Kamis, 5 Nov 2026
light_mode

Kisar Diusulkan sebagai Lokasi Baru Proyek Blok Masela Atau Kembali ke Offshore

  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON,-DEMAL: Sengketa lahan dan keberatan warga Tanimbar yang belum tuntas membuat pemerintah perlu menyiapkan kepastian bagi proyek LNG Abadi Blok Masela.

Wakil Sekretaris Jenderal GP Ansor, Masyuri Maswatu, melihat bahwa kepentingan masyarakat luas dan masa depan Maluku harus menjadi pertimbangan dalam menentukan kelanjutan proyek starategis nasional tersebut.

“Kalau penyelesaian di Tanimbar terus buntu, pemerintah harus berani mengkaji lokasi alternatif, termasuk Kisar atau Maluku Tenggara. Proyek sebesar ini tidak boleh berhenti hanya karna kepentingan segelintir orang. Namun, keputusan memindahkan fasilitas itu juga harus didasarkan pada kajian teknis dan dialog terbuka.”

Kontrak Blok Masela diteken pada 16 November 1998. Hampir tiga dekade kemudian tepatnya pada 16 Juli 2026 baru ada peletakan batu pertama proyek LNG Abadi di Desa Lermatang, Kepulauan Tanimbar. Investasinya dilaporkan sekitar Rp376 triliun, dengan proyeksi penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja selama masa konstruksi. Angka tersebut merupakan proyeksi dan manfaatnya bagi warga setempat bergantung pada pelatihan, perekrutan tenaga kerja lokal, dan keterlibatan usaha daerah.

Diketahui sengketa lahan di Pulau Nustual, Desa Lermatang, masih menjadi persoalan. Warga mempersoalkan nilai Rp14.000 per meter persegi untuk lahan sekitar 29 hektare. Pengadilan Negeri Saumlaki sempat menetapkan nilai lebih tinggi, sebelum putusan itu dibatalkan Mahkamah Agung. Pada 2022, Kepala Staf Kepresidenan saat itu, Moeldoko, menyatakan warga menerima putusan MA, tetapi meminta tambahan kompensasi Rp150.000.

Pada 4 Agustus 2026, ratusan warga Tanimbar dilaporkan menggelar aksi di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta untuk mendesak penyelesaian hak atas tanah yang mereka klaim sebagai tanah adat. Aksi itu menunjukkan keberatan masih perlu ditangani. Di sisi lain, ada pula warga yang mendukung proyek, artinya masyarakat Tanimbar tidak satu suara.

Masyuri menilai sengketa lahan di Tanimbar tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah perlu memastikan penyelesaian hak warga dan memberi kepastian bagi kelanjutan proyek LNG Abadi Blok Masela.

Jika konflik lahan yang diduga dipelopori oleh beberapa pihak terus menghambat pembangunan di Tanimbar, maka Kisar dan Maluku Tenggara dan atau kembali ke Offshore dapat dipertimbangkan sebagai usulan lokasi alternatif agar proyek strategis nasional tersebut tetap berjalan di Maluku.

Usulan itu, menurut Masyuri, perlu dibahas secara terbuka dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan masa depan orang Maluku.

Namun, menurutnya Maluku Tenggara, Kisar belum dapat dinyatakan layak tanpa kajian resmi. Pemerintah perlu menilai aspek teknis, lingkungan, sosial, dan ekonomi sebelum mengambil keputusan mengenai lokasi proyek.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 50 Peserta Karnaval Budaya Ramaikan Pembukaan FPMK Tahun 2025

    50 Peserta Karnaval Budaya Ramaikan Pembukaan FPMK Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • visibility 331
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Sebanyak 50 regu peserta dari tingkat TK, SD, hingga SMA/SMK se_Kabupaten Maluku Tenggara turut ambil bagian dalam parade budaya pembuka Festival Pesona Mei Kei (FPMK) 2025, Senin 20 Oktober 2025. Meski diguyur hujan deras, para peserta tetap semangat memamerkan keindahan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara. Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri […]

  • Resmikan Kantor Panca Karya, Ini Pesan Gubernur Maluku

    Resmikan Kantor Panca Karya, Ini Pesan Gubernur Maluku

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • visibility 488
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meresmikan pemanfaatan Gedung Kantor PD. Panca, Jumat 30 Januari 2026. Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menegaskan jika peresmian gedung kantor perumda panca karya bukan sekedar acara seremonial belaka, tapi merupakan simbol dari semangat baru, komitmen baru, dan kesiapan perumda panca karya sebagai perusahaan daerah yang semakin solid dan profesional dalam […]

  • The Unexpected Color Dominating Paris Fashion Week

    The Unexpected Color Dominating Paris Fashion Week

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Duis ut ligula sed libero scelerisque iaculis. Nullam sed porttitor arcu. Quisque molestie sed ante sit amet dignissim. Vivamus molestie, nisi in blandit tristique, nisl purus cursus urna, eu vulputate diam urna vitae turpis. Sed id urna sapien. Etiam quis tortor et nunc congue sodales vitae ut urna. Congue leo ac justo iaculis rhoncus. Vestibulum elementum […]

  • Jejaring Kolaboratif Susun SOP Pengawasan, Lanjutkan dengan Praktik Lapangan

    Jejaring Kolaboratif Susun SOP Pengawasan, Lanjutkan dengan Praktik Lapangan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • visibility 178
    • 0Komentar

    MALUKU,-DEMAL; Jejaring kelompok pengelolaan kolaboratif di wilayah Pulau Buano, Desa Soleh, dan Desa Waesala, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengawasan Kolaboratif Kawasan Konservasi sebagai pedoman bersama dalam memperkuat pengawasan sumber daya pesisir dan laut. Penyusunan SOP tersebut dilakukan melalui Lokakarya Penyusunan dan Uji Coba SOP Pengawasan Kolaboratif yang berlangsung pada 3–4 […]

  • Cipayung Desak Men-ESDM: Anak Tanimbar Wajib Duduki Kursi Strategis Blok Masela!

    Cipayung Desak Men-ESDM: Anak Tanimbar Wajib Duduki Kursi Strategis Blok Masela!

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • visibility 411
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Koalisi Cipayung Maluku yang terdiri dari SEMMI, HMI, PMII, dan sejumlah OKP, menuntut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakomodir putra/putrai Tanimbar dalam jajaran manajerial pengelolaan Blok Masela. Ketua SEMMI Wilayah Maluku, Alfian Hulishulis, menegaskan bahwa Blok Masela adalah proyek strategis nasional dengan nilai investasi raksasa, sehingga harus menghadirkan keadilan bagi masyarakat […]

  • Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Masih Tinggi, Alimudin Minta Atensi Kementerian PPPA dan KPAI

    Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Masih Tinggi, Alimudin Minta Atensi Kementerian PPPA dan KPAI

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • visibility 323
    • 0Komentar

    JAKARTA.-DEMAL ; Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, secara tegas menyuarakan urgensi penanganan kasus kekerasan seksual (KS) terhadap perempuan dan anak di Maluku. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta […]

expand_less