Produk Olahan Ibu Pesisir Siap Dukung Program MBG di Malra
- calendar_month Sen, 20 Okt 2025
- visibility 161
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL; Melalui pelatihan khusus, perempuan pesisir di Kabupaten Maluku Tenggara didorong menjadi pilar penggerak ekonomi lokal melalui pengolahan hasil laut bernilai tambah.
Para ibu-ibu itu dibekali kemampuan untuk mengubah hasil tangkapan menjadi produk olahan berkualitas yang memenuhi standar program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam bahkan menegaskan komitmennya untuk membuka pasar bagi produk olahan perempuan pesisir agar dapat terserap secara berkelanjutan.
“Kendala terbesar kita adalah pemasaran. Melalui program MBG ini, kita ingin ibu-ibu kelompok usaha bisa terhubung langsung dengan koperasi dan yayasan pengelola MBG. Dengan begitu, produk lokal yang sehat dan bergizi bisa masuk ke pasar yang pasti sekolah-sekolah,” ujar Rahantoknam dalam kegiatan Bimbingan Teknis Kesiapan Kelompok Perempuan Pengolah Produk Olahan Perikanan di Aula Jemaat Anugerah Ohoijang, Senin 20 Oktober 2025.
Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai pelatihan, tetapi menjadi strategi terpadu untuk mengatasi dua persoalan utama: meningkatkan pendapatan keluarga nelayan dan menekan angka stunting di wilayah Maluku Tenggara.
Rahantoknam menjelaskan bahwa nilai ekonomi ikan meningkat tajam ketika diolah menjadi produk siap konsumsi.
“Selama ini, jika hanya menjual ikan mentah, nilainya kecil. Namun, ketika diolah menjadi produk kemasan seperti bakso ikan, abon, atau filet siap masak, nilainya melonjak. Pendapatan ibu-ibu pun meningkat signifikan,” tegasnya.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Coastal Fisheries Initiative (CFI) – Global Environment Facility 6 (GEF-6), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, dengan dukungan WWF-US. Program ini juga memanfaatkan prinsip kearifan lokal “sasi”, yaitu larangan mengambil hasil laut pada periode tertentu untuk menjaga regenerasi sumber daya alam.
Hingga kini, CFI telah menjangkau lebih dari 5.300 nelayan, dengan 32 persen di antaranya perempuan, dan terus mendorong kemitraan dengan jaringan ritel modern agar produk lokal bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Wakil Bupati menekankan bahwa program MBG membawa dampak berlapis bagi masyarakat. Selain meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, program ini juga memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan anak-anak.
“Ini bukan sekadar urusan ekonomi, tapi juga bagian dari upaya serius menekan angka stunting dan kemiskinan. Jika program MBG butuh pasokan ikan, maka di situlah kita fokus. Jangan ada gengsi menjadi nelayan atau petani, karena dari merekalah lahir anak-anak yang sehat dan sukses di masa depan,” tuturnya.
Pada akhir acara, kegiatan ditandai dengan penyerahan simbolis hasil pelatihan ecoprint kepada perwakilan kelompok perempuan. Dalam kesempatan itu, Rahantoknam menutup kegiatan dengan pesan penuh semangat.
“Kalau sudah ada niat baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga, walaupun seribu kali jatuh, dua ribu kali kita harus bangkit,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Pesan tersebut menggambarkan semangat juang perempuan pesisir Maluku Tenggara yang siap berlayar mengarungi tantangan, membawa hasil olahan tangannya sebagai simbol kemandirian ekonomi dan harapan bagi generasi masa depan.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar