Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

” Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi dan Mereduksi Nilai Orang Basudara”

  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 822
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON.-DM ; Dunia maya di Kota Ambon kembali diramaikan dengan perang kata antar pengguna media sosial, terutama di platform Facebook Pro dan TikTok. Fenomena saling serang, hujat, dan sindir ini kian marak.

Ketua Tim Periksa Fakta Mafindo Maluku, Aril Salamena mengatakan, obsesi untuk menjadi terkenal di dunia digital sering kali membuat orang kehilangan akal sehat dan mengabaikan nilai-nilai budaya lokal yang menjunjung tinggi persaudaraan.

“Viral bukan segalanya. Banyak orang sekarang ingin viral tanpa memikirkan akibatnya. Padahal, viral tanpa etika itu bukan prestasi, tapi tanda rendahnya literasi digital,” ujar Aril Salamena di Ambon, Selasa (21/10/2025).

Fenomena saling caci ini, bukan sekadar masalah moral pribadi, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat Maluku yang dikenal sensitif terhadap isu SARA.

Pantauan Mafindo Maluku menunjukkan bahwa dua platform populer tersebut kini banyak dipenuhi konten provokatif. Tak sedikit kreator yang menyebarkan potongan video pribadi, percakapan, dan unggahan bernada menghina demi meningkatkan jumlah penonton dan pengikut.

Media sosial skarang jadi arena adu hina. Banyak yang lupa, di balik layar, ada harga diri dan perasaan orang lain yang dipertaruhkan, ujar Aril.

Ia menilai, tren seperti ini telah menjauhkan media sosial dari tujuan awalnya sebagai ruang berbagi ide dan edukasi. Yang ditampilkan bukan lagi kecerdasan, tapi kebodohan yang dikemas menarik. Lucunya, makin kasar, makin rame penontonnya, sindirnya.

Aril juga mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya jumlah anak di bawah umur yang menjadi penonton aktif konten provokatif dan vulgar di TikTok maupun Facebook Pro. Menurutnya, banyak anak kini lebih banyak belajar dari konten digital ketimbang dari guru di sekolah. Jika yang mereka lihat adalah pertengkaran dan caci maki, perilaku itu bisa dengan mudah mereka tiru.

Anak-anak skrang tu dong belajar dengan cara meniru. Kalau yang dong lihat setiap hari adalah orang dewasa saling menghina di media sosial, vidio maupun konten senonoh (menyerupai adegan orang dewasa) dong pasti akan menganggap itu normal, jelas Aril dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa ruang digital seharusnya menjadi tempat tumbuhnya kreativitas positif, bukan arena penyebaran ujaran kebencian. Kreativitas itu bukan soal siapa paling berani menghina, tapi siapa yang paling bermanfaat bagi orang lain, tambahnya.

Selain ujaran kebencian, hoaks, misinformasi, dan disinformasi juga menjadi perhatian serius Mafindo Maluku.
Aril mengingatkan bahwa Maluku merupakan daerah dengan sejarah panjang konflik sosial, sehingga penyebaran informasi palsu bisa menimbulkan dampak besar di tengah masyarakat.

“Satu video lama yang diunggah ulang dengan narasi atau hasa yang salah bisa memicu kebencian antarkelompok. Itu su sering terjadi di masa lalu,” ujarnya.

Ia menggambarkan, hoaks ibarat bara di tengah rumput kering sekali tersulut, bisa membakar persaudaraan yang telah dibangun dengan susah payah.

“Katong seng boleh biarkan ruang digital menjadi pemantik konflik. Maluku harus balajar dari pengalaman”, tegasnya.

Aril menekankan bahwa menjaga etika digital sama pentingnya dengan menjaga adat dan budaya lokal.

Masyarakat Maluku memiliki nilai orang basudara, pela, dan gandong, aini ain dsb, yang menekankan rasa hormat serta solidaritas. Nilai itu, kata dia, harus dihidupkan kembali di ruang digital.

“Kalau di dunia nyata katong bisa saling sapa, peluk dan bagandeng tangan, kanapa di dunia maya katong saling serang? Bukankah Dunia digital juga bagian dari katong pung kehidupan sosial” ujarnya.

Ia menilai, sebagian masyarakat terlalu mudah tersulut oleh komentar negatif. Padahal, literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan media sosial, tapi juga kemampuan menahan diri.

“Kalau di dunia nyata katong bisa jaga lisan, maka di dunia maya juga katong harus jaga jari mai (jempol)” tegas Aril.

Aril mengingatkan para kreator di Ambon dan Maluku untuk tidak mengorbankan etika demi popularitas.

Ia menilai, sudah terlalu banyak kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE akibat unggahan tidak bertanggung jawab.

“Banyak yang baru sadar setelah dipanggil polisi. Padahal dari awal su jelas, media sosial bukan ruang bebas tanpa hukum”, ujarnya.

Ia mengimbau pengguna Facebook Pro dan TikTok agar lebih berhati-hati dalam membuat dan membagikan konten. Alih-alih memperkeruh suasana, mereka diminta menciptakan karya yang inspiratif dan mendidik.

“Kalau mau-mau orang kanal ya mestinya dengan karya, bukan karena cacian,” kata Aril menegaskan.

Di akhir pernyataannya, Aril Salamena mengingatkan bahwa setiap unggahan di media sosial memiliki konsekuensi sosial. Dunia maya bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga ruang publik yang memengaruhi kehidupan nyata.

“Jari mai (Jempol) itu kecil, tapi bisa menyalakan api basar. Gunakan untuk menyalakan terang, bukan for bakar katong rumah sendiri,” pesannya.

Ia menegaskan, Maluku terlalu berharga untuk dijadikan medan kebencian digital.

“Viral boleh, tapi tidak dengan mengorbankan nilai persaudaraan. Di tanah orang basudara, viral tanpa etika bukan prestasi. Itu peringatan keras,” tutup Aril Salamena.(*)

Editor : Abd Karim

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • visibility 378
    • 0Komentar

    LANGGUR -DM : Para ibu-ibu yang tergabung dalam tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Debut sukses menghantarkan desa desa mereka ke Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2025. Setelah melalui seleksi yang ketat sejak Rabu 20 Agustus 2025, PKK Desa Debut mewakili seluruh desa di Kecamatan Manyeuw dalam seleksi tingkat […]

  • BPKP dan Perumda Panca Karya Teken MoU, Perkuat Tata Kelola Bersih Bebas Korupsi

    BPKP dan Perumda Panca Karya Teken MoU, Perkuat Tata Kelola Bersih Bebas Korupsi

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • visibility 78
    • 0Komentar

    AMBON,-DEMAL – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku resmi menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya Maluku. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman untuk mendorong penguatan tata kelola perusahaan yang baik dan bersih, Kamis (12/03/26). Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan […]

  • Senator Bisri Ungkap Sisi Lemah Masyarakat Hukum Adat di Maluku

    Senator Bisri Ungkap Sisi Lemah Masyarakat Hukum Adat di Maluku

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • visibility 481
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Secara normatif, masyarakat hukum adat diakui keberadaannya oleh negara melalui Undang-undang. Akan tetapi banyak sekali hak-hak masyarakat adat, utamanya di Maluku yang dirampas.  Hal ini terjadi karena ada problmen mendasar ditingkat paling bawah yang seyogyanya perlu disusun dan dilegalkan sebagai sebuah prodak hukum sah ditingkat pemerintahan negeri. “ Hampir semua peraturan negeri yang […]

  • Tingkatkan SDM Kesehatan, Pemkab Malra Sukses Sekolahkan Puluhan Bidan

    Tingkatkan SDM Kesehatan, Pemkab Malra Sukses Sekolahkan Puluhan Bidan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • visibility 414
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Sebanyak 95 bidan asal Maluku Tenggara berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dan resmi diwisuda pada 2025. Para bidan ini merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bekerjasama dengan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan (Poltekkes Kemenkses) Makassar. “Kami bangga, karena 95 bidan dari Malra hari ini resmi menjadi tenaga profesional. Ini […]

  • Bantah Lakukan Pelanggaran, CV Rumbia Perkasa Buka “Borok” Kadis Indag Maluku

    Bantah Lakukan Pelanggaran, CV Rumbia Perkasa Buka “Borok” Kadis Indag Maluku

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • visibility 480
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kota dinilai telah menyampaikan berita bohong kepada masyarakat Maluku. Pernyataan ini disampaikan CV. Rumbia Perkasa menyusul penjelasan Kepala Dinas Perindag Yahya Kota tentang alasan-alasan penghentian sepihak kontrak kerja sama pengelolaan Parkir Pasar Mardika Kota Ambon.  Direktur CV. Rumbia Perkasa Arie menjelaskan, selama berlangsungnya hubungan kemitraan, […]

  • Belum Setahun Menjabat, Bupati Datangkan Investor Jepang ke Kepulauan Aru

    Belum Setahun Menjabat, Bupati Datangkan Investor Jepang ke Kepulauan Aru

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • visibility 297
    • 0Komentar

    DOBO.-DEMAL ; Belum genap satu tahun menjabat sebagai kepala daerah, Bupati Kepulauan Aru, Tomatius Kaidel langsung tancap gas, menunjukkan kinerja nyata melalui langkah strategis dengan mendatangkan investor asal Jepang ke wilayah tersebut, Sabtu 31 Januari 2026. Kehadiran investor asing ini dinilai sebagai bukti keseriusan kepemimpinan Tomatius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang investasi […]

expand_less