Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

” Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi dan Mereduksi Nilai Orang Basudara”

  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 538
  • comment 0 komentar

AMBON.-DM ; Dunia maya di Kota Ambon kembali diramaikan dengan perang kata antar pengguna media sosial, terutama di platform Facebook Pro dan TikTok. Fenomena saling serang, hujat, dan sindir ini kian marak.

Ketua Tim Periksa Fakta Mafindo Maluku, Aril Salamena mengatakan, obsesi untuk menjadi terkenal di dunia digital sering kali membuat orang kehilangan akal sehat dan mengabaikan nilai-nilai budaya lokal yang menjunjung tinggi persaudaraan.

“Viral bukan segalanya. Banyak orang sekarang ingin viral tanpa memikirkan akibatnya. Padahal, viral tanpa etika itu bukan prestasi, tapi tanda rendahnya literasi digital,” ujar Aril Salamena di Ambon, Selasa (21/10/2025).

Fenomena saling caci ini, bukan sekadar masalah moral pribadi, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat Maluku yang dikenal sensitif terhadap isu SARA.

Pantauan Mafindo Maluku menunjukkan bahwa dua platform populer tersebut kini banyak dipenuhi konten provokatif. Tak sedikit kreator yang menyebarkan potongan video pribadi, percakapan, dan unggahan bernada menghina demi meningkatkan jumlah penonton dan pengikut.

Media sosial skarang jadi arena adu hina. Banyak yang lupa, di balik layar, ada harga diri dan perasaan orang lain yang dipertaruhkan, ujar Aril.

Ia menilai, tren seperti ini telah menjauhkan media sosial dari tujuan awalnya sebagai ruang berbagi ide dan edukasi. Yang ditampilkan bukan lagi kecerdasan, tapi kebodohan yang dikemas menarik. Lucunya, makin kasar, makin rame penontonnya, sindirnya.

Aril juga mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya jumlah anak di bawah umur yang menjadi penonton aktif konten provokatif dan vulgar di TikTok maupun Facebook Pro. Menurutnya, banyak anak kini lebih banyak belajar dari konten digital ketimbang dari guru di sekolah. Jika yang mereka lihat adalah pertengkaran dan caci maki, perilaku itu bisa dengan mudah mereka tiru.

Anak-anak skrang tu dong belajar dengan cara meniru. Kalau yang dong lihat setiap hari adalah orang dewasa saling menghina di media sosial, vidio maupun konten senonoh (menyerupai adegan orang dewasa) dong pasti akan menganggap itu normal, jelas Aril dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa ruang digital seharusnya menjadi tempat tumbuhnya kreativitas positif, bukan arena penyebaran ujaran kebencian. Kreativitas itu bukan soal siapa paling berani menghina, tapi siapa yang paling bermanfaat bagi orang lain, tambahnya.

Selain ujaran kebencian, hoaks, misinformasi, dan disinformasi juga menjadi perhatian serius Mafindo Maluku.
Aril mengingatkan bahwa Maluku merupakan daerah dengan sejarah panjang konflik sosial, sehingga penyebaran informasi palsu bisa menimbulkan dampak besar di tengah masyarakat.

“Satu video lama yang diunggah ulang dengan narasi atau hasa yang salah bisa memicu kebencian antarkelompok. Itu su sering terjadi di masa lalu,” ujarnya.

Ia menggambarkan, hoaks ibarat bara di tengah rumput kering sekali tersulut, bisa membakar persaudaraan yang telah dibangun dengan susah payah.

“Katong seng boleh biarkan ruang digital menjadi pemantik konflik. Maluku harus balajar dari pengalaman”, tegasnya.

Aril menekankan bahwa menjaga etika digital sama pentingnya dengan menjaga adat dan budaya lokal.

Masyarakat Maluku memiliki nilai orang basudara, pela, dan gandong, aini ain dsb, yang menekankan rasa hormat serta solidaritas. Nilai itu, kata dia, harus dihidupkan kembali di ruang digital.

“Kalau di dunia nyata katong bisa saling sapa, peluk dan bagandeng tangan, kanapa di dunia maya katong saling serang? Bukankah Dunia digital juga bagian dari katong pung kehidupan sosial” ujarnya.

Ia menilai, sebagian masyarakat terlalu mudah tersulut oleh komentar negatif. Padahal, literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan media sosial, tapi juga kemampuan menahan diri.

“Kalau di dunia nyata katong bisa jaga lisan, maka di dunia maya juga katong harus jaga jari mai (jempol)” tegas Aril.

Aril mengingatkan para kreator di Ambon dan Maluku untuk tidak mengorbankan etika demi popularitas.

Ia menilai, sudah terlalu banyak kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE akibat unggahan tidak bertanggung jawab.

“Banyak yang baru sadar setelah dipanggil polisi. Padahal dari awal su jelas, media sosial bukan ruang bebas tanpa hukum”, ujarnya.

Ia mengimbau pengguna Facebook Pro dan TikTok agar lebih berhati-hati dalam membuat dan membagikan konten. Alih-alih memperkeruh suasana, mereka diminta menciptakan karya yang inspiratif dan mendidik.

“Kalau mau-mau orang kanal ya mestinya dengan karya, bukan karena cacian,” kata Aril menegaskan.

Di akhir pernyataannya, Aril Salamena mengingatkan bahwa setiap unggahan di media sosial memiliki konsekuensi sosial. Dunia maya bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga ruang publik yang memengaruhi kehidupan nyata.

“Jari mai (Jempol) itu kecil, tapi bisa menyalakan api basar. Gunakan untuk menyalakan terang, bukan for bakar katong rumah sendiri,” pesannya.

Ia menegaskan, Maluku terlalu berharga untuk dijadikan medan kebencian digital.

“Viral boleh, tapi tidak dengan mengorbankan nilai persaudaraan. Di tanah orang basudara, viral tanpa etika bukan prestasi. Itu peringatan keras,” tutup Aril Salamena.(*)

Editor : Abd Karim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Usul Marasabessy, Suratnya Tak Kunjung Tiba di DPRD dan KPU Maluku

    Golkar Usul Marasabessy, Suratnya Tak Kunjung Tiba di DPRD dan KPU Maluku

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • visibility 313
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Sudah delapan bulan berlalu, kursi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku yang ditinggalkan alm Rasyid Efendi Latuconsina masih kosong. Partai Golkar rupanya belum solid siapa yang layak untuk mengisi kursi ini, walaupun Azis Mahulette sebagai pemenang nomor urut dua telah dipecat keanggotaannya dari Partai Golkar. Sebagaimana informasi yang beredar, […]

  • Cegah Konflik Agraria di PSN, Senator Bisri Ingatkan BPN Maluku Soal  Hak Ulayat

    Cegah Konflik Agraria di PSN, Senator Bisri Ingatkan BPN Maluku Soal Hak Ulayat

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • visibility 442
    • 0Komentar

      BPN Dorong Pemda Bentuk Perda Hak Ulayat AMBON-DM : Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bisri As Shiddiq Latuconsina kembali menggelar pertemuan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Maluku. Rabu,23 Juli 2025. Dalam pertemuan ini, BPN Maluku diwakili Suwinto, selaku Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Petrus Saija Kabid Penataan dan Pemberdayaan, serta Heru […]

  • The Rise of Side Hustles: How Gen Z Is Redefining Work

    The Rise of Side Hustles: How Gen Z Is Redefining Work

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Ut congue leo ac justo iaculis rhoncus. Vestibulum elementum massa et nisi ullamcorper, sed lacinia nulla ultricies. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent condimentum leo vitae tellus sollicitudin, at varius tortor tempus. Nam in urna et neque efficitur lobortis. Nulla tempus luctus urna sed semper. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci […]

  • Berkedok Penegakan Hukum, Hartini Ungkap Oknum Pemesan Sianida

    Berkedok Penegakan Hukum, Hartini Ungkap Oknum Pemesan Sianida

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Puluhan karung Sianida yang digrebek Ditreskrimus Polda Maluku kuat dugaan sisa dari bisnis haram yang selama ini melibatkan dua oknum Polisi, satu bertugas di Polres MBD dan satunya oknum Ditpolairud Maluku. “Jumlah keseluruhan itu 300 karton, (digrebek) itu sisa,” kata Hartini pemilik ruko yang digrebek polisi, Kamis, 25 September 2025. Hartini yang kini […]

  • 8 ABK KM Indo Perkasa 03 Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Wasir Dobo

    8 ABK KM Indo Perkasa 03 Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Wasir Dobo

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • visibility 240
    • 0Komentar

    DEMAL-ARU: – Sebanyak delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM.Indo Perkasa 03 hingga saat ini belum ditemukan, usai kapal mereka disapu ombak dan tenggelam. Sesuai data, mereka yang belum ditemukan yakni, Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransisku, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, dan Wandi Salusi. “Dari total 16 orang di atas kapal, delapan […]

  • Dua Daerah Ini Kelebihan Bayar Puluhan Paket Proyek, Jadi Temuan BPK

    Dua Daerah Ini Kelebihan Bayar Puluhan Paket Proyek, Jadi Temuan BPK

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 493
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku sudah menyerahkan hasil audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran  2024 untuk sembilan kabupaten/Kota di Maluku.  Tersisa Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat belum diserahkan.  Dokumen itu diterima langsung oleh masing-masing kepala daerah dan pimpinan DPRD setiap Kabupaten/Kota.  Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara mendalam, […]

expand_less