Kamis, 25 Jun 2026
light_mode

Strategi Dirut Poltekpar Makassar Bawa Wisata Bahari Banda ke Panggung Internasional

  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

 

AMBON.-DEMAL ; Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menobatkan Banda Naira sebagai ‘Kilometer Nol’ pengembangan wisata bahari Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan menyulap gugusan pulau bersejarah di Maluku ini menjadi etalase pariwisata maritim dunia yang memadukan kekayaan ekologi dengan jejak peradaban jalur rempah.

Direktur Poltekpar Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, S.Sos., MM.Par., CHE. memandang pariwisata Banda bukan hanya industri perjalanan, melainkan jalan peradaban bangsa menuju kemajuan maritim global.

Di tangannya, Poltekpar Makassar akan hadir bukan hanya untuk mencetak tenaga kerja pariwisata, tetapi melahirkan generasi pelopor yang memahami bahwa laut Indonesia adalah kitab besar kebudayaan, ekonomi, dan masa depan bangsa.

Sebab dalam pandangannya, wisata bahari Banda bukan hanya tentang panorama biru, melainkan tentang diplomasi budaya, konservasi ekologi, penguatan ekonomi masyarakat adat, serta pembangunan identitas Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Karena itulah, Banda Naira dipilih bukan tanpa alasan. Banda bukan sekadar titik geografis di timur Indonesia, melainkan simpul sejarah dunia yang pernah menggerakkan peradaban global melalui rempah-rempah,” kata Dr. Herry Rachmat Widjaja dalam rilis yang diterima redaksi. Senin, 11 Mei 2026.

Dr. Herry Rachmat Widjaja menggarisbawahi, kehadiran Poltekpar di Banda berdiri di atas tiga fondasi besar yang bersifat visioner dan strategis.

Pertama, Banda adalah warisan pariwisata dunia yang memiliki destinasi wisata terpadu. Laut Banda dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia, sebuah bentang samudra yang menyimpan kekayaan biota laut kelas dunia, taman bawah laut yang memesona, serta lanskap geopark maritim yang nyaris tak tertandingi.

“Banda bukan hanya destinasi wisata, tetapi laboratorium hidup peradaban laut Nusantara. Di sanalah terumbu karang tumbuh seperti taman surgawi, dan di sanalah dunia belajar bahwa laut Indonesia bukan sekadar ruang geografis, tetapi ruang spiritual kemaritiman,” urainya.

Kedua, Banda adalah pusat wisata sejarah proklamator. Jejak pengasingan para tokoh bangsa menjadikan Banda sebagai museum hidup perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.

“Di tanah ini, sejarah tidak hanya dibaca di lembar buku, tetapi berdenyut di benteng tua, loronglorong kolonial, dan rumah-rumah yang menyimpan jejak pemikiran besar para pendiri bangsa. Banda menjadi ruang dialog antara sejarah dan masa depan, antara memori nasional dan kebangkitan pariwisata budaya Indonesia,” tambahnya lagi.

Ketiga, Banda merupakan destinasi jalur rempah-rempah dunia. Dari pulau kecil inilah menurut Rachmat Widjaja aroma pala dan cengkih pernah mengubah arah perdagangan internasional.

“Banda adalah titik temu bangsa-bangsa dunia, pusat geopolitik rempah yang pernah menjadikan Nusantara sebagai jantung perdagangan global. Maka, membangun Banda berarti membangkitkan kembali jalur peradaban dunia yang pernah hilang dalam kabut kolonialisme,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar kemudian menempatkan Banda sebagai kilometer nol pengembangan wisata bahari terbaik di Indonesia. Sebuah titik awal untuk membangun peta baru pariwisata nasional yang berbasis laut, sejarah, budaya, dan ekologi.

“Saya bangga hadir di Banda,” demikian spirit kepemimpinannya bergema, “karena Banda bukan hanya destinasi wisata, melainkan pusat pengukuran masa depan pariwisata bahari dunia. Di sinilah kita mengukur sekaligus mengukir kembali peta destinasi wisata maritim internasional.” Pernyataan itu bukan retorika kosong.

Berdasarkan berbagai data dan kajian, Banda telah berkembang menjadi pusat riset destinasi wisata biota laut, sekaligus kawasan riset ekoteologi dunia—sebuah pendekatan yang mempertemukan ekologi, spiritualitas, dan keberlanjutan peradaban maritim.

Laut Banda tidak lagi dipandang semata-mata sebagai objek eksploitasi wisata, tetapi sebagai ruang suci yang harus dijaga keberlangsungannya demi generasi mendatang. Melalui program-program strategisnya, Politeknik Pariwisata Makassar menyentuh langsung kawasan ekonomi wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia.

Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi pariwisata di Banda juga menjadi denyut baru pembangunan kawasan 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—yang selama ini sering dipandang dari pinggiran pembangunan nasional. Padahal sesungguhnya, dari wilayah-wilayah inilah Indonesia menemukan wajah asli kemaritiman dan kekuatan geopolitiknya.

Selain itu, Banda juga telah berkembang menjadi pusat magang MBKM yang membuka cakrawala baru bagi mahasiswa Poltekpar Makassar.

Para mahasiswa tidak hanya belajar teori pariwisata di ruang kelas, tetapi turun langsung membaca denyut masyarakat pesisir, memahami budaya maritim, meneliti ekosistem laut, serta membangun model wisata berkelanjutan berbasis komunitas.

Di Banda, pendidikan berubah menjadi pengalaman hidup; pengetahuan bertemu realitas; dan kampus menjelma menjadi jalan tol pembangunan wisata bahari tingkat internasional.

Direktur Poltekpar Makassar memahami bahwa masa depan Indonesia tidak cukup dibangun dari kota-kota besar saja. Masa depan Indonesia juga tumbuh dari pulau-pulau kecil yang menyimpan kekayaan budaya dan laut yang luar biasa.

Karena itu, Banda dijadikan pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis perspektif 3T. Sebuah langkah besar untuk membuka lahan baru pembangunan pariwisata Indonesia yang lebih adil, berkelanjutan, dan berakar pada identitas maritim Nusantara. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarif Listrik PLN  Triwulan III Sama dengan Triwulan II

    Tarif Listrik PLN Triwulan III Sama dengan Triwulan II

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • visibility 310
    • 0Komentar

    JAKARTA-DM : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) pada triwulan III (Juli-September 2025) tidak mengalami perubahan bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan daya saing industri.  “Untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan daya belimasyarakat, serta daya saing industri, triwulan III 2024 diputuskan […]

  • Soal RUU Kepulauan Telah Siap, Senator Boy : Kewenangan Daerah Kepulauan Bakal Diperkuat

    Soal RUU Kepulauan Telah Siap, Senator Boy : Kewenangan Daerah Kepulauan Bakal Diperkuat

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • visibility 165
    • 0Komentar

    JAKARTA.-DEMAL;  DPD RI melalui Tim Kerja (Timja) RUU Daerah Kepulauan mulai memantapkan pembahasan regulasi strategis bagi wilayah kepulauan dalam rapat perdana yang digelar pada 7 April 2026. Rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dengan salam lintas agama sebagai simbol kebersamaan, sekaligus menandai kelanjutan perjuangan RUU yang telah masuk Prolegnas sejak […]

  • Datangi Relawan Dan Serap Aspirasi Masyarakat Maluku Tengah

    Datangi Relawan Dan Serap Aspirasi Masyarakat Maluku Tengah

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Safari Ramadhan Senator Bisri di Maluku Tengah (Bag-I)   MASOHI.-DEMAL ; Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina manfaatkan bulan suci ramadhan untuk menyambangi para konstituennya di Maluku Tengah dalam agenda penyerapan aspirasi di Provinsi Maluku tahun 2026. Dimulai dari Kota Masohi, Bisri As Shiddiq Latuconsina bertemu ratusan relawan di Ibu Kota […]

  • Kadis The City dan Kisah Cinta Lyla Bukan Majnun (Bag-II)

    Kadis The City dan Kisah Cinta Lyla Bukan Majnun (Bag-II)

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • visibility 370
    • 0Komentar

    SAMBIL merekam kondisi kamar, Bibi mulai tersudut, tak menyangka suaminya bisa menemukan mereka bertiga di dalam kamar 505. Kedatangan Bibi di kamar itu, memang bukan untuk berjumpa Kadis The City, dia juga lagi bermasalah dengan suaminya. Dan berniat berbagi kisah dengan Layla Bukan Majnun. “ Kamu lagi dimana, saya lagi ada masalah,” tanya Bibi kepada […]

  • Warning, Maluku Kebagian Bonus Demografi Negatif di 2030

    Warning, Maluku Kebagian Bonus Demografi Negatif di 2030

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • visibility 402
    • 0Komentar

      AMBON-DM : Jumlah pengangguran terbuka produktif di Maluku saat ini menyentuh angka 6 % ekuivelan dengan 60.000 orang, angka ini berpotensi bertambah dan puncaknya di 2030. Fenomena puncak pengangguran produktif di 2030 merupakan bonus demografi  negatif, yang kiranya perlu diperhatikan secara bijaksana oleh Pemerintah Provinsi Maluku.  Apalagi pada lima tahun ke depan, industri migas […]

  • Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru Angkat 183 PPPK Paruh Waktu

    Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru Angkat 183 PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • visibility 105
    • 0Komentar

      DOBO,-DEMAL; Sebanyak 183 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Penyerahan SK sekaligus pengambilan sumpah/janji Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut berlangsung di Lantai II Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepulauan Aru, Selasa 10 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri langsung […]

expand_less