Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

” Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi dan Mereduksi Nilai Orang Basudara”

  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 823
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON.-DM ; Dunia maya di Kota Ambon kembali diramaikan dengan perang kata antar pengguna media sosial, terutama di platform Facebook Pro dan TikTok. Fenomena saling serang, hujat, dan sindir ini kian marak.

Ketua Tim Periksa Fakta Mafindo Maluku, Aril Salamena mengatakan, obsesi untuk menjadi terkenal di dunia digital sering kali membuat orang kehilangan akal sehat dan mengabaikan nilai-nilai budaya lokal yang menjunjung tinggi persaudaraan.

“Viral bukan segalanya. Banyak orang sekarang ingin viral tanpa memikirkan akibatnya. Padahal, viral tanpa etika itu bukan prestasi, tapi tanda rendahnya literasi digital,” ujar Aril Salamena di Ambon, Selasa (21/10/2025).

Fenomena saling caci ini, bukan sekadar masalah moral pribadi, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat Maluku yang dikenal sensitif terhadap isu SARA.

Pantauan Mafindo Maluku menunjukkan bahwa dua platform populer tersebut kini banyak dipenuhi konten provokatif. Tak sedikit kreator yang menyebarkan potongan video pribadi, percakapan, dan unggahan bernada menghina demi meningkatkan jumlah penonton dan pengikut.

Media sosial skarang jadi arena adu hina. Banyak yang lupa, di balik layar, ada harga diri dan perasaan orang lain yang dipertaruhkan, ujar Aril.

Ia menilai, tren seperti ini telah menjauhkan media sosial dari tujuan awalnya sebagai ruang berbagi ide dan edukasi. Yang ditampilkan bukan lagi kecerdasan, tapi kebodohan yang dikemas menarik. Lucunya, makin kasar, makin rame penontonnya, sindirnya.

Aril juga mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya jumlah anak di bawah umur yang menjadi penonton aktif konten provokatif dan vulgar di TikTok maupun Facebook Pro. Menurutnya, banyak anak kini lebih banyak belajar dari konten digital ketimbang dari guru di sekolah. Jika yang mereka lihat adalah pertengkaran dan caci maki, perilaku itu bisa dengan mudah mereka tiru.

Anak-anak skrang tu dong belajar dengan cara meniru. Kalau yang dong lihat setiap hari adalah orang dewasa saling menghina di media sosial, vidio maupun konten senonoh (menyerupai adegan orang dewasa) dong pasti akan menganggap itu normal, jelas Aril dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa ruang digital seharusnya menjadi tempat tumbuhnya kreativitas positif, bukan arena penyebaran ujaran kebencian. Kreativitas itu bukan soal siapa paling berani menghina, tapi siapa yang paling bermanfaat bagi orang lain, tambahnya.

Selain ujaran kebencian, hoaks, misinformasi, dan disinformasi juga menjadi perhatian serius Mafindo Maluku.
Aril mengingatkan bahwa Maluku merupakan daerah dengan sejarah panjang konflik sosial, sehingga penyebaran informasi palsu bisa menimbulkan dampak besar di tengah masyarakat.

“Satu video lama yang diunggah ulang dengan narasi atau hasa yang salah bisa memicu kebencian antarkelompok. Itu su sering terjadi di masa lalu,” ujarnya.

Ia menggambarkan, hoaks ibarat bara di tengah rumput kering sekali tersulut, bisa membakar persaudaraan yang telah dibangun dengan susah payah.

“Katong seng boleh biarkan ruang digital menjadi pemantik konflik. Maluku harus balajar dari pengalaman”, tegasnya.

Aril menekankan bahwa menjaga etika digital sama pentingnya dengan menjaga adat dan budaya lokal.

Masyarakat Maluku memiliki nilai orang basudara, pela, dan gandong, aini ain dsb, yang menekankan rasa hormat serta solidaritas. Nilai itu, kata dia, harus dihidupkan kembali di ruang digital.

“Kalau di dunia nyata katong bisa saling sapa, peluk dan bagandeng tangan, kanapa di dunia maya katong saling serang? Bukankah Dunia digital juga bagian dari katong pung kehidupan sosial” ujarnya.

Ia menilai, sebagian masyarakat terlalu mudah tersulut oleh komentar negatif. Padahal, literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan media sosial, tapi juga kemampuan menahan diri.

“Kalau di dunia nyata katong bisa jaga lisan, maka di dunia maya juga katong harus jaga jari mai (jempol)” tegas Aril.

Aril mengingatkan para kreator di Ambon dan Maluku untuk tidak mengorbankan etika demi popularitas.

Ia menilai, sudah terlalu banyak kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE akibat unggahan tidak bertanggung jawab.

“Banyak yang baru sadar setelah dipanggil polisi. Padahal dari awal su jelas, media sosial bukan ruang bebas tanpa hukum”, ujarnya.

Ia mengimbau pengguna Facebook Pro dan TikTok agar lebih berhati-hati dalam membuat dan membagikan konten. Alih-alih memperkeruh suasana, mereka diminta menciptakan karya yang inspiratif dan mendidik.

“Kalau mau-mau orang kanal ya mestinya dengan karya, bukan karena cacian,” kata Aril menegaskan.

Di akhir pernyataannya, Aril Salamena mengingatkan bahwa setiap unggahan di media sosial memiliki konsekuensi sosial. Dunia maya bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga ruang publik yang memengaruhi kehidupan nyata.

“Jari mai (Jempol) itu kecil, tapi bisa menyalakan api basar. Gunakan untuk menyalakan terang, bukan for bakar katong rumah sendiri,” pesannya.

Ia menegaskan, Maluku terlalu berharga untuk dijadikan medan kebencian digital.

“Viral boleh, tapi tidak dengan mengorbankan nilai persaudaraan. Di tanah orang basudara, viral tanpa etika bukan prestasi. Itu peringatan keras,” tutup Aril Salamena.(*)

Editor : Abd Karim

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbukti Curang Dalam Seleksi, Bupati Bakal Beri Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

    Terbukti Curang Dalam Seleksi, Bupati Bakal Beri Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • visibility 310
    • 0Komentar

    LANGGUR-DM: Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun menegaskan tidak akan segan mencoret nama-nama yang terbukti curang saat proses seleksi dari daftar kepegawaian.  “Kalau nanti saya menemukan, saya buat tim khusus, bukan hanya dari ASN, tapi juga melibatkan pihak luar. Mulai besok saya umumkan siapa yang membuat kesalahan itu. Saya kasih waktu sampai Rabu untuk melapor. Kalau […]

  • What the New Trade Deal Really Means for Small and Local Businesses

    What the New Trade Deal Really Means for Small and Local Businesses

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Vivamus mattis rutrum nisi, pulvinar congue nulla sagittis vitae. Mauris ut tincidunt urna. Fusce sed quam semper, fringilla quam id, ullamcorper tellus. Vivamus in tortor enim. Pellentesque finibus, justo vel auctor scelerisque, turpis sapien fermentum tortor, non finibus tellus velit et ligula. Mauris dictum sapien sagittis commodo auctor. Cras condimentum porttitor quam, a lacinia augue […]

  • Polres Malteng Dalami Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Malteng dan Istri Anggota TNI

    Polres Malteng Dalami Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Malteng dan Istri Anggota TNI

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • visibility 1.448
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Salah satu oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tengah, dari Partai Demokrat dilaporkan ke Polisi terkait dugaan perselingkuhan dengan istri salah satu anggota TNI. Hubungan antara HS politisi baru di DPRD Malteng dengan DT perempuan yang bekerja di RSUD Masohi itu, ditengerai sudah berjalan sejak dua bulan terakhir, dan baru […]

  • Lantik 87 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Ingatkan Loyalitas dan Integritas

    Lantik 87 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Ingatkan Loyalitas dan Integritas

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • visibility 306
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL ; Sebanyak 87 pejabat Eselon III dan IV dalam jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru dilantik dan di ambil sumpah. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel saat melantik menekankan pentingnya integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintahan. “Pelantikan dan pengambilan sumpah ini merupakan suatu tanggung jawab besar bagi […]

  • GP Ansor : EHP Kebutuhan Daerah Bawa Kemaslahatan Bagi Maluku

    GP Ansor : EHP Kebutuhan Daerah Bawa Kemaslahatan Bagi Maluku

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Wakil Ketua G.P. Ansor Maluku, Faisal Marasabessy.

  • Isi Tahapan Non Pemilu, KPU Educasi Pemilih Disabilitas Kota Ambon

    Isi Tahapan Non Pemilu, KPU Educasi Pemilih Disabilitas Kota Ambon

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • visibility 527
    • 0Komentar

    AMBON.-DM – Komisi Pemilihan Umum Kota Ambon menyelenggarakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, dengan segmentasi pemilih disabilitas jumat, 26 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pemilih yang cerdas, kritis, dan berdaya dalam menyongsong pemilu yang berkualitas. Saat membuka sosialisasi yang mengangkat tema “Aksesibilitas dan partisipasi pemilih disabilitas dalam proses demokrasi (Refleksi Pemilu 2024),” […]

expand_less