Dirut Perumda Panca Karya Tegaskan Operasional KMP Tanjung Sole Berjalan Normal
- calendar_month Sab, 15 Agu 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar

Direktur PD. Panca Karya Moh Rany Tualeka
AMBON.-DEMAL ; Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, menegaskan bahwa narasi yang dipublikasikan pada 15 Agustus 2026 tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dan tidak memiliki dasar fakta yang valid.
Informasi yang menyebut KMP Tanjung Sole kapal gagal beroperasi karena persoalan hak awak sama sekali tidak benar.
Faktanya, hingga saat ini kapal masih aktif beroperasi melayani mobilitas masyarakat bersama seluruh kru, ujar Tualeka dalam keterangan resminya di Ambon, Sabtu (15/8).
Kendala Teknis, Bukan Masalah Internal Menurut Tualeka, keterlambatan dalam jadwal pelayaran merupakan hal yang lumrah terjadi akibat dinamika teknis dan operasional di laut.
Ia meminta semua pihak untuk tidak mengalami kendala teknis tersebut dengan menyediakan hak-hak karyawan.“Jika terjadi pergeseran waktu penyeberangan, itu murni kendala teknis pelayaran, bukan kegagalan operasional.
Persoalan hak dan gaji pegawai merupakan prioritas utama manajemen yang selalu terpenuhi, sehingga tidak ada kaitannya dengan keterlambatan kapal,” tuturnya.
Log Perjalanan KMP Tanjung Sole Guna memperkuat klarifikasi tersebut, manajemen Perumda Panca Karya merilis manifes data dan rekam jejak perjalanan KMP Tanjung Sole dalam beberapa hari terakhir:
– Kamis (13/8), 23.40 WIB: Bertolak dari Pelabuhan Galala menuju Waisala.
– Jumat (14/8), 08.48 WIT: Tiba di Waisala,- lalu melanjutkan perjalanan ke Buano pada pukul 09.08 WIT.- Jumat (14/8), 10.15 WIT: Tiba di Buano, kemudian bertolak menuju Kepulauan Manipa pada pukul 10.37 WIT.
Sabtu (15/8), 09.30 WIT: Tiba di Pelabuhan Namlea setelah melewati rute Manipa, lalu kembali diberangkatkan menuju Teluk Bara pada pukul 14.03 WIT.
Rangkaian pergerakan kapal yang padat ini menjadi bukti otentik bahwa operasional KMP Tanjung Sole tidak mengalami kelumpuhan sebagaimana yang diberitakan.
Manajemen Perumda Panca Karya menyayangkan adanya narasi sepihak yang berpotensi membentuk opini negatif dan merugikan kualitas perusahaan serta psikologis para awak kapal di garis depan pelayanan.Tualeka mengimbau media massa untuk melakukan verifikasi secara berimbang ( cover kedua sisi ) sebelum merilis pemberitaan ke ruang publik.
“Kami memastikan kelancaran pelayanan transportasi laut bagi masyarakat tetap menjadi komitmen tertinggi Panca Karya. Operasional di lapangan berjalan dinamis namun tetap terkendali, dan hak-hak pegawai selalu menjadi tanggung jawab yang kami tunaikan dengan disiplin,” pungkas Tualeka.(*)

Saat ini belum ada komentar