Ekspor Maluku Turun, Produk Impor Singapura Dominasi Pasar Maluku
- calendar_month Rab, 13 Agu 2025
- visibility 362
- comment 0 komentar

AMBON-DM: Bea Cukai Ambon bersama Karantina Maluku dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku melepas ekspor perdana komoditas unggulan Maluku, pala, menuju Belanda. Senin,11 Agustus 2025.
Ekspor kali ini dilaksanakan oleh PT Kabong Tanipala Maluku dengan total berat bersih 9.500 kilogram. Komoditas yang dikirim meliputi berbagai jenis pala, antara lain Nutmeg ABCD, Nutmeg Shrivels, dan Mace Broken.
Langkah ini boleh jadi bagian daru upaya pemerintah membantu membuka akses pasar internasional bagi komuditi unggulan Maluku.
Tapi, jika melihat data Badan Pusat Statistik, nilai ekpore Maluku dari Januari-Juni 2025 mengalami penurusan drastis dibanding periode yang sama.
“ Total nilai ekspor sepanjang Januari—Juni 2025 mengalami penurunan 30,79 persen dibanding periode yang sama tahun 2024,” tulis BPS dalam
uraian laporan yang diterbitkan pada 1 Agustus 2025.
Andil utama penurunan nilai ekspor disumbang oleh
sektor pertambangan (-100,00 %) dan pertanian, kehutanan dan perikanan (-43,06%).
Sementara nilai impor di Maluku meski alami penurunan tapi angkanya masih sangat tinggi.
“ Nilai impor Maluku Januari-Juni 2025 mencapai US$169,74 juta atau turun 27,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga turun 90,14 persen dari US$16,66 juta menjadi US$1,64 juta,” dikutip dari laman BPS.
BPS Maluku juga mencatat, Nilai impor Maluku Juni 2025 mencapai US$24,51 juta, turun 57,35 persen dibandingkan Juni 2024.
Sementara negara pemasok barang impor Maluku selama Januari-Juni 2025 adalah Singapura US$128,02 juta (75,42 persen), Malaysia US$40,08 juta (23,61 persen), dan Tiongkok US$1,64 juta (0,97 persen). Impor dari ASEAN US$168,09 juta (99,03 persen) dan Asia lainnya US$1,64 juta (0,97 persen).(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar