Kamis, 11 Jun 2026
light_mode

Bahaya Membangun Peradaban Kecemasan

  • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
  • visibility 239
  • comment 0 komentar

Jika pembangunan hanya melahirkan kecemasan, maka yang kita bangun bukan peradaban, melainkan jebakan kolektif.


Prof. Dr. Idrus Alhamid, S.Ag, M.Si

Ketua Umum IKA UIN Amsa


KITA hidup di zaman ketika manusia dipaksa menjadi “yang terbaik” setiap saat. Pendidikan, karier, bahkan relasi sosial berubah menjadi arena kompetisi tanpa jeda. Namun di balik slogan kemajuan itu, lahirlah satu penyakit peradaban yang jarang disadari: kecemasan kolektif.

Ketika hidup direduksi pada urusan sandang, pangan, dan papan, manusia modern terjebak dalam logika kapitalistik yang kejam. Modal diposisikan sebagai satu-satunya penawar rasa cemas. Siapa yang punya modal dianggap aman, siapa yang tidak—dibiarkan gelisah dan terpinggirkan. Inilah fondasi rapuh dari apa yang layak disebut Peradaban Kecemasan.

Peradaban ini ditandai oleh stres kronis, ketakutan berlebihan terhadap masa depan, dan obsesi akan keamanan ekonomi. Teknologi yang seharusnya membebaskan justru mempercepat tekanan hidup. Media sosial memamerkan kesuksesan semu, sementara realitas sosial dipenuhi ketimpangan dan ketidakpastian. Manusia dipaksa tersenyum di layar, tetapi gelisah dalam kenyataan.

Bahaya terbesar peradaban kecemasan bukan hanya pada kesehatan mental individu, melainkan pada runtuhnya solidaritas sosial. Ketika kecemasan menjadi norma, empati menjadi barang langka. Relasi manusia berubah menjadi transaksional, penuh kecurigaan, dan kehilangan kehangatan kolektif. Kita hidup berdekatan, tetapi semakin terasing satu sama lain.

Mitigasi atas krisis ini tidak cukup dengan seminar motivasi atau terapi individual. Yang dibutuhkan adalah koreksi arah peradaban. Kebersamaan antara pelaku ekonomi dan pemilik modal harus dibangun kembali dalam semangat gotong royong, bukan eksploitasi. Karya kolektif, keadilan distribusi, dan ruang partisipasi sosial adalah obat paling masuk akal untuk mereduksi kecemasan komunal.

Kita pernah merasakan kehidupan yang lebih tenang, terutama di desa-desa, ketika manusia hidup selaras dengan alam. Reboisasi dan perawatan lingkungan bukan sekadar proyek ekologis, melainkan cara menjaga kesehatan batin peradaban. Alam yang lestari menenangkan manusia; manusia yang tenang tidak rakus pada alam.

Jika pembangunan hanya melahirkan kecemasan, maka yang kita bangun bukan peradaban, melainkan jebakan kolektif. Kemajuan sejati bukan soal seberapa cepat kita berlari, melainkan seberapa manusiawi kita hidup bersama.(*)

Papua, 25 Januari 2026

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diresmikan Prabowo, PLTP Ijen, Masuk PSEB yang Didukung PT SMI

    Diresmikan Prabowo, PLTP Ijen, Masuk PSEB yang Didukung PT SMI

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • visibility 397
    • 0Komentar

    JAKARTA-DM : Jejak PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) dalam peta  percepatan  transisi  energi  di Indonesia  kian  nyata.  Kamis,26 Juni 2025, Presiden  Prabowo Subianto melalui video conference meresmikan PLTP Ijen, sebuah proyek energi baru  terbarukan yang didukung pembangunannya oleh PT SMI. Sesuai rilis yang diterima redaksi dekritmaluku.com, PLTP Ijen merupakan satu diantara Program Strategis Energi Baru (PSEB) yang didukung PT.SMI.  Peresmian PLTP Ijen merupakan  salah satu […]

  • Efisiensi Nasional, Bupati Thaher Hanubun: Kerja di Malra Wajib Berbasis Data

    Efisiensi Nasional, Bupati Thaher Hanubun: Kerja di Malra Wajib Berbasis Data

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • visibility 104
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya diterapkan di Maluku Tenggara, tetapi berlaku secara nasional. Oleh karena itu, dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan penting berbasis data. “Kerja harus berdasarkan data. Peningkatan sumber daya manusia juga harus menjadi prioritas agar mampu melahirkan inovasi untuk pengembangan daerah,” tegas […]

  • IAP Minta Pemkab SBT Evaluasi Ulang Penyusuan RTRW

    IAP Minta Pemkab SBT Evaluasi Ulang Penyusuan RTRW

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • visibility 364
    • 0Komentar

    AMBON-DM ; Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Provinsi Maluku menyoroti proses penyusunan dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang belum mengedepankan prinsip partisipasi publik secara optimal.Wakil Ketua IAP Provinsi Maluku, Fiqran M. Yusuf, menjelaskan RTRW adalah ruh dari pembangunan suatu wilayah,harusnya itu disusun dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan menyeluruh.“RTRW bukan […]

  • Dinilai Pandai Akrobat, Jais Gagal Bangun Citra Positif Pemprov

    Dinilai Pandai Akrobat, Jais Gagal Bangun Citra Positif Pemprov

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • visibility 308
    • 0Komentar

    AMBON-DM: Polemik Finalis Miss Youth Indonesia, Efrita Trifena Lamerkabel tidak bisa dilihat sebagai lemahnya fungsi komunikasi, tetapi kegagalan Dinas Pariwisata dalam mendorong potensi sumber daya manusia pada level nasional juga lemhanya pelayanan publik. Ketika Jais Elly sebagai Kadis Pariwisata Maluku menyalahkan Efrita yang tak mau bangun komunikasi dengan Pemprov Maluku. Alibi Jais keliru. Tanpa perhitungan. […]

  • Warga Mulai Mendulang Emas di Bawah Jembatan Waenibe,Sehari 12 Gram

    Warga Mulai Mendulang Emas di Bawah Jembatan Waenibe,Sehari 12 Gram

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • visibility 268
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL; Potensi biji emas di Pulau Buru ternyata tidak hanya terkonsentrasi di Gunung Botak, terbaru salah satu sungai yang berjarak kurang dari 7 kilo meter dari pemukiman Desa Waenibe Kecamatan Fena Leisela juga menyimpan emas. Salah satu warga net dalam unggahannya di media sosial mengenai hasil pendulangan emas di bawah jembatan Waenibe dalam sehari bisa […]

  • Mengungkap Sosok Susana “Bayangan” Bos Kiat di Proyek Irigasi Sariputih

    Mengungkap Sosok Susana “Bayangan” Bos Kiat di Proyek Irigasi Sariputih

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • visibility 346
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Pasca jebolnya 31 meter saluran irigasi Sariputih, nama Ronny Rambitan ikut dibawa-bawa. Sejumlah media mainstrem menyebut taipan yang akrab di sapa Bos Kiat itu sebagai pihak yang harus bertanggungjawab dalam pekerjaan Irigasi Sariputih tahun 2024. PT. Ikinresi Bersama merupakan perusahaan lokal yang beralamat di Skip Karang Panjang Kota Ambon. Namun, Direkturnya bukan Ronny […]

expand_less