Wabup Malra Hadiri Diseminasi Produk Pengelolaan Pangan Lokal
- calendar_month Rab, 8 Okt 2025
- visibility 115
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendukung penuh program strategis Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual dalam menggerakkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi kerawanan pangan, menekan angka stunting, dan mengendalikan inflasi di wilayah Maluku Tenggara.
“Pemerintah daerah sepenuhnya akan memberikan dukungan sebesar-besarnya, mengingat program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong ketahanan pangan,” ujar Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, saat menghadiri kegiatan “Diseminasi Produk Pengelolaan Pangan Lokal” yang digelar di halaman Gereja Sinai Jemaat GPM Taar, Rabu 8 Oktober 2025.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa strategi pengembangan ketahanan pangan di Maluku Tenggara bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu:
- Kemandirian pangan yang membebaskan masyarakat dari ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
- Pengembangan cadangan pangan pemerintah daerah yang mengantisipasi dan mengatasi kondisi kerawanan pangan.
- Penganekaragaman konsumsi pangan yang mengurangi ketergantungan pada beras sebagai komoditas tunggal dan memperluas konsumsi bahan pangan lokal bergizi.
Charlos Viali menambahkan bahwa potensi keanekaragaman hayati Maluku Tenggara masih belum tergarap optimal. Berdasarkan indikator Pola Pangan Harapan (PPH), tingkat keberagaman pangan masyarakat di Maluku masih tergolong rendah.
“Padahal kita memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Revitalisasi pangan lokal seperti enbal goreng dan berbagai olahan tepung lokal merupakan solusi yang menjanjikan. Ini perlu didukung dengan pengembangan industri pengolahan pangan yang lebih masif,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pekerja Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, Iren Koljaan, menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi tersebut merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) Pelayanan GPM periode 2021–2025.
“Kami mengembangkan gerakan Menanam, Melaut, dan Memasarkan (3M). Program ini merupakan kegiatan lintas bidang yang melibatkan 17 jemaat, tiga di Kota Tual dan 14 di Maluku Tenggara,” jelas Pendeta Iren.
Namun, ia mengakui bahwa pengembangan produk pangan lokal masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada tahap pemasaran.
“Dalam evaluasi kami, program ini memang belum memberi dampak ekonomi signifikan bagi keluarga. Meskipun beberapa produk sudah mendapat izin edar dari DPMPTSP, kendala utama masih di pemasaran,” ujarnya.
Untuk itu, GPM berencana mengembangkan rumah produksi kecil sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi dan distribusi produk pangan lokal. Pendeta Iren juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Maluku Tenggara dan Pemerintah Kota Tual atas dukungan yang terus diberikan terhadap gerakan ini.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar