Pemkab Malra Salurkan 9.922 Ton CPP, Satu KK Dijatahi 20 KG
- calendar_month Sen, 21 Jul 2025
- visibility 194
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, saat melaunching penyaluran CPP melalui Bantuan Pangan Beras Tahun 2025 yang digelar di Balai Ohoi Namar pada Jumat, 18 Juli 2025.
LANGGUR-DM ; Sebanyak 9.922 ton beras yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sukses dibagikan kepada warga penerima di 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara.
Program bantuan pangan ini, adalah wujud nyata komitmen pemerintah hadir di tengah rakyat. Namun, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan desa yang berkelanjutan.
“Setiap keluarga akan menerima 20 kilogram beras. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang terdampak langsung oleh tingginya harga bahan pokok,” kata Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, saat melaunching penyaluran CPP melalui Bantuan Pangan Beras Tahun 2025 yang digelar di Balai Ohoi Namar pada Jumat, 18 Juli 2025.
Prosesi lauching, dihadiri Kepala Kancab Bulog Langgur Irfan La Dzinga, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Sosial, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, serta Camat Manyeuw juga tiga kepala dan PJ Ohoi Namar, Lairngangas, dan Selayar.
Dalam sambutannya, Wabup mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendapat 9.922 ton beras dari CPP. Beras tersebut akan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat di 11 kecamatan, termasuk Ohoi Namar yang menjadi lokasi penyaluran perdana.
“Katong di daerah ini tidak punya produksi beras. Jadi harus ambil dari luar. Itu yang bikin harga naik terus,” ungkapnya.
Wabup juga menegaskan pentingnya mengoptimalkan potensi pangan lokal seperti sagu, enbal, petatas, ubi, dan singkong. Pangan-pangan tersebut tak boleh dilupakan.
“Justru itu yang harus kita angkat agar tidak terlalu tergantung dari luar,” pintanya.
“Kalau cabai mahal, kenapa tidak kita tanam sendiri? Lahan ada, cuaca sudah mulai bersahabat. Sekarang saatnya kita kembali ke kebun,” ujarnya untuk memotivasi warga masyarakat penerima manfaat.
Wabup juga mengingatkan, bantuan pemerintah hanyalah solusi jangka pendek. Untuk jangka panjang, ketahanan pangan harus dibangun dari bawah melalui peran aktif masyarakat.
Menurutnya, perubahan harus dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Jangan terus bergantung pada bantuan.
“Mari bangun budaya produktif dan mandiri,”
Salah satu penerima bantuan, Alowisia Maturbongs, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah.
“Bantuan ini sangat membantu kami, terutama di saat harga-harga lagi naik seperti sekarang,” sebutnya.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar