Hadapi Mudik Lebaran, Perumda Panca Karya Dorong E-Ticketing dan Siapkan Armada Feri
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Operator dan regulator perhubungan menggelar jumpa pers di kantor PD.Panca Karya menjelaskan keabsahan suplesi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AMBON,-DEMAL: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya terus mematangkan persiapan menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Fokus utama perusahaan pelat merah ini adalah menerapkan sistem tiket elektronik (e-ticketing) dan memastikan kesiapan armada kapal feri demi kelancaran perjalanan masyarakat di Bumi Raja-raja.
Direktur Operasional Perumda Panca Karya, Syaifudin Goo, menegaskan bahwa pihaknya sedang mendorong para mitra untuk menerapkan sistem e-ticketing sebelum musim mudik tiba. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang.
“Sementara kita dorong hal itu ke mitra. Semua tidak mudah memang, karena butuh kesiapan yang matang. Karena itu kita berharap pada waktunya sistem elektronik bisa berjalan,” ujar Syaifudin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3).
Syaifudin mengakui, jalur pelayaran untuk kapal subsidi selama ini masih menggunakan sistem penjualan tiket manual. Berbeda dengan kapal komersial di pelabuhan kelolaan ASDP yang sudah serba digital. Namun, ia optimis perubahan ke sistem elektronik pada kapal subsidi akan terwujud dalam waktu dekat.
Kesiapan Armada Kapal
Sebagai operator transportasi laut dan darat yang diamanahkan pemerintah daerah, Perumda Panca Karya mengelola total sembilan armada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) atau feri. Saat ini baru dua armada yang aktif beroperasi melayani warga, yakni KMP Sardinela dan KMP Maluku Indah 01.
Meski begitu, proses perawatan kapal (docking) terus dikebut. KMP Bada Leon baru saja masuk Dok Waiame untuk perawatan tahunan. Sementara itu, tiga kapal lainnya yaitu KMP Bahtera Nusantara, KMP Tatihu, dan KMP Tanjung Kuako sudah selesai turun dari galangan dan sedang bersiap masuk ke jalur pelayaran.
“Salah satu armada kita yang ada di atas galangan yaitu Tanjung Sole mungkin dua hari ke depan juga sudah turun,” tambah Syaifudin. Adapun dua kapal tersisa, KMP Loriamar dan KMP Teluk Ambon, masih dalam antrean jadwal doking.
Target Empat Armada untuk Jalur Mudik
Menyiasati kondisi armada yang ada, Perumda Panca Karya menargetkan minimal ada empat kapal feri yang siap beroperasi penuh saat arus mudik nanti. Kapal-kapal ini akan dibagi untuk melayani beberapa rute gemuk yang padat penumpang.
Jalur utama yang menjadi fokus pelayanan antara lain rute Hunimua–Waipirit, Hitu–Luhu, dan Galala–Namlea. Tidak hanya itu, manajemen juga peka terhadap kebutuhan penyeberangan antarpulau lainnya yang kerap membeludak saat Lebaran.
“Kami juga upayakan pula dapat mengirim armada bantuan melayani rute Waai–Kailolo,” pungkas Syaifudin. (***)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar