas kapal perangnya.” Sehingga muncul kesan di benak pembaca kalau Israel merupakan pihak yang berupaya dengan itikad baik untuk mengurangi korban sipil, sementara respons Iran terhadap serangan dan penenggelaman kapal mereka di perairan internasional digambarkan sebagai ancaman.

Taktik umum lain yang digunakan media untuk mendelegitimasi adalah dengan menyebut Iran sebagai “rezim” (misalnya, Bloomberg , Washington Post , Wall Street Journal , Financial Times , CNN , NBC News ).

Kata “rezim” mencerminkan politik keredaksian media-media korporat arus utama di Amerika untuk secara sengaja atau bisa juga mewakili alam bawah sadar pemihakah Barat kepada negara-negara non-Eropa untuk memojokkan pemerintah, dan mendorong pembaca untuk menentangnya. Frasa “rezim Israel” hampir tidak pernah digunakan, kecuali dalam kutipan dari pejabat Iran.

Stasiun televesi Amerika yang berhaluan liberal dan cenderung pro partai demokrat alih-alih partai republik, CNN, ternyata kalau urusan liputan perang, tetap saja ngepro AS dan sekutu-sekutunya.

Coba simak penarasiannya. Ketika sejumlah besar pasukan Israel menginvasi Lebanon selatan, beberapa media Barat berupaya mencari cara untuk menampilkan operasi tersebut sebagai sah, termasuk menggunakan frasa “menyeberang ke Lebanon” secara halus untuk menggambarkan invasi tersebut, atau bahkan menyalahkan Hizbullah atas kekerasan tersebut.


CNN, misalnya, menulis bahwa, “Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang melawan Iran.”  Dalam bagian lain CNN menulis, “Hizbullah baru saja memulai kembali pertempuran yang ditunggu Israel untuk diakhiri.” Sehingga berita tersebut sengaja atau tak sengaja memutar-balikkan kenyataan siapa yang menyerang siapa.

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Bulan Gaji Pasilitator Program BSPS di Maluku Belum Dibayar PUPR

    Tiga Bulan Gaji Pasilitator Program BSPS di Maluku Belum Dibayar PUPR

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • visibility 223
    • 0Komentar

      AMBON.-DEMAL; Hampir selesai masa tugas, gaji ratusan tenaga pendamping yang direkrut secara profesional oleh Kementrian Pekerjaan Umum untuk mendampingi masyarakat penerima manfaat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) belum dibayar. “Tiga bulan ini kami belum menerima gaji,sesuai kontrak,” kata salah satu sumber dalam pesan pendek kepada media. Rabu 10 Juni 2026. Sumber yang juga […]

  • Lupakan “Perdamaian”, Matangkan Resiliensi

    Lupakan “Perdamaian”, Matangkan Resiliensi

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • visibility 585
    • 0Komentar

    DALAM banyak kasus, konflik menjadi pra-kondisi atasmunculnya semangat transformasi. Lihat saja rentetan peristiwa konflik komunal yang bernuansa kekerasan di Indonesia, terkhususnya pada periode pasca reformasi, yang cenderung menghasilkan perubahan mendasar baik dalam struktur politik dan pemerintahan maupun pola relasi kewargaan. Perubahan tersebut terkondisikan sebagai upaya menghasilkan sistem sosial yang peka pada konflik. Tatanan, nilai dan […]

  • Polemik Rp2 M Lebih Dana Hiba “Nita” di SMA Pertiwi

    Polemik Rp2 M Lebih Dana Hiba “Nita” di SMA Pertiwi

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • visibility 1.550
    • 0Komentar

    AMBON- DM : Sekolah Menengah Atas (SMA) Pertiwi sukses menggaet kepercayaan Pemerintah Provinsi Maluku. Sekolah dibawah asuhan Yayasan Pendidikan Cristina Martha Tiahahu ini pun kabarnya mendapatkan kucuran dana segar senilai Rp2,5 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Maluku tahun anggaran 2025. Anggaran ini konon bagian dari alokasi dana hibah aspirasi milik Nita Bin Umar, salah […]

  • Peringati Hari Desa Nasional, PKS Kota Sambangi Negeri Batu Merah

    Peringati Hari Desa Nasional, PKS Kota Sambangi Negeri Batu Merah

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • visibility 392
    • 0Komentar

      AMBON.-DEMAL; Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Ambon bikin terobosan,tak lagi sekadar mengandalkan kader-kadernya mengawal aspirasi rakyat di DPRD, tapi para pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS lansung turun gunung datangi mayarakat mendengar mencari solusi atas problem-problem yang selama ini dihadapi rakyat. Kali ini dengan memanfaatkan momentum Hari Desa Nasional, PKS Kota Ambon melakukan kunjungan […]

  • Warga Mulai Mendulang Emas di Bawah Jembatan Waenibe,Sehari 12 Gram

    Warga Mulai Mendulang Emas di Bawah Jembatan Waenibe,Sehari 12 Gram

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • visibility 449
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL; Potensi biji emas di Pulau Buru ternyata tidak hanya terkonsentrasi di Gunung Botak, terbaru salah satu sungai yang berjarak kurang dari 7 kilo meter dari pemukiman Desa Waenibe Kecamatan Fena Leisela juga menyimpan emas. Salah satu warga net dalam unggahannya di media sosial mengenai hasil pendulangan emas di bawah jembatan Waenibe dalam sehari bisa […]

  • Kadis The City dan Kisah Cinta Lyla Bukan Majnun (Bag-II)

    Kadis The City dan Kisah Cinta Lyla Bukan Majnun (Bag-II)

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • visibility 442
    • 0Komentar

    SAMBIL merekam kondisi kamar, Bibi mulai tersudut, tak menyangka suaminya bisa menemukan mereka bertiga di dalam kamar 505. Kedatangan Bibi di kamar itu, memang bukan untuk berjumpa Kadis The City, dia juga lagi bermasalah dengan suaminya. Dan berniat berbagi kisah dengan Layla Bukan Majnun. “ Kamu lagi dimana, saya lagi ada masalah,” tanya Bibi kepada […]

expand_less