Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

Paradox Ruang Publik

  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 336
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUANG publik kita sedang mengalami disorientasi hukum. Di satu sisi, sebuah pemikiran atau kritik yang dilontarkan oleh intelektual seperti Saiful Mujani melalui media sosial bisa dengan cepat ditarik ke ranah pidana dengan label “makar”.

Di sisi lain, simbol-simbol separatisme yang nyata muncul secara fisik di lapangan justru sering kali dianggap sebagai residu sejarah yang hanya perlu “diimbau”.

Antologi ini mempertanyakan: sejauh mana definisi makar telah bergeser dari tindakan bersenjata menjadi sekadar ketakutan akan kata-kata?

Saiful Mujani, seorang ilmuwan politik, dipolisikan karena kicauannya. Di sini, hukum tampak bekerja sangat reaktif terhadap narasi. Jika kritik terhadap kekuasaan atau analisis tentang masa depan politik dianggap sebagai ancaman kedaulatan, maka kita sedang menuju era di mana “imajinasi” pun bisa dipenjara. Pertanyaannya: Apakah sebuah cuitan memiliki daya hancur yang lebih besar daripada upaya pemisahan diri secara teritori?

Pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) adalah aksi simbolik yang eksplisit merujuk pada pemisahan diri dari NKRI. Namun, seringkali respons negara terasa kontras. Ada kalanya aparat bersikap tegas, namun tak jarang aksi-aksi ini dianggap sebagai riak kecil atau “angin lalu” demi menjaga stabilitas atau karena alasan kearifan lokal. Kontras ini menciptakan kecemburuan hukum: mengapa kain yang berkibar dimaafkan, sementara kata yang terketik dikejar hingga ke meja hijau?

Pasal makar dalam KUHP seharusnya menjadi “senjata pamungkas” untuk melindungi negara dari kudeta atau pemberontakan fisik. Namun, ketika pasal ini digunakan untuk menjerat pengamat politik, makar kehilangan makna sakralnya. Ia berubah menjadi instrumen pembungkaman.

Sementara itu, pembiaran terhadap gerakan separatisme yang nyata (seperti RMS) justru menunjukkan ketidakberdayaan atau ketidakkonsistenan negara dalam menegakkan kedaulatan yang hakiki.

Negara yang sehat adalah negara yang bisa membedakan mana “lawan” dan mana “kritikus”.

Menganggap Saiful Mujani sebagai ancaman negara sambil membiarkan simbol separatisme berkibar adalah bentuk ironi penegakan hukum. Kita butuh hukum yang presisi: tajam pada pengkhianat kedaulatan, namun tumpul pada kebebasan berpikir.(*)

Seluruh isi dari naskah ini merupakan hasil imajinasi dari penggunaan kecerdasan buatan.

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lintasan Hitu-Luhu Normal Kembali, Panca Karya Siapkan Lima Armada Jelang Nataru

    Lintasan Hitu-Luhu Normal Kembali, Panca Karya Siapkan Lima Armada Jelang Nataru

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • visibility 598
    • 0Komentar

    AMBON,-DEMAL: Manajamen Perumda PD.Panca Karya mulai mengoperasikan lagi sejumlah Kapal Motor Penyerbangan (KMP) secara bertahap, termasuk Bahtra Nusantara yang akan melayani rute Ambon-Banda-Tual. Direktur PD.Panca Karya Moh Rany Tualeka mengatakan saat ini yang sudah ready pada lintasannya yakni dua armada di Liang-Waipiri yang merupakan rute komersil, kemudian KMP. Maluku Indah untuk pelayanan lintasan jalur Hitu-Luhu. […]

  • Berpartisipasi Dalam WCD, Bupati MTH Target Program Adipura

    Berpartisipasi Dalam WCD, Bupati MTH Target Program Adipura

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • visibility 321
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih serentak memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025 yang akan dilaksanakan pada Sabtu 20 September 2025. Aksi global ini akan diikuti lebih dari 180 negara dengan tujuan membersihkan bumi dari sampah. Maluku Tenggara tidak ingin ketinggalan untuk ambil bagian […]

  • PAD Melonjak Saat Covid-19 Melanda, Ditangan Jais Ely, Saat Ini Dispar Cuma Sumbang 300 Juta

    PAD Melonjak Saat Covid-19 Melanda, Ditangan Jais Ely, Saat Ini Dispar Cuma Sumbang 300 Juta

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • visibility 425
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pada tahun 2022, ditengah kebijakan Pemerintah Pusat untuk menutup semua tempat-tempat rekreasi dan memberlakukan kunjungan terbatas pada sarana parawisata sebagai mitigasi penyebaran Covid-19, Dinas Parawisata Provinsi Maluku mampu mengumpulkan 700 juta untuk PAD Maluku.  Kini setelah keadaan pulih, aktifitas masyarakat mulai normal seperti sedia kala, PAD asal Dinas Parawisata justeru anjlok.  Kinerja Jais […]

  • Turun Reses, Rovik  Bagi Ribuan Paket Sembako untuk Warga Ambon

    Turun Reses, Rovik Bagi Ribuan Paket Sembako untuk Warga Ambon

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • visibility 318
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL: Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin, membagikan 1.350 paket sembako kepada janda, anak yatim, dan lansia di Kota Ambon. Aksi sosial ini dilakukan di sela-sela agenda Reses masa persidangan tahun 2026 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.  Rovik menjelaskan bahwa pembagian bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk meringankan beban ekonomi masyarakat […]

  • Skandal “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-II)

    Skandal “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-II)

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Misteri Surat Mandat 1926 dan Historisch Negorij Batoemerah     Keasilan dua dokumen yang disampaikan penggugat Ali Hatala (raja saat ini) dalam sidang sengketa mata rumah parentah Negeri Batu Merah di Pengadilan Negeri Ambon beberapa waktu lalu masih jadi misteri. Meski dokumen Historisch Negorij Batoemerah dan Surat Kuasa Penyerahan Mandat yang ditunjukan dalam persidangan itu […]

  • DPR Sarmi Kunjungi PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Bahas Distribusi BBM 

    DPR Sarmi Kunjungi PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Bahas Distribusi BBM 

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • visibility 357
    • 0Komentar

    AMBON- DM : PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menerima Kunjungan Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Sarmi yang dipimpin H. Pahrudin selaku Ketua Komisi II bersama anggota DPR Kab. Sarmi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku pada Selasa (20/05) yang lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan Bahan […]

expand_less