Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Kisah Pius Janwarin: Anak Namlea yang Tak Pernah Menyerah Menembus Proliga

  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGGUR.-DEMAL ; Setiap mimpi memiliki titik awal. Bagi Pius Andreas Stephanus Janwarin, mimpi itu lahir dari sebuah kampung di Namlea, Maluku, dari sebuah bola voli dan keinginan sederhana untuk menjadi pemain yang membanggakan daerahnya.

Kini, perjalanan itu telah membawanya jauh. Dari lapangan sekolah di Namlea, ia melangkah ke Ambon, kemudian Jakarta, memperkuat sejumlah klub, meraih gelar juara Livoli, tampil di Proliga hingga mengikuti seleksi Pelatnas.
Di tengah perjalanan panjang tersebut, ia juga mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pius lahir di Namlea pada 28 Januari 1974, putra pasangan Servasius Janwarin dan Petronela Welafubun. Sejak duduk di bangku SMP, olahraga voli telah mencuri perhatiannya.

Ia bermimpi memperkuat tim voli SMP Negeri Namlea. Namun, kesempatan itu belum datang. Namanya belum masuk dalam tim sekolah.

Alih-alih menyerah, Pius justru menjadikan kegagalan itu sebagai bahan bakar untuk terus berlatih.

Pius Andreas Stephanus Janwarin menggunakan nomor punggung 2.

Kesempatan Pertama di SMA

Setelah lulus SMP, Pius melanjutkan pendidikan di SMA Pertiwi Namlea. Di sekolah inilah pintu yang selama ini dinantikannya mulai terbuka. Seorang guru olahraga sekaligus guru IPS, yang biasa dipanggil Pak Rahanra, memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki minat terhadap voli untuk berlatih. Latihan dilakukan tidak hanya pada jam olahraga, tetapi juga pada waktu istirahat.

Pius memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Ketekunan itu mulai membuahkan hasil. Saat duduk di kelas satu SMA, ia dipercaya mewakili SMA Pertiwi Namlea dalam pertandingan voli tingkat Kecamatan Namlea.

Menjelang kenaikan kelas tiga, kepercayaan kembali diberikan kepadanya. Bersama rekan-rekannya, Pius memperkuat tim Kecamatan Namlea dalam kompetisi tingkat kabupaten. Hasilnya membanggakan. Tim yang mereka bela berhasil meraih juara pertama. Namun, bagi Pius, trofi tersebut bukanlah garis akhir. Justru dari sanalah perjalanan yang lebih besar dimulai.

Merantau Membawa Mimpi ke Ambon
Setelah menamatkan SMA, Pius memberanikan diri meninggalkan Namlea dan merantau ke Ambon.
Ia datang tanpa fasilitas mewah dan tanpa jaminan kesuksesan. Yang dibawanya hanya kemampuan, keberanian, kerja keras dan keyakinan bahwa mimpinya layak diperjuangkan.

Di Ambon, ia mulai mengikuti berbagai pertandingan antarklub. Ia kemudian bergabung dengan Klub Yarden di Ambon, Laha, di bawah pembinaan Pak Man. Melihat kemampuan dan potensi yang dimilikinya, Pius mendapat kesempatan untuk berlatih dan bergabung dengan klub tanpa biaya. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan.

Hari demi hari ia berlatih. Turnamen demi turnamen dijalani. Setiap pertandingan menjadi ruang untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Perlahan, namanya mulai dikenal di lingkungan voli Maluku.
Hingga akhirnya, Pius dipercaya memperkuat tim voli Provinsi Maluku dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia menjalani pemusatan latihan di Ambon sebelum kemudian mengikuti Pra-PON di Menado tahun 1992.
Di Menado, perjalanan kariernya kembali mengalami lompatan besar.

Dari Pra-PON Menado ke Jakarta
Penampilan Pius menarik perhatian pelatih Pelita Jaya Jakarta. Kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet. Pada Oktober 1993, ia berangkat ke Jakarta.

Untuk pertama kalinya, anak Namlea itu meninggalkan tanah kelahirannya dan memasuki lingkungan olahraga dengan persaingan yang jauh lebih ketat.

Pius bergabung dengan Pelita Jaya selama kurang lebih enam bulan. Namun, perjalanan karier tidak selalu berjalan mulus. Ketika klub tersebut kemudian bubar, ia tidak berhenti.

Ia melanjutkan perjalanan bersama Popsivo.
Tidak lama kemudian, babak baru kembali hadir dalam kehidupannya. Pius mengikuti proses penerimaan anggota Polri dan berhasil menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia. Menjadi polisi ternyata tidak membuat kecintaannya terhadap voli berakhir. Sebaliknya, ia menjalankan dua peran sekaligus: mengabdi sebagai anggota Polri dan tetap menjaga kariernya sebagai atlet.

Dari Voli Indoor ke Voli Pantai

Pius tidak hanya menekuni voli indoor. Ia juga mencoba tantangan baru melalui voli pantai. Kerja kerasnya kembali menghasilkan kesempatan. Ia dipercaya mewakili DKI Jakarta dalam Pra-PON Voli Pantai di Yogyakarta tahun 1996.

Pius berhasil melewati Pra-PON dan memperoleh kesempatan untuk melangkah menuju PON. Namun, lagi-lagi, perjalanan memberinya pelajaran tentang arti kegagalan.

Dalam seleksi akhir, ia belum berhasil mendapatkan tempat untuk tampil di PON.

Kegagalan itu tentu tidak mudah. Tetapi Pius memilih tidak menjadikannya alasan untuk berhenti.
Baginya, olahraga mengajarkan satu hal penting: kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari perjalanan.
Kalah bukan berarti selesai.

Juara Livoli, Jalan Menuju Proliga
Setelah Popsivo bubar, Pius kembali mencari jalan untuk mempertahankan kariernya sebagai atlet.

Ia kemudian bergabung dengan Klub Mabes TNI dan mengikuti berbagai kompetisi voli di Jakarta. Salah satu pencapaian terbesar hadir ketika ia bersama Mabes TNI tampil di Livoli. Kerja keras, disiplin dan konsistensi akhirnya berbuah manis.

Mabes TNI berhasil meraih juara pertama Livoli.
Prestasi tersebut semakin membuka pintu bagi Pius menuju kompetisi yang lebih tinggi. Tidak lama kemudian, kesempatan bermain di Proliga, kompetisi voli tertinggi di Indonesia, datang kepadanya.

Untuk pertama kalinya, ia tampil di Proliga bersama Jakarta Patriot. Perjalanan panjang dari Namlea ke Ambon, kemudian Jakarta, akhirnya membawanya ke salah satu panggung terbesar bola voli Indonesia.

Langkahnya bahkan berlanjut hingga seleksi Pelatnas. Polisi, Atlet dan Ayah bagi Keluarga. Di balik perjalanan panjang sebagai atlet, Pius tetap menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri sejak 1995.

Saat ini, ia bertugas di Polresta Tangerang, Banten, dengan jabatan sebagai Kanit Lantas. Di luar tugas dan olahraga, Pius juga menjalani kehidupan keluarga. Ia menikah dengan Ratna Prihatin dan dikaruniai seorang anak bernama Katarina Zein Angelica Janwarin.

Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa profesi dan cita-cita tidak selalu harus dipertentangkan. Dengan disiplin dan manajemen waktu, pengabdian kepada negara dapat berjalan berdampingan dengan kecintaan terhadap olahraga.

Mimpi yang Berawal dari Lapangan Sederhana
Kisah Pius Andreas Stephanus Janwarin pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang seorang pemain voli.
Ini adalah cerita tentang keberanian untuk bermimpi, kesediaan untuk berjuang, keberanian menghadapi kegagalan dan ketekunan untuk bangkit kembali.

Ia pernah tidak mendapat tempat di tim SMP. Namun, ia tidak berhenti.

Ia pernah meninggalkan kampung halaman dengan modal seadanya. Namun, ia terus melangkah.

Ia pernah gagal dalam seleksi menuju PON. Namun, ia kembali berlatih.

Hingga akhirnya, anak Namlea itu mampu mencatatkan namanya di kompetisi voli tingkat nasional, meraih juara Livoli, tampil di Proliga dan mengikuti seleksi Pelatnas.

Perjalanan tersebut menjadi pesan kuat bagi generasi muda di Maluku dan Indonesia: besar kecilnya sebuah kampung bukan ukuran besar kecilnya sebuah mimpi.

Yang menentukan adalah seberapa kuat seseorang berjuang untuk mewujudkannya.

“Beranilah bermimpi setinggi mungkin. Berusahalah sekuat mungkin. Berdoalah sebanyak mungkin. Karena tidak pernah ada yang tahu sejauh mana sebuah mimpi dapat membawa seseorang, selama ia tidak pernah berhenti memperjuangkannya,” pungkas Pius.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Santai HUT Demokrat ke-25: Ribuan Warga Malra Goyang Bersama di Land Mark Langgur

    Jalan Santai HUT Demokrat ke-25: Ribuan Warga Malra Goyang Bersama di Land Mark Langgur

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • visibility 117
    • 0Komentar

    LANGGUR,-DEMAL : Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25 yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Maluku Tenggara (Malra) di Kota Langgur berlangsung sangat meriah dibanjiri ribuan warga, Sabtu 12 September 2026. Kemeriahan puncak acara ini diawali dengan jalan santai dan senam bersama, setelah sebelumnya sukses melaksanakan gerakan Langit Biru Indonesia Asri berupa […]

  • Puncak Perayaan HUT Kota Langgur Watubun Ajak Masyarakat Bersatu

    Puncak Perayaan HUT Kota Langgur Watubun Ajak Masyarakat Bersatu

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • visibility 249
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Kota Langgur harus tampil sebagai simbol kemajuan dan kemandirian Kabupaten Maluku Tenggara, bukan sekadar nama ibu kota di atas kertas. Demikian pernyataan Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kota Langgur, yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu 8 Oktober 2025. Watubun menjelaskan bahwa secara historis, […]

  • Zulhas Isyaratkan F-PAN di DPR-RI Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

    Zulhas Isyaratkan F-PAN di DPR-RI Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • visibility 225
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bisri As Shiddiq Latuconsina mengaku jika ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mendukung Rancangan Undang-undangan (RUU) Daerah Kepulauan untuk dibahas dan disahkan. “Dalam pertemuan saya,teman-teman DPD-RI beberapa waktu lalu dengan Pak Ketum PAN yang juga Menko. Pak Zulhas mencertikan jika waktu beliau menjabat ketua […]

  • Kantor SAR Ambon Gelar Tasyakuran dan Buka Puasa Bersama Peringati HUT Ke-54

    Kantor SAR Ambon Gelar Tasyakuran dan Buka Puasa Bersama Peringati HUT Ke-54

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • visibility 349
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL; Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon menggelar Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).Senin 2 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Rapat Kantor SAR Ambon juga dilaksanakan secara serentak di Kantor Pusat Basarnas serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Indonesia. Kepala Kantor SAR Ambon dalam […]

  • Capaian SPM Pendidikan Baru 58,21 Persen, Pemkab Maluku Tenggara Lakukan Pembenahan

    Capaian SPM Pendidikan Baru 58,21 Persen, Pemkab Maluku Tenggara Lakukan Pembenahan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • visibility 173
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui percepatan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Langkah tersebut menjadi prioritas daerah menyusul capaian SPM pendidikan yang saat ini berada pada angka 58,21 persen. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan […]

  • Nilai Tertinggi Tak Diangkat, Kades Lisabata Digugat ke PTUN Ambon

    Nilai Tertinggi Tak Diangkat, Kades Lisabata Digugat ke PTUN Ambon

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • visibility 157
    • 0Komentar

    SERAM BAGIAN BARAT,-DEMAL; Mar’ie Apif Hatala menggugat Kepala Desa (Kades) Lisabata, Lauhin Kolly ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon karena menggantikannya dengan calon staf desa yang memiliki nilai lebih rendah. Keputusan Lauhin itu dianggap Apif cacat hukum dan mengebiri hak individunya. Materi gugatan yakni Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Lisabata Nomor: 141.3-05/SK/KD-LSB/2026 tentang Pengangkatan […]

expand_less