Kolaborasi Pentahelix Warnai Pelaksanaan KKN-PPM UGM di Maluku Tenggara
- calendar_month Rab, 24 Jun 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal dan peningkatan ketangguhan masyarakat menghadapi perubahan iklim. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 yang melibatkan 62 mahasiswa di sejumlah wilayah Kepulauan Kei.
Program pengabdian masyarakat yang berlangsung selama 50 hari itu merupakan hasil kerja sama antara Universitas Gadjah Mada, Universitas Pattimura, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM 2026, Leni Sophia Heliani, mengatakan tema yang diangkat tahun ini berfokus pada pengembangan usaha masyarakat dan penguatan ketahanan wilayah pulau kecil terhadap dampak perubahan iklim.
“KKN-PPM 2026 mengangkat tema pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan dan pengembangan usaha masyarakat berbasis ketangguhan masyarakat pulau kecil terhadap perubahan iklim,” ujar Leni Sophia Heliani saat menyampaikan laporan pelaksanaan KKN-PPM UGM Periode Juni–Agustus 2026 di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa 23 Juni 2026.
Sebanyak 39 mahasiswa ditempatkan di wilayah Kei Kecil Timur Selatan yang terdiri atas 29 mahasiswa UGM dan 10 mahasiswa Universitas Pattimura. Sementara itu, 23 mahasiswa UGM lainnya ditempatkan di wilayah Kei Kecil Barat.
Para peserta akan melaksanakan berbagai program pendampingan dan pengabdian masyarakat di sejumlah ohoi, antara lain Ohoi Elaar Let, Ohoi Elaar Lamagorang, Ohoi Elaar Ngursoin, serta beberapa desa lainnya di Kecamatan Kei Kecil Barat.
Pelaksanaan KKN-PPM difokuskan pada empat klaster utama, yaitu sains dan infrastruktur, agro dan lingkungan, kesehatan, serta sosial dan komunikasi. Program yang dijalankan mencakup penguatan sektor pertanian dan perikanan, konservasi mangrove, penyusunan masterplan pariwisata, edukasi kesehatan masyarakat, hingga pengembangan regulasi dan potensi ekonomi desa.
Menurut Leni, pelaksanaan KKN-PPM tahun ini juga diperkuat melalui pendekatan kolaborasi pentahelix dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PT Pelindo, Pupuk Indonesia, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi melalui program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai kehidupan sosial masyarakat Maluku Tenggara yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan.
“Mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dengan hidup dan berinteraksi langsung bersama masyarakat yang memiliki keberagaman agama dan budaya, namun tetap hidup rukun dalam semangat persaudaraan,” katanya.
Selain aspek pemberdayaan masyarakat, keselamatan peserta juga menjadi perhatian selama pelaksanaan kegiatan. Seluruh mahasiswa telah mendapatkan pembekalan terkait Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), termasuk keselamatan di wilayah perairan, penggunaan alat pelindung diri, dan mitigasi risiko lingkungan.
Leni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, para camat, kepala ohoi, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, program KKN-PPM diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan model pemberdayaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah kepulauan terhadap dampak perubahan iklim.(*)

Saat ini belum ada komentar