Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Pemkot  Tual Siap Ekspor 15 Ton Ikan Segar  Langsung Ke Vientam

  • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
  • visibility 362
  • comment 0 komentar

TUAL-DM: Sebanyak 15 ton ikan segar asal Kota Tual siap diekspor pekan depan ke Vietnam langsung dari Tual. Ikan yang akan diekspor terdiri dari jenis Ikan Kerapu, Ikan Angola, Ikan Tuna, Ikan Kakap, semuanya merupakan hasil tangkapan nelayan Tual dengan nilai jual sebesar Rp3,3 miliar (kurs 16.850).

Untuk mendukung kelancaran proses ekspor perdana tahun 2025 ke Vietnam , pemerintah Kota Tual memfasilitasi kerjasama investor perikanan di Tual dengan perusahan jasa cargo udara PT.Rimbun, penerbangan akan dilakukan dari Tual melalui Manado ke Vietnam.

Walikota Tual Hi. Akhmad Yani Renuat melalui Pj.Sekretaris Daerah Fachry Rahayaan mengatakan, pihaknya senantiasa mendukung dan akan selalu memfasilitasi kepentingan nelayan.

“Ekspor ikan segar akan berdampak terhadap penambahan devisa bagi daerah. Pendapatan nelayan meningkat, serta adanya penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Walikota yang dikutip Rahayaan dalam keterangannya kepada media. Minggu, (4/32025).

Kegiatan ekspor langsung ke Vietnam ini juga diyakini sebagai bentuk dukungan pemerintah Kota Tual terhadap program Maluku Integrated Port yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029.

“Produksi perikanan tangkap Tual memiliki potensi sebesar 31.230 ton/tahun, dengan potensi ekspor sebesar 10-15 persen dari potensi produksi yang ada,” ungkap Renuat.

Sementara, berdasarkan data PT.Samudra Indonesia Sejahtera (PT.SIS) total ekspor secara kolekting yang selama ini dilakukan berkisar antara 300 ton per bulan. Sebagai tambahan, tahun lalu Tual telah dipilih menjadi salah satu lokasi percontohan untuk kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota di Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan ekonomi biru.

Konsep tersebut mentransformasikan pengelolaan perikanan yang sebelumnya berbasis input control ke dalam pengelolaan berbasis output control. Dengan cara itu, kuota penangkapan ditetapkan lebih dulu agar kapal perikanan yang berizin tidak lagi menangkap ikan melebihi kuota.(*)

Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dapur SPPG Maluku Tenggara Hadirkan Gizi Sehat, Gerakkan Ekonomi Masyarakat

    Dapur SPPG Maluku Tenggara Hadirkan Gizi Sehat, Gerakkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • visibility 287
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Imelda Iin Rahae, menegaskan keberadaan dapur SPPG merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Dapur ini merupakan hasil survei langsung yang saya lakukan pada 12 Agustus lalu, dan hasilnya memenuhi standar dapur Badan Gizi Nasional (BGN) karena dilengkapi dengan […]

  • Why Japan’s Hidden Villages Are 2025’s Top Destination

    Why Japan’s Hidden Villages Are 2025’s Top Destination

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Vestibulum rhoncus fermentum tellus, et luctus neque rutrum vitae. Ut sit amet volutpat sem. Morbi semper odio eget sem imperdiet, gravida tempor sapien imperdiet. Sed egestas turpis odio, et hendrerit diam volutpat ut. o iaculis rhoncus. Vestibulum elementum massa et nisi ullamcorper, sed lacinia nulla ultricies. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent condimentum […]

  • Gubernur Bertemu OKP Islam, Risman : Kami Harap Polisi Profesional Usut Dugaan Penistaan

    Gubernur Bertemu OKP Islam, Risman : Kami Harap Polisi Profesional Usut Dugaan Penistaan

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • visibility 725
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Koordinator Wilayah Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku, Risman Soulissa menegaskan pihaknya tak akan mencabut laporan polisi meski telah bertemu dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Selasa,29 Juli 2025. “ Di hadapan bapak Gubernur saya juga mengatakan agar Polisi profesional mengambil langkah-langkah hukum,” kata Risman Soulissa. Risman menegaskan, pihaknya tidak ada menarik laporan yang […]

  • Aleg DPRD Kota Ambon Dilaporkan Ke APH Dengan Dalil TPPU

    Aleg DPRD Kota Ambon Dilaporkan Ke APH Dengan Dalil TPPU

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 536
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Yos Sudarso Ambon Rawidin Ode dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku dan Polda  Maluku. Selasa,3 Juni 2025. Rawidin Ode selama menjabat sebagai Ketua Koperasi TKBM sejak 2014 silam dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dengan dalil dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dana milik anggota Koperasi TKBM yang […]

  • Lantik Penjabat Esalon, Bupati Tekankan Pentingnya Disiplin dan Pelayanan

    Lantik Penjabat Esalon, Bupati Tekankan Pentingnya Disiplin dan Pelayanan

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • visibility 189
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa pelantikan pejabat administrator dan pengawas bukanlah seremoni belaka atau pengisian jabatan struktural semata, melainkan merupakan panggilan pengabdian dan wujud nyata komitmen kepada daerah serta masyarakat Maluku Tenggara. “Jabatan yang diemban bukanlah simbol kehormatan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral,” tegas Bupati Thaher dalam sambutannya pada pelantikan […]

  • Perkuat Jejaring Kolaboratif di KK Pulau Buano, Fokus Sasi di Desa Soleh-Waesala

    Perkuat Jejaring Kolaboratif di KK Pulau Buano, Fokus Sasi di Desa Soleh-Waesala

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • visibility 117
    • 0Komentar

    AMBON,DEMAL: Praktik penangkapan ikan destruktif mengancam ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pengelolaan kolaboratif dan sasi dianggap efektif melindungi habitat laut dari eksploitasi tersebut. Upaya perlindungan tersebut kemudian diperkuat melalui program TFCCA. Teranyar, program yang dipimpin konsorsium Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS kini memasuki fase rancangan dokumen pengelolaan kolaboratif. […]

expand_less