Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

FPMK 2025 Tampilkan Kekayaan Budaya, Tradisi, dan Keindahan Wisata

  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus matangkan persiapan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 yang akan berlangsung pada 21–27 Oktober 2025 mendatang.

Kegiatan bergengsi ini akan berlangsung di sejumlah lokasi berbeda, menampilkan kekayaan budaya, tradisi, dan keindahan wisata lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kei.

“Untuk lokasi acara akan menyebar, tidak hanya di satu tempat,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffi, saat jumpa pers di Aula Dinas Pariwisata, Selasa 7 Oktober 2025.

Salah satu atraksi utama FPMK 2025 adalah Werwarat, tradisi penangkapan ikan massal menggunakan tali panjang yang digelar di Pantai Wahan, Ohoi Danar. Dalam tradisi ini, ribuan warga akan turun ke laut dangkal untuk menarik tali bersama pemandangan spektakuler yang merefleksikan semangat gotong royong dan nilai budaya masyarakat Kei.

“Werwarat menjadi salah satu gong festival, karena itu inti dari Pesona Meti Kei yang akan kita angkat di Pantai Wahan,” jelas Toffi.

Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan menarik seperti lomba dragon boat di Perairan Sathean, Goyang Meti Kei di Landmark Langgur, Van Kur Kurat di Ohoi Kolser, serta acara puncak di Pantai Ngursarnadan, Ohoililir. Beberapa babak penyisihan Goyang Meti Kei bahkan akan digelar di Pantai Ngiarwarat, guna menambah semarak menjelang puncak festival.

“Dragon boat kita pusatkan di Sathean, sedangkan Goyang Meti Kei rencana pembukaannya di Landmark Langgur, dan untuk ceremony puncak di Pantai Ohoililir. Ini masih dalam tahap finalisasi, kita lihat nanti perkembangannya,” tambah Toffi.

Persiapan logistik dan infrastruktur saat ini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah bersama panitia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri, Bank Modern, Bank Artha, serta perusahaan besar seperti Telkomsel dan PLN yang turut berpartisipasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kita bersyukur karena dukungan sponsor cukup kuat. Walaupun ada keterbatasan anggaran akibat efisiensi nasional, panitia tetap optimis festival ini akan terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Toffi menegaskan bahwa Festival Pesona Meti Kei tidak hanya menjadi ajang pariwisata, tetapi juga ruang ekspresi dan promosi bagi talenta lokal. Panggung FPMK disiapkan untuk menampilkan karya seni, musik, dan tari tradisional anak daerah Kei.

“Tujuan dari Karisma Event Nusantara adalah mengangkat ekonomi kreatif di daerah dan melahirkan talenta baru. Kalau talenta itu sudah ada, kita sediakan panggung agar mereka bisa berkreasi dan mem-branding diri,” tuturnya.

Festival ini juga menjadi momentum kebanggaan bagi komunitas Kei dan diaspora Kei di berbagai daerah. Partisipasi masyarakat dalam lomba, pertunjukan seni, dan kegiatan sosial diharapkan dapat memperkuat identitas budaya serta menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

“Festival Pesona Meti Kei ini menjadi pestanya orang Kei baik di Maluku Tenggara, Kota Tual, maupun di mana pun mereka berada, serta bagi para pencinta pariwisata,” ungkap Toffi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan promosi melalui media sosial agar pelaksanaan festival berjalan sukses. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, dan sponsor disebut menjadi kunci utama kelancaran acara.

“Kita jaga keamanan sama-sama, dan mari kita promosikan event ini melalui media sosial,” ajaknya.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, panitia juga menyiapkan ruang konsultasi dan pembinaan bagi talenta muda di bidang seni dan olahraga. Langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif dan budaya Kei di masa depan.

Dengan dukungan penuh dari Bupati Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Festival Pesona Meti Kei 2025 diharapkan kembali menjadi ikon pariwisata unggulan Maluku Tenggara di kancah nasional dan internasional.(*)

Editor : Abd Karim

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi BUMN di Ujung Timur: BBM Lancar, UMKM Papua Berkibar

    Sinergi BUMN di Ujung Timur: BBM Lancar, UMKM Papua Berkibar

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • visibility 567
    • 0Komentar

    PAPUA-DM : PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku dan PT Bank Mandiri Wilayah Papua sepakat menjalin kerja sama strategis guna mendukung kelancaran distribusi energi sekaligus pemberdayaan UMKM di Tanah Papua. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Region Pertamina Papua Maluku, Rabu (13/8) lalu, mempertemukan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Isfahani, dan […]

  • Duga,Ribuan Liter BBM Subsidi Berhasil “Dibajak” Pelaku Penimbun dari SPBU Kece

    Duga,Ribuan Liter BBM Subsidi Berhasil “Dibajak” Pelaku Penimbun dari SPBU Kece

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • visibility 180
    • 0Komentar

    DEMAL,-AMBON : Praktek “pembajakan” minyak subsidi kembali terjadi di SPBU Kebun Cengkih, Rabu,28 Juli 2026. Dari penelusuran sejumlah aktivis Kota Ambon, terbongkar praktek “pembajakan” minyak subsidi yang diduga sengaja dibiarkan oleh petugas SPBU Kece. Modusnya yakni menggunakan mobil tengki air dengan dalih pembelian normal, namun mobil tersebut terpantau berulang kali melakukan pembelian. “Dari pengamatan kami, […]

  • Dua Daerah Ini Kelebihan Bayar Puluhan Paket Proyek, Jadi Temuan BPK

    Dua Daerah Ini Kelebihan Bayar Puluhan Paket Proyek, Jadi Temuan BPK

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • visibility 516
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku sudah menyerahkan hasil audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran  2024 untuk sembilan kabupaten/Kota di Maluku.  Tersisa Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat belum diserahkan.  Dokumen itu diterima langsung oleh masing-masing kepala daerah dan pimpinan DPRD setiap Kabupaten/Kota.  Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara mendalam, […]

  • Puluhan Modis di DPRD Maluku Senilai Rp7 M “Lenyap”

    Puluhan Modis di DPRD Maluku Senilai Rp7 M “Lenyap”

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • visibility 258
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Puluhan Mobil Dinas yang dulunya di pakai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Periode 2009-2014 dan 2014-2019 tidak lagi diketahui keberadaannya hingga kini. Kendaraan-kendaraan dinas berbagai varian itu jika di akomuloasikan nilainya mendekati Rp8 miliar. Dari data terbaru tahun 2024 yang diperoleh redaksi dekritmaluku.com, total kendaraan dinas di seluruh SKPD yang […]

  • Modis ditiadakan, Rumjab dibangun, Lira : Selama Bisa Dipertanggungjawabkan Tak Masalah 

    Modis ditiadakan, Rumjab dibangun, Lira : Selama Bisa Dipertanggungjawabkan Tak Masalah 

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • visibility 428
    • 0Komentar

    AMBON- DM : Keputusan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, meniadakan pengadaan Mobil Dinas mendapatkan banyak aplaus. Sedianya diawal pemerintahan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendapatkan pasilitas mobil mewah seharga Rp1,2 miliar. Tapi itu ditiadakan.  Sejumlah elemen mengapresiasi keputusan yang satu ini, banyak yang beranggapan keputusan tersebut sebagai wujud nyata keberpihakan Gubernur Maluku kepada kepentingan publik, mengingat kondisi […]

  • Skandal Sianida Mardika Seret Nama Ketum Garuda 08 Prabowo-Gibran

    Skandal Sianida Mardika Seret Nama Ketum Garuda 08 Prabowo-Gibran

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • visibility 649
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL;Direktorat Tindak Pidana Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku terus gerilya mengusut dugaan tindak pidana dalam transaksi jual beli Sianida, bahan kimia berbahaya yang disita pada Ruko milik Hj. Hartini salah satu pengusaha kawakana di Mardika. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik, termasuk Hj. Hartini. Kasus ini pun sudah naik tingkat, dari penyelidikan menjadi penyidikan, artinya sebentar lagi […]

expand_less