Selasa, 27 Okt 2026
light_mode

Bahaya Membangun Peradaban Kecemasan

  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 427
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika pembangunan hanya melahirkan kecemasan, maka yang kita bangun bukan peradaban, melainkan jebakan kolektif.


Prof. Dr. Idrus Alhamid, S.Ag, M.Si

Ketua Umum IKA UIN Amsa


KITA hidup di zaman ketika manusia dipaksa menjadi “yang terbaik” setiap saat. Pendidikan, karier, bahkan relasi sosial berubah menjadi arena kompetisi tanpa jeda. Namun di balik slogan kemajuan itu, lahirlah satu penyakit peradaban yang jarang disadari: kecemasan kolektif.

Ketika hidup direduksi pada urusan sandang, pangan, dan papan, manusia modern terjebak dalam logika kapitalistik yang kejam. Modal diposisikan sebagai satu-satunya penawar rasa cemas. Siapa yang punya modal dianggap aman, siapa yang tidak—dibiarkan gelisah dan terpinggirkan. Inilah fondasi rapuh dari apa yang layak disebut Peradaban Kecemasan.

Peradaban ini ditandai oleh stres kronis, ketakutan berlebihan terhadap masa depan, dan obsesi akan keamanan ekonomi. Teknologi yang seharusnya membebaskan justru mempercepat tekanan hidup. Media sosial memamerkan kesuksesan semu, sementara realitas sosial dipenuhi ketimpangan dan ketidakpastian. Manusia dipaksa tersenyum di layar, tetapi gelisah dalam kenyataan.

Bahaya terbesar peradaban kecemasan bukan hanya pada kesehatan mental individu, melainkan pada runtuhnya solidaritas sosial. Ketika kecemasan menjadi norma, empati menjadi barang langka. Relasi manusia berubah menjadi transaksional, penuh kecurigaan, dan kehilangan kehangatan kolektif. Kita hidup berdekatan, tetapi semakin terasing satu sama lain.

Mitigasi atas krisis ini tidak cukup dengan seminar motivasi atau terapi individual. Yang dibutuhkan adalah koreksi arah peradaban. Kebersamaan antara pelaku ekonomi dan pemilik modal harus dibangun kembali dalam semangat gotong royong, bukan eksploitasi. Karya kolektif, keadilan distribusi, dan ruang partisipasi sosial adalah obat paling masuk akal untuk mereduksi kecemasan komunal.

Kita pernah merasakan kehidupan yang lebih tenang, terutama di desa-desa, ketika manusia hidup selaras dengan alam. Reboisasi dan perawatan lingkungan bukan sekadar proyek ekologis, melainkan cara menjaga kesehatan batin peradaban. Alam yang lestari menenangkan manusia; manusia yang tenang tidak rakus pada alam.

Jika pembangunan hanya melahirkan kecemasan, maka yang kita bangun bukan peradaban, melainkan jebakan kolektif. Kemajuan sejati bukan soal seberapa cepat kita berlari, melainkan seberapa manusiawi kita hidup bersama.(*)

Papua, 25 Januari 2026

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pahami Kompleksitas Wilayah Kepulauan, Ulwan Talaohu Dapat Respons Positif Pimpin BPJN Maluku

    Pahami Kompleksitas Wilayah Kepulauan, Ulwan Talaohu Dapat Respons Positif Pimpin BPJN Maluku

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • visibility 249
    • 0Komentar

      AMBON,-DAMAL : Langkah strategis penunjukan Muhammad Ulwan Talaohu, S.T., M.T. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku menuai respons positif dan dinilai sebagai preseden baik bagi penguatan sumber daya manusia (SDM) berbasis kewilayaan. Apresiasi besar salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Mahasiswa Pecinta Tanah Air (DPW PMPI) Provinsi […]

  • Zulhas Isyaratkan F-PAN di DPR-RI Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

    Zulhas Isyaratkan F-PAN di DPR-RI Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • visibility 241
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bisri As Shiddiq Latuconsina mengaku jika ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mendukung Rancangan Undang-undangan (RUU) Daerah Kepulauan untuk dibahas dan disahkan. “Dalam pertemuan saya,teman-teman DPD-RI beberapa waktu lalu dengan Pak Ketum PAN yang juga Menko. Pak Zulhas mencertikan jika waktu beliau menjabat ketua […]

  • Hasil Audit BPK, Banyak Paket Proyek di BPJN Maluku Kelebihan Bayar

    Hasil Audit BPK, Banyak Paket Proyek di BPJN Maluku Kelebihan Bayar

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • visibility 675
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku kembali menjadi sorotan, aktivis anti korupsi mencium ada aroma korupsi yang selama ini tersembunyi. Dugaan memperkaya diri dan kelompok ini tercium setelah adanya hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan atas sejumlah pekerjaan dilingkup BPJN Maluku. Dalam laporan itu, ditemukan banyak sekali proses pencairan anggaran proyek yang mengabaikan […]

  • Pemkab Aru Resmi Terapkan SP2D Online, Terintegrasi SIPD RI

    Pemkab Aru Resmi Terapkan SP2D Online, Terintegrasi SIPD RI

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru resmi meluncurkan Sistem Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI), Kamis (17/9/2026). Penerapan sistem digital ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Kepulauan Aru dalam memodernisasi tata kelola keuangan daerah sekaligus mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Peluncuran tersebut dihadiri […]

  • Dalam Empat Tahun Hanya Dua Kali Pernikahan di MBD, Malteng 1000 Pernikahan/Tahun

    Dalam Empat Tahun Hanya Dua Kali Pernikahan di MBD, Malteng 1000 Pernikahan/Tahun

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • visibility 162
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL:Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) cukup lambat, salah satu pengaruh yakni minimnya pernikahan di wilayah tersebut. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 2021 sampai tahun 2024 tak ada satupun pernikahan yang terekam di Kabupaten MBD. Tercatat nol pernikahan. Uniknya lagi, di tahun 2025 hanya dua kali pernikahan. Saat ini jumlah […]

  • Datangi Relawan Dan Serap Aspirasi Masyarakat Maluku Tengah

    Datangi Relawan Dan Serap Aspirasi Masyarakat Maluku Tengah

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Safari Ramadhan Senator Bisri di Maluku Tengah (Bag-I)   MASOHI.-DEMAL ; Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina manfaatkan bulan suci ramadhan untuk menyambangi para konstituennya di Maluku Tengah dalam agenda penyerapan aspirasi di Provinsi Maluku tahun 2026. Dimulai dari Kota Masohi, Bisri As Shiddiq Latuconsina bertemu ratusan relawan di Ibu Kota […]

expand_less