Perangi Penyakit Berbahaya, Pemkab Malra Luncurkan GPPP di Dian Pulau
- calendar_month Sab, 18 Okt 2025
- visibility 150
- comment 0 komentar

Bupati luncurkan prgram Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas.
LANGGUR.-DEMAL;Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas Tahun 2025 di Ohoi Dian Pulau, Kecamatan Hoat Sorbay, Pada Sabtu 18 Oktober 2025.
Ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam memerangi penyakit mematikan seperti jantung, stroke, dan kanker, resmi dimulai dari pelosok negeri. Dian Pulau pun dipilih sebuah lokasi awal untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
Gerakan yang menjadi bagian dari strategi nasional ini menyasar sejumlah penyakit berbahaya, termasuk kardiovaskular, kanker, gangguan ginjal (uronefrologi), serta kesehatan ibu dan anak.
Masyarakat langsung mendapat layanan kesehatan terpadu, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi medis dengan dokter spesialis, hingga edukasi hidup sehat yang menyeluruh.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam peluncuran program ini menyatakan dengan tegas bahwa gerakan ini adalah “Perintah Negara dan Instruksi Presiden yang Tidak Bisa Ditawar”.
“Ini adalah perintah negara, instruksi Presiden. Tidak bisa ditawar-tawar. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama, pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat,” tegas Bupati Thaher di hadapan warga dan tenaga kesehatan.
Bupati juga meluruskan pemahaman yang keliru tentang aktivitas fisik. Ia mengingatkan bahwa kegiatan harian seperti berkebun atau memancing tidak bisa disamakan dengan olahraga.
“Olahraga itu bukan sekadar bergerak, tapi harus ada stretching agar peredaran darah lancar. Kalau tubuh jarang digerakkan, risiko hipertensi, jantung, dan stroke bisa meningkat,” jelasnya, menekankan pentingnya olahraga teratur dengan teknik yang benar.
Antusiasme warga terlihat jelas, dengan membludaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan gratis ini. Gerakan ini diperkuat dengan kolaborasi dari dokter spesialis, kader PKK, dan tenaga kesehatan lokal, menunjukkan komitmen gotong royong.
Bupati Thaher pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tenaga medis yang dengan semangat membawa pelayanan ke daerah terpencil, menyebut mereka sebagai “Garda Terdepan Penjaga Kualitas Hidup Masyarakat.”
Gerakan ini merupakan implementasi dari program nasional Asta-Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan bergizi. Pemerintah berharap ini memicu perubahan kesadaran dari dalam diri masyarakat.
“Pemerintah bisa sediakan fasilitas, tapi keputusan untuk hidup sehat ada di tangan kita sendiri,” tutup Bupati Thaher, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam mewujudkan Maluku Tenggara yang lebih sehat.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar