Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Perkuat Jejaring Kolaboratif di KK Pulau Buano, Fokus Sasi di Desa Soleh-Waesala

  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 268
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON,DEMAL: Praktik penangkapan ikan destruktif mengancam ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pengelolaan kolaboratif dan sasi dianggap efektif melindungi habitat laut dari eksploitasi tersebut.

Upaya perlindungan tersebut kemudian diperkuat melalui program TFCCA. Teranyar, program yang dipimpin konsorsium Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS kini memasuki fase rancangan dokumen pengelolaan kolaboratif.

Pada Selasa, 2 Juni 2026, dokumen pengelolaan kolaboratif telah dibahas dengan melibatkan multi pihak di Kantor Negeri Waesala, Kecamatan Huamual Belakang. Namun, penangkapan ikan memakai bom dan potas mengemuka dalam forum diskusi. Mayoritas peserta menyebut praktik ini kian masif.

Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Wilayah Gugus Pulau II, Abdullah Leurima, tidak menampik penangkapan instan itu mengancam kesehatan ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Buano. Dia bilang dampak nyatanya dua spesies ikan demersal mengalami penurunan populasi.

“Sejak 2000, populasi kerapu tikus mengalami degradasi hingga penurunan drastis pada 2007. Saat ini, ikan sulit ditemukan oleh nelayan,” jelasnya.

Kelestarian Terumbu Karang Terancam

Ancaman serupa juga terjadi pada kerapu macan. Ikan dengan nama ilmiah Brown-marbled grouper ini stoknya terdeteksi menyusut sejak 2021.

Berdasarkan pengakuan nelayan pancing rawai pada 2025, hasil tangkapan kerapu tikus mengalami penurunan sangat besar. Nelayan juga mengeluhkan lamanya waktu menangkap ikan.

“Meski saat ini nelayan masih dapat kerapu tikus, ikan ini baru akan ditemukan di perairan yang sama 9 bulan kemudian,” ungkap Abdullah.

Padahal Perairan Selat Pulau Buano kaya akan keanekaragaman hayati. Di perairan ini pula ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2021. Areanya, seluas 31.886,86 hektare mencakup Buano Utara dan Selatan.

Perairannya dilindungi karena memiliki 595 hektare terumbu karang yang menjadi habitat biota laut sekaligus tempat pemijahan ikan.

Abdullah melanjutkan populasi ikan kerapu macan dan tikus juga turun di perairan konservasi. Penurunan disebabkan oleh praktik destruktif fishing yang mengganggu kesehatan ekosistem terumbu karang.

Abdullah mengaku petugas kewalahan menghadapi para pelaku karena kerap mengelabui dengan wadah penyimpanan potas. Mereka biasanya mengincar ikan berukuran besar dan bernilai ekonomis tinggi.

“Kalau tangkap ikan besar kadang menggunakan potas. Rawannya, praktik ini dilakukan saat ikan sedang memijah,” jelasnya.

Selain potas, berkali-kali anggota Kelompok Masyarakat Pengawasan (Pokmaswas) Hena Berkarya Buano Selatan menemukan penangkapan ikan menggunakan bom di dalam zona konservasi maupun di luar kawasan konservasi.

Faktor lain yang ikut mendorong populasi ikan menurun adalah permintaan pasar sehingga memicu penangkapan ikan secara berlebihan.

Cegah Laju Kerusakan Terumbu Karang

Menyikapi kondisi tersebut, Noni Tuharea, Direktur Program Yayasan SAHARI menyayangkan aktivitas yang merusak ekosistem terumbu karang. Catatan SAHARI menunjukkan praktik tersebut menurun sejak 2010 dan bertahan hingga 2024.

Namun pada 2025 aktivitas itu kembali meningkat. Meski begitu, Noni optimistis laju kerusakan dapat ditekan dengan pengelolaan kolaboratif dan menghidupkan kembali praktik sasi.

Noni pun mencontohkan keberhasilan pengelolaan Bank Ikan di Perairan Desa Soleh yang diperkuat dengan peraturan desa. Berkat pengelolaan bersama antara masyarakat dan pemerintah desa, hasilnya kini dinikmati semua pihak.

“Sekarang di Labuan Mandar, lokasi bank itu berada, orang dapat melihat ikan dengan ukuran besar dan jumlah lebih banyak. Ini adalah dampak dari kawasan lindung,” bebernya.

“Apakah tidak boleh diambil? Itu boleh, tetapi harus memperhatikan durasi perlindungan dan ukuran ikan,” tambahnya.

Dampak baik dari kerja multi pihak pada 2023 itu, hasilnya kini dirasakan masyarakat. Keberhasilan ini juga didukung penuh Pokmaswas Desa Soleh dan Buano Selatan.

Pokmaswas dari kedua desa rutin melakukan patroli pengawasan terpadu di perairan. Melalui program TFCCA, kolaborasi dan tim pengawasan kembali diperkuat.

Selain memperkuat patroli, program TFCCA juga mendorong praktik sasi di Perairan Desa Soleh, Buano Selatan dan Waesala. Perairan penyangga konservasi nonformal selanjutnya diintegrasikan ke Kawasan Konservasi Pulau Buano.

“Pengelolaan kolaboratif kawasan konservasi ini bukan hanya kawasan konservasi yang dikelola pemerintah, tetapi juga memperkuat kawasan konservasi yang diinisiasi masyarakat,” jelas Noni.

Kasman dari CTC Training and MPA Program Support Specialist menyebut kawasan konservasi nantinya diawasi jejaring kelompok pengelolaan kolaboratif. Jejaring pengawasan terdapat 20 anggota inti yang berasal dari Desa Soleh, Waesala, Buano Utara dan Selatan.

“Pendaftarannya telah dibuka dengan kriteria pertama bersedia menjadi calon anggota jejaring secara sukarela tanpa paksaan,” jelasnya.

Sedangkan struktur jejaring pengawasan terdiri atas penasihat dan pembina yang melibatkan perwakilan Cabang DKP Maluku Wilayah Gugus Pulau II, Dinas Perikanan Seram Bagian Barat, kepala desa, Polairud, TNI AL dan PSDKP.

Selain itu, jejaring ini juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, serta jurnalis.

Lebih lanjut Kasman mengatakan, fokus kegiatan utama tim inti jejaring pengawasan di antaranya pengawasan dan pemantauan terumbu karang.

“Pengawasan meliputi patroli dan pemantauan perairan secara aktif. Kemudian evaluasi ekologi dan kesehatan karang secara berkala,” jelasnya.

  • Penulis: Jaya Barens

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Malra Salurkan 9.922 Ton CPP, Satu KK Dijatahi 20  KG

    Pemkab Malra Salurkan 9.922 Ton CPP, Satu KK Dijatahi 20 KG

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • visibility 325
    • 0Komentar

    LANGGUR-DM ; Sebanyak 9.922 ton beras yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sukses dibagikan kepada warga penerima di 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara. Program bantuan pangan ini, adalah wujud nyata komitmen pemerintah hadir di tengah rakyat. Namun, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan desa […]

  • Bantu Atasi Krisis Air, Kolatlena Salurkan 15 Ribu Liter Air Untuk Warga Bati

    Bantu Atasi Krisis Air, Kolatlena Salurkan 15 Ribu Liter Air Untuk Warga Bati

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • visibility 160
    • 0Komentar

    BULA.-DEMAL ; Merespons krisis ini yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena, terus bergerak cepat menghadirkan “kemerdekaan air” bagi masyarakat terdampak. Berdasarkan verifikasi Tim Survei Lapangan Darurat Air (SLDA) kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Warga di Dusun Bati Rumoga harus berjalan kaki sejauh […]

  • PLN Journalist Awards 2025 Dibuka, Apresiasi Pewarta Penggerak Literasi Energi Nasional

    PLN Journalist Awards 2025 Dibuka, Apresiasi Pewarta Penggerak Literasi Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • visibility 459
    • 0Komentar

    PT PLN (Persero) mengajak jurnalis untuk berpartisipasi dalam ajang PLN Journalist Awards (PJA) 2025. Mengusung tema “Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat”, pendaftaran dan pengumpulan karya telah dibuka hingga 23 Oktober 2025. Ajang tahunan ini menjadi kesempatan emas bagi para jurnalis di seluruh Tanah Air untuk mengikutsertakan karya terbaiknya melalui 6 kategori yang dilombakan, yakni karya […]

  • Kadis Kominfo, Jaringan 4G di Malra Meningkat Jadi 92 Persen

    Kadis Kominfo, Jaringan 4G di Malra Meningkat Jadi 92 Persen

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • visibility 393
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DM ; Masyarakat Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kini sudah bisa mengakses internet seperti di kota-kota besar. wilayah itu sudah bebas dari blank spot atau kekosongan jaringan internet. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) memastikan dua site baru Telkomsel dalam tahap pembangunan untuk memastikan masyarakat lebih mudah […]

  • Tokoh Muda Perubahan Iklim Indonesia Bergabung dengan Kelompok Penasihat Muda Sekjen PBB

    Tokoh Muda Perubahan Iklim Indonesia Bergabung dengan Kelompok Penasihat Muda Sekjen PBB

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • visibility 369
    • 0Komentar

    JAKARTA/NEW YORK- DM :  Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang  sociopreneur Indonesia akan berdiri di antara hanya 14 Penasihat Muda Sekretaris Jenderal PBB untuk Perubahan Iklim Zagy Berian akan menjadi satu-satunya anggota dari Asia Tenggara, bergabung dengan kelompok ketiga Youth Advisory Group on Climate Change Sekretaris Jenderal António Guterres. Kelompok ini memberikan Sekretaris Jenderal masukan […]

  • SBT Mulai Terserang EL-Nino, Kolatlena Turunkan Tim BNPB Tanggulangi Dampak

    SBT Mulai Terserang EL-Nino, Kolatlena Turunkan Tim BNPB Tanggulangi Dampak

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BULA,-DEMAL ; Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, meninjau langsung dampak El Nino di Kabupaten Seram Bagian Timur. Peninjauan dilakukan bersama Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah 4 hari berada di Bula untuk melakukan verifikasi. Dampak yang terjadi meliputi kemarau panjang, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga abrasi pantai. “Dengan […]

expand_less