Sukacita Ohoi Ngefuit Atas,Sambut Misa Perdana Pastor Greg Helyanan
- calendar_month Jum, 13 Feb 2026
- visibility 68
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL ; Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti Gereja Santa Theresia Avila, Ohoi Ngefuit Atas, Jumat 13 Februari 2026.
Hari itu bukan sekadar hari biasa bagi warga setempat; mereka sedang merayakan kepulangan putra daerah terbaiknya, Pastor Greg Helyanan, yang baru saja ditahbiskan menjadi imam Katolik.
Misa perdana ini menjadi momen yang sangat dinanti. Ribuan umat hadir, meluapkan rasa bahagia atas terwujudnya mimpi besar orang tua, keluarga, dan seluruh masyarakat Ohoi Ngefuit Atas. Kehadiran imam baru dari desa ini seolah menjadi oase spiritual yang membawa kesegaran bagi iman umat di Tanah Kei.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, yang hadir mewakili Bupati, ikut merasakan getaran kebahagiaan tersebut.
Menurutnya, peristiwa ini adalah bukti nyata bahwa dari pelosok desa, bisa lahir seorang pemimpin rohani yang siap melayani dunia.
“Ini adalah kebanggaan kita bersama. Pastor Greg kini resmi menjadi gembala yang akan membimbing, mengajar, dan membagikan kasih Tuhan di tengah-tengah kita,” ujar Viali dalam sambutannya yang hangat.
Viali juga mengajak umat, terutama generasi muda, untuk memetik inspirasi dari perjalanan panjang Pastor Greg.
Menjadi seorang imam bukanlah proses instan; butuh waktu lebih dari 10 tahun ketekunan—mulai dari masa sekolah di seminari hingga masa praktik pastoral—sebelum akhirnya bisa berdiri di altar sebagai pelayan Tuhan.
“Perjalanan Pastor Greg mengajarkan kita bahwa keberhasilan lahir dari kesabaran dan kesetiaan pada panggilan hidup. Tentu saja, dukungan doa dari keluarga dan masyarakat adalah kekuatannya,” tambahnya.
Mengutip pesan Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, Viali mengingatkan umat bahwa seorang imam juga manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Karena itu, tugas umat bukan hanya merayakan, tapi juga terus mendampingi dengan doa agar sang Pastor tetap teguh dalam pelayanannya yang baru saja dimulai.
Misa perdana ini lebih dari sekadar upacara keagamaan. Ia menjadi momentum yang mempererat kembali ikatan persaudaraan warga Ngefuit Atas. Di antara nyanyian syukur dan doa-doa yang dipanjatkan, ada harapan besar bahwa dari tanah ini, akan terus lahir “pelita-pelita” baru yang siap menerangi sesama.
Selamat melayani, Pastor Greg. Doa masyarakat Tanah Kei menyertai langkahmu. (*)

Saat ini belum ada komentar