Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Perkokoh Persatuan di SBB, Bisri As Shddiq Sosialisasi Empat Pilar di GPM Elohim Piru

  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON.-DEMAL ; Dalam upaya memperkokoh fondasi kebangsaan dan menjaga warisan nilai-nilai luhur bangsa, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Maluku, Bisri As Shddiq Latuconsina, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Acara strategis ini dilaksanakan di hadapan ratusan jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Elohim Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini menghadirkan tokoh agama terkemuka, Pdt. H. Talarima, sebagai narasumber utama. Jalannya diskusi dan pemaparan materi dipandu secara dinamis oleh Yobes Souhaly, kader intelektual muda yang juga merupakan representasi dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Seram Bagian Barat.

Sebagai daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama, Kabupaten Seram Bagian Barat menjadi salah satu pilar penting dalam potret kemajemukan Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku. Kehadiran Bisri As Shddiq Latuconsina di tengah-tengah jemaat GPM Elohim Piru menegaskan bahwa komitmen menjaga persatuan tidak mengenal batas-batas sekat primordial.

Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar slogan politik.

Menurut Bisri, keempat elemen tersebut merupakan tameng utama sekaligus kompas kehidupan bermasyarakat di tengah arus modernisasi dan potensi polarisasi sosial.

“Kita hidup di era di mana informasi bergerak sangat cepat, namun di sisi lain, potensi gesekan sosial akibat perbedaan juga tetap ada jika kita melupakan akar sejarah kita. Jemaat GPM Elohim Piru adalah bagian integral dari benteng pertahanan toleransi di Seram Bagian Barat. Sosialisasi ini adalah ikhtiar kita bersama untuk merawat ingatan kolektif tersebut,” ujar Senator asal Maluku tersebut dalam sambutan pembukanya.

Pemaparan materi yang disampaikan oleh Pdt. H. Talarima menjadi daya tarik utama dalam forum ini. Sebagai pemuka agama, ia membedah bagaimana nilai-nilai teologis dan spiritualitas keagamaan berjalan beriringan secara harmonis dengan prinsip-prinsip bernegara yang terkandung dalam Pancasila.

Pdt. Talarima menekankan bahwa menjadi seorang religius yang taat secara otomatis menuntut seseorang untuk menjadi warga negara yang baik, yang menghormati hukum, mengasihi sesama tanpa memandang latar belakang, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Beliau menggarisbawahi bahwa Pancasila, terutama sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa,” memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya sekaligus menjadi lem perekat yang menyatukan perbedaan tersebut dalam bingkai NKRI.

“Gereja tidak boleh menutup mata dari realitas kebangsaan. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik jemaat agar tidak hanya tumbuh secara iman, tetapi juga matang secara kewarganegaraan. Empat pilar ini adalah rumah bersama kita. Ketika satu tiang rapuh, maka runtuhlah seluruh bangunan. Oleh karena itu, tugas jemaat hari ini adalah menjadi agen-agen perdamaian dan perekat persatuan,” tegas Pdt. Talarima di hadapan peserta.

Di sisi lain, jalannya acara yang dimoderatori oleh Yobes Souhaly dari GMKI SBB memberikan warna tersendiri. Keterlibatan aktif elemen pemuda seperti GMKI menunjukkan adanya estafet kepemimpinan dan kesadaran kritis dari generasi muda di Seram Bagian Barat dalam mengawal isu-isu kebangsaan.

Yobes berhasil menghidupkan suasana sosialisasi melalui sesi tanya jawab yang interaktif. Rangkaian pertanyaan dari jemaat—mulai dari isu keadilan sosial, tantangan ekonomi di daerah, hingga bagaimana membentengi generasi muda dari radikalisme dan degradasi moral—dijawab dengan lugas dan solutif oleh para narasumber.

“Pemuda hari ini adalah pemilik masa depan. Melalui ruang-ruang dialog seperti ini, kami dari kalangan mahasiswa dan pemuda gereja merasa dilibatkan dan diberikan tanggung jawab besar untuk terus mengumandangkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di kehidupan sehari-hari,” tutur Yobes di sela-sela acara.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekan Depan Menag Serahkan SK UIN A.M Sangadji

    Pekan Depan Menag Serahkan SK UIN A.M Sangadji

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • visibility 527
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Presiden akhirnya meneken Keputusan peralihan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) AM. Sangadji.  Surat keputusan akan diserahkan ke kepada Rektor IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakano pada Senin,26 Mei 2025. “ Ia surat itu benar, sedang ada persiapan,” kata Wakil Rektor III IAIN Ambon, Abu Bakar […]

  • Lupakan “Perdamaian”, Matangkan Resiliensi

    Lupakan “Perdamaian”, Matangkan Resiliensi

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • visibility 577
    • 0Komentar

    DALAM banyak kasus, konflik menjadi pra-kondisi atasmunculnya semangat transformasi. Lihat saja rentetan peristiwa konflik komunal yang bernuansa kekerasan di Indonesia, terkhususnya pada periode pasca reformasi, yang cenderung menghasilkan perubahan mendasar baik dalam struktur politik dan pemerintahan maupun pola relasi kewargaan. Perubahan tersebut terkondisikan sebagai upaya menghasilkan sistem sosial yang peka pada konflik. Tatanan, nilai dan […]

  • Usai Docking Pekan Depan KMP Tanjung Soleh Masuk Lintasan

    Usai Docking Pekan Depan KMP Tanjung Soleh Masuk Lintasan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • visibility 379
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL : Tiga armada milik PD Panca Karya yang sebelumnya berhenti berlayar karena alasan docking akan kembali masuk lintasan. Salah satunya KMP Tanjung Sole yang dijadwalkan masuk lintasan pada pekan depan. Disusul KMP Teluk Ambon dan KMP Bahtera Nusantara. Direktur PD. Panca Karya M. Rany Tualeka mengaku KMP Tanjung Sole telah melakukan uji coba pelayaran […]

  • Kukuhkan 183 PPPK Aru, Bupati : Mari Kita Satukan Kekuatan Dalam Satu Perahu

    Kukuhkan 183 PPPK Aru, Bupati : Mari Kita Satukan Kekuatan Dalam Satu Perahu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • visibility 319
    • 0Komentar

      ARU.-DEMAL ; Sebanyak 183 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II formasi tahun 2024 mengikuti pengambilan sumpah dan janji serta penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan secara simbolis. Mereka tersebear disejumlah OPD teknis terdiri dari, 130 Tenaga Teknis, 41 Tenaga Guru dan 12 Tenaga Kesehatan. Bupati Kep. Aru, Timotius Kaidel dalam sambutannya menegaskan jika status […]

  • Pemrov Klaim, Pencairan GU Dikbud Maluku Tak Ada Masalah

    Pemrov Klaim, Pencairan GU Dikbud Maluku Tak Ada Masalah

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • visibility 355
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan, proses transaksi keuangan di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) semuanya tercatat dan tertanggungjawab berbasis digital. Ketegasan ini menyusul adanya tudingan  terkait anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Maluku senilai Rp9 miliar yang dipakai tanpa adanya SPJ bahkan sebagiannya disebut untuk membayar hutang. “ Dicek dulu kebenaran informasinya, itu sangat tidak mungkin […]

  • Pemkab Malra Bakal Jadikan Landmark Magnet Ekonomi dan Ruang Publik Warga

    Pemkab Malra Bakal Jadikan Landmark Magnet Ekonomi dan Ruang Publik Warga

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • visibility 230
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen menjadikan Taman Landmark Langgur tak hanya difungsikan sebagai simbol kota, tapi kawasan itu juga dijadikan ruang publik strategis dan ikon kebanggaan daerah. Ke depan akan dirancang menjadi pusat kegiatan seremonial, hiburan, serta penggerak ekonomi lokal. “Landmark ini salah satu ikon Maluku Tenggara, tetapi kadang belum dimanfaatkan dengan baik oleh […]

expand_less