Pernyataan Wagub Timbulkan Keresahan Ummat Islam, MUI : Pemerintah Harus Berhati-hati…
- calendar_month Ming, 27 Jul 2025
- visibility 284
- comment 0 komentar

AMBON-DM : Majelis Ulama Islam (MUI) Provinsi Maluku menyesalkan dan sangat menyayangkan penyampaian Wakil Gubernur dalam Sambutannya pada acara di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Pernyataan itu telah menimbulkan keresahan di kalangan Umat Islam di Maluku.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Wakil Ketua Umum I, Drs. H. Abd Haji Latu, Wakil Ketua II, Drs. H Rust Holle, Wakil Ketua III, Hi. Abu Imam Abdu Rohim Rumbara dan Sekretaris Ali Litiloly, MUI Provinsi Maluku juga meminta Wakil Gubernur Maluku berhati-hati dan menjaga perkataan serta ucapan sehingga tidak menyinggung perasaan umat Islam di Provinsi Maluku.
“ Apalagi yang berkaitan dengan kaidah-kaidah keagamaan yang sudah baku dan jelas,” tegas MUI.
Selain itu, tentang pengakuan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath bahwa dirinya juga telah mengundang sejumlah ustadhz mendiskusikan keinginannya tentang pengelolaan minuman keras, MUI Maluku tegaskan itu bukan representasi MUI Maluku.
“ Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku merasa tidak pernah dilibatkan dalam diskusi apapun bersama Wakil Gubernur Maluku sebagaimana pernyataan dalam sambutannya tersebut,”
Selain itu, MUI Maluku meminta pemerintah Provinsi Maluku agar dapat lebih berhati-hati dalam pemilihan diksi dan kalimat bermuatan rasisme, yang dapat mengganggu keamanan dan kestabilan Masyarakat.(*)

Saat ini belum ada komentar