Hadiri Pengukuhan PDM-PDA, Bupati Aru Titip Empat Pesan Strategis
- calendar_month Sel, 10 Feb 2026
- visibility 111
- comment 0 komentar

Foto bersama Dewan Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Aru. (dok/Humas)
DOBO.DEMAL;- Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Timotius Kaidel menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam pembangunan sosial di daerahnya.
Timotius mengingatkan akan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Pada kesempatan itu, Bupati memberikan empat pesan strategis kepada pengurus yang baru dikukuhkan. Pertama, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pemberdayaan perempuan.
Kedua, mengembangkan inovasi dakwah yang relevan dengan kebutuhan sosial masyarakat. Ketiga, meningkatkan literasi digital agar media sosial dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan perekat persaudaraan. Keempat, memperkokoh ukhuwah dan persatuan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
“Pembangunan Kepulauan Aru membutuhkan keterlibatan semua pihak. Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus penjaga nilai moral masyarakat,” jelas Timotius.
Pengukuhan ini menegaskan kesiapan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kepulauan Aru untuk berperan sebagai agen transformasi sosial, mengawal pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadaban.
Pengukuhan yang mengusung tema “Membumikan Islam Berkemajuan, Memajukan Kepulauan Aru” berlangsung di Hotel New Grand Aru, Dobo, dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel. Sabtu, 7 Februari 2026.
Hadir dalam pengukuhan Dewan Pengurus Muhammadiyah (DPM)-Dewan Pengurus Aisyiah (DPA) Kabupaten Aru, terdiri dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku dr. Taib Hansauw, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Maluku Ummu Saidah, M.Pd.I, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh lintas agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kepulauan Aru.
Ketua PDM Kepulauan Aru, Rusli Goulap, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan Muhammadiyah periode 2023–2028 diarahkan pada kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dirinya menilai dakwah harus bergerak melampaui simbol dan seremoni, serta hadir sebagai solusi atas persoalan sosial, pendidikan, dan ekonomi umat.
Tiga pilar utama gerakan Muhammadiyah di Kepulauan Aru, yakni dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan, penguatan amal usaha pendidikan guna melahirkan generasi unggul dan berkarakter, serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis potensi kelautan dan perikanan yang menjadi kekuatan utama daerah kepulauan.
“Islam berkemajuan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur,” ujar Goulap.(*)

Saat ini belum ada komentar