Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

Prosesi Adat Urlima Akhiri Konflik Kalar-Kalar dan Salarem, Bupati Aru: Jangan Lagi Terprovokasi

  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DOBO,-DEMAL;Konflik yang sempat terjadi antara masyarakat Desa Kalar-Kalar dan Desa Salarem, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, resmi berakhir melalui prosesi adat Urlima yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Kantor Bupati Kepulauan Aru, Sabtu (4/7/2026).

Prosesi perdamaian ditandai dengan pembacaan deklarasi damai, penandatanganan kesepakatan bersama, serta penyerahan simbol-simbol perdamaian yang sarat dengan nilai adat dan persaudaraan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel, Wakil Bupati Muhammad Djumpa, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Alberth Perwira Sihite, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plh Sekretaris Daerah Adolof Pokar, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, serta ratusan warga dari kedua desa.

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Alberth Perwira Sihite mengajak seluruh masyarakat menjadikan prosesi adat tersebut sebagai penutup seluruh konflik yang terjadi sekaligus awal membangun hubungan persaudaraan yang lebih kuat.

Menurutnya, konflik yang berlangsung sejak April 2026 telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berdampak terhadap situasi keamanan di Kabupaten Kepulauan Aru.

“Kita berharap setelah puncak perdamaian ini tidak ada lagi konflik yang terulang. Mari saling mengasihi dan saling menghormati karena kita semua adalah satu keluarga,” ujarnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membawa maupun menyimpan senjata tajam, khususnya panah yang selama ini digunakan dalam konflik.

Ia mengingatkan bahwa meskipun masyarakat menjunjung tinggi adat istiadat, seluruh warga tetap wajib mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

“Indonesia adalah negara hukum. Membawa senjata tajam memiliki konsekuensi hukum. Karena itu mari bersama-sama menjaga keamanan agar hukum tidak perlu ditegakkan kepada masyarakat kita sendiri,” tegasnya.

Prosesi adat Urlima diawali dengan penyerahan gong perdamaian oleh tokoh perempuan dari kedua desa sebagai simbol baku bayar atau penyelesaian sengketa secara adat.

Selanjutnya, tokoh pemuda dari kedua desa menyerahkan panah sebagai simbol berakhirnya permusuhan.

Rangkaian prosesi dilanjutkan dengan sumpah adat yang dipimpin para tua adat Urlima bersama tuan tanah kedua desa, kemudian penyerahan panah kepada Kapolres Kepulauan Aru sebagai tanda berakhirnya penggunaan senjata dalam konflik.

Acara juga diisi dengan pembacaan Deklarasi Kesepakatan Damai oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Aru yang diikuti seluruh masyarakat dari kedua desa.

Dokumen perdamaian kemudian ditandatangani oleh Kepala Desa Kalar-Kalar, Kepala Desa Salarem, perwakilan tua adat kedua desa, serta disaksikan para camat, tokoh adat, Bupati Kepulauan Aru, Kapolres Kepulauan Aru, dan perwakilan Kodim 1503/Tual.

Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel menyampaikan rasa syukur karena konflik akhirnya dapat diselesaikan melalui pendekatan adat dan musyawarah setelah berbagai upaya mediasi selama kurang lebih tiga bulan.

Ia menilai konflik yang terjadi tidak memiliki akar persoalan yang jelas dan lebih dipicu oleh kesalahpahaman serta provokasi.

“Hari ini seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru mengatakan sudah cukup. Kecurigaan harus dihentikan dan jangan lagi mudah terprovokasi,” kata Kaidel.

Bupati menegaskan apabila terjadi persoalan antarwarga di masa mendatang, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme adat dan dialog, bukan dengan tindakan kekerasan yang menyeret seluruh masyarakat desa.

“Kalau ada persoalan pribadi, jangan membawa nama kampung. Jangan karena satu orang seluruh desa ikut bertikai. Adat kita masih hidup dan harus menjadi jalan penyelesaian setiap persoalan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Timotius Kaidel juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru atas terganggunya aktivitas sosial selama konflik berlangsung.

Menurutnya, dampak konflik tidak hanya dirasakan masyarakat Kalar-Kalar dan Salarem, tetapi juga masyarakat Aru secara umum yang hidup dalam suasana kekhawatiran selama beberapa bulan terakhir.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan kedua desa yang bertikai, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Semoga ini menjadi pelajaran agar setiap persoalan diselesaikan melalui adat, musyawarah, dan semangat kekeluargaan,” ujarnya.

Prosesi perdamaian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin pemuka agama Islam, Katolik, dan Protestan sebagai simbol persatuan lintas agama.

Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti jamuan makan bersama yang diiringi lagu-lagu khas Aru sebagai penanda berakhirnya konflik dan dimulainya kembali kehidupan masyarakat yang damai, aman, dan harmonis.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi Desa Jadi Tumpuan Ekonomi, Pemkab Maluku Tenggara Perkuat Kapasitas Pengawas

    Koperasi Desa Jadi Tumpuan Ekonomi, Pemkab Maluku Tenggara Perkuat Kapasitas Pengawas

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • visibility 172
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat tata kelola koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi kerakyatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dibuka Wakil Bupati  (Wabup)Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, di Aurelia Kimson Hotel, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis 4 Mei […]

  • Kemkomdigi Gaungkan Literasi Digital di Ambon: Siapkan Generasi Garuda yang Cakap, Kreatif, dan Tangguh di Era Digital

    Kemkomdigi Gaungkan Literasi Digital di Ambon: Siapkan Generasi Garuda yang Cakap, Kreatif, dan Tangguh di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • visibility 374
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang cakap digital melalui kegiatan Indonesia.go.id (IGID) Goes to Campus (IGtC) di Kota Ambon, Maluku.Rabu, 8 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Sekolah Unggul Garuda: Suara Muda, Ruang Cerdas, Untuk Indonesia Kuat” ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengintegrasikan literasi digital ke dunia pendidikan […]

  • Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • visibility 380
    • 0Komentar

    LANGGUR -DM : Para ibu-ibu yang tergabung dalam tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Debut sukses menghantarkan desa desa mereka ke Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2025. Setelah melalui seleksi yang ketat sejak Rabu 20 Agustus 2025, PKK Desa Debut mewakili seluruh desa di Kecamatan Manyeuw dalam seleksi tingkat […]

  • Ada Kelebihan Bayar 21 Proyek di BPJN Maluku Capai Rp14 M

    Ada Kelebihan Bayar 21 Proyek di BPJN Maluku Capai Rp14 M

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • visibility 513
    • 0Komentar

    AMBON.-DM-: Koalisi Aktivis Anti Korupsi (KAAKI) Maluku mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menyelidiki dugaan korupsi proyek jalan dan jembatan yang dikelolah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Tahun anggaran 2022-2023. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), KAAKI menemukan ada unsur kesengajaan sehingga terjadi kelebihan bayar, yang mana jika diakomulasikan mencapai Rp14 miliar lebih. “Dari […]

  • Dalam Empat Tahun Hanya Dua Kali Pernikahan di MBD, Malteng 1000 Pernikahan/Tahun

    Dalam Empat Tahun Hanya Dua Kali Pernikahan di MBD, Malteng 1000 Pernikahan/Tahun

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • visibility 153
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL:Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) cukup lambat, salah satu pengaruh yakni minimnya pernikahan di wilayah tersebut. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 2021 sampai tahun 2024 tak ada satupun pernikahan yang terekam di Kabupaten MBD. Tercatat nol pernikahan. Uniknya lagi, di tahun 2025 hanya dua kali pernikahan. Saat ini jumlah […]

  • Berkedok Penegakan Hukum, Hartini Ungkap Oknum Pemesan Sianida

    Berkedok Penegakan Hukum, Hartini Ungkap Oknum Pemesan Sianida

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Puluhan karung Sianida yang digrebek Ditreskrimus Polda Maluku kuat dugaan sisa dari bisnis haram yang selama ini melibatkan dua oknum Polisi, satu bertugas di Polres MBD dan satunya oknum Ditpolairud Maluku. “Jumlah keseluruhan itu 300 karton, (digrebek) itu sisa,” kata Hartini pemilik ruko yang digrebek polisi, Kamis, 25 September 2025. Hartini yang kini […]

expand_less