Mata Uang Iran Anjlok 1.000.000 Rial = 1 Dolar AS
- calendar_month Sel, 3 Mar 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar

AMBON.-DEMAL ; Sebelum satu peluru pun ditembakkan pada Februari 2026, ekonomi Iran sudah dalam kondisi darurat parah.
Terhitung Per Januari 2026, Iran mengalami krisis ekonomi terdalam dan terpanjang dalam sejarah modernnya.
Inflasi melonjak melampaui 48,6% pada Oktober 2025. Antara 22% hingga 50% warga Iran hidup di bawah garis kemiskinan. Kementerian Kesejahteraan Sosial melaporkan 57% warga Iran mengalami kekurangan gizi.
Pada 19 Maret 2025, nilai tukar melewati 1.000.000 rial per 1 dolar AS, kondisi itu menjadikan rial sebagai mata uang paling tidak bernilai di dunia.
Pada 14 Januari 2026, rial semakin terpuruk ke lebih dari 1,1 juta per dolar AS.
GDP Iran juga kian menyusut drastis dari sekitar $600 miliar pada 2010 menjadi hanya $356 miliar pada 2025. Bahkan daging di Iran sudah menjadi barang mewah, sementara 7 juta warga Iran kelaparan.
Militer Iran Kuat di Atas Kertas, Tapi Rapuh di Fondasi
Iran mengalokasikan sekitar $23,1 miliar untuk militer dan keamanan pada 2025 — naik 35% dari tahun sebelumnya. Sekitar 51% dari proyeksi pendapatan ekspor minyak dan gas dialirkan langsung ke angkatan bersenjata.
Iran mengadopsi doktrin “economy of force” — fokus pada area di mana investasi kecil dan fleksibel menghasilkan efek deterensi tinggi. Prioritas utama: perang siber, deterensi rudal, dan keterlibatan proxy untuk menyeimbangkan lawan tanpa kekuatan konvensional besar.
Saat ini,setengah industri Iran sudah berhenti akibat pemadaman listrik bergilir. Sejak Februari 2025, listrik mati nasional berlangsung 3–4 jam setiap hari. Hal ini memicu eksodus korporasi internasional dan menciptakan hambatan besar pada kapasitas produksi. (*)
Disarikan dari berbagai sumber

Saat ini belum ada komentar