Minggu, 4 Okt 2026
light_mode

Strategi Dirut Poltekpar Makassar Bawa Wisata Bahari Banda ke Panggung Internasional

  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 307
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

AMBON.-DEMAL ; Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menobatkan Banda Naira sebagai ‘Kilometer Nol’ pengembangan wisata bahari Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan menyulap gugusan pulau bersejarah di Maluku ini menjadi etalase pariwisata maritim dunia yang memadukan kekayaan ekologi dengan jejak peradaban jalur rempah.

Direktur Poltekpar Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, S.Sos., MM.Par., CHE. memandang pariwisata Banda bukan hanya industri perjalanan, melainkan jalan peradaban bangsa menuju kemajuan maritim global.

Di tangannya, Poltekpar Makassar akan hadir bukan hanya untuk mencetak tenaga kerja pariwisata, tetapi melahirkan generasi pelopor yang memahami bahwa laut Indonesia adalah kitab besar kebudayaan, ekonomi, dan masa depan bangsa.

Sebab dalam pandangannya, wisata bahari Banda bukan hanya tentang panorama biru, melainkan tentang diplomasi budaya, konservasi ekologi, penguatan ekonomi masyarakat adat, serta pembangunan identitas Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Karena itulah, Banda Naira dipilih bukan tanpa alasan. Banda bukan sekadar titik geografis di timur Indonesia, melainkan simpul sejarah dunia yang pernah menggerakkan peradaban global melalui rempah-rempah,” kata Dr. Herry Rachmat Widjaja dalam rilis yang diterima redaksi. Senin, 11 Mei 2026.

Dr. Herry Rachmat Widjaja menggarisbawahi, kehadiran Poltekpar di Banda berdiri di atas tiga fondasi besar yang bersifat visioner dan strategis.

Pertama, Banda adalah warisan pariwisata dunia yang memiliki destinasi wisata terpadu. Laut Banda dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia, sebuah bentang samudra yang menyimpan kekayaan biota laut kelas dunia, taman bawah laut yang memesona, serta lanskap geopark maritim yang nyaris tak tertandingi.

“Banda bukan hanya destinasi wisata, tetapi laboratorium hidup peradaban laut Nusantara. Di sanalah terumbu karang tumbuh seperti taman surgawi, dan di sanalah dunia belajar bahwa laut Indonesia bukan sekadar ruang geografis, tetapi ruang spiritual kemaritiman,” urainya.

Kedua, Banda adalah pusat wisata sejarah proklamator. Jejak pengasingan para tokoh bangsa menjadikan Banda sebagai museum hidup perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.

“Di tanah ini, sejarah tidak hanya dibaca di lembar buku, tetapi berdenyut di benteng tua, loronglorong kolonial, dan rumah-rumah yang menyimpan jejak pemikiran besar para pendiri bangsa. Banda menjadi ruang dialog antara sejarah dan masa depan, antara memori nasional dan kebangkitan pariwisata budaya Indonesia,” tambahnya lagi.

Ketiga, Banda merupakan destinasi jalur rempah-rempah dunia. Dari pulau kecil inilah menurut Rachmat Widjaja aroma pala dan cengkih pernah mengubah arah perdagangan internasional.

“Banda adalah titik temu bangsa-bangsa dunia, pusat geopolitik rempah yang pernah menjadikan Nusantara sebagai jantung perdagangan global. Maka, membangun Banda berarti membangkitkan kembali jalur peradaban dunia yang pernah hilang dalam kabut kolonialisme,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar kemudian menempatkan Banda sebagai kilometer nol pengembangan wisata bahari terbaik di Indonesia. Sebuah titik awal untuk membangun peta baru pariwisata nasional yang berbasis laut, sejarah, budaya, dan ekologi.

“Saya bangga hadir di Banda,” demikian spirit kepemimpinannya bergema, “karena Banda bukan hanya destinasi wisata, melainkan pusat pengukuran masa depan pariwisata bahari dunia. Di sinilah kita mengukur sekaligus mengukir kembali peta destinasi wisata maritim internasional.” Pernyataan itu bukan retorika kosong.

Berdasarkan berbagai data dan kajian, Banda telah berkembang menjadi pusat riset destinasi wisata biota laut, sekaligus kawasan riset ekoteologi dunia—sebuah pendekatan yang mempertemukan ekologi, spiritualitas, dan keberlanjutan peradaban maritim.

Laut Banda tidak lagi dipandang semata-mata sebagai objek eksploitasi wisata, tetapi sebagai ruang suci yang harus dijaga keberlangsungannya demi generasi mendatang. Melalui program-program strategisnya, Politeknik Pariwisata Makassar menyentuh langsung kawasan ekonomi wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia.

Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi pariwisata di Banda juga menjadi denyut baru pembangunan kawasan 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—yang selama ini sering dipandang dari pinggiran pembangunan nasional. Padahal sesungguhnya, dari wilayah-wilayah inilah Indonesia menemukan wajah asli kemaritiman dan kekuatan geopolitiknya.

Selain itu, Banda juga telah berkembang menjadi pusat magang MBKM yang membuka cakrawala baru bagi mahasiswa Poltekpar Makassar.

Para mahasiswa tidak hanya belajar teori pariwisata di ruang kelas, tetapi turun langsung membaca denyut masyarakat pesisir, memahami budaya maritim, meneliti ekosistem laut, serta membangun model wisata berkelanjutan berbasis komunitas.

Di Banda, pendidikan berubah menjadi pengalaman hidup; pengetahuan bertemu realitas; dan kampus menjelma menjadi jalan tol pembangunan wisata bahari tingkat internasional.

Direktur Poltekpar Makassar memahami bahwa masa depan Indonesia tidak cukup dibangun dari kota-kota besar saja. Masa depan Indonesia juga tumbuh dari pulau-pulau kecil yang menyimpan kekayaan budaya dan laut yang luar biasa.

Karena itu, Banda dijadikan pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis perspektif 3T. Sebuah langkah besar untuk membuka lahan baru pembangunan pariwisata Indonesia yang lebih adil, berkelanjutan, dan berakar pada identitas maritim Nusantara. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CEO INPEX Ungkap Alasan LNG Masela Disebut Abadi

    CEO INPEX Ungkap Alasan LNG Masela Disebut Abadi

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • visibility 166
    • 0Komentar

    TANIMBAR.-DEMAL; Pemerintah Republik Indonesia bersama SKK Migas dan INPEX Masela, Ltd. secara resmi memulai pembangunan fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela melalui seremoni groundbreakingyang digelar di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Momentum bersejarah ini menandai babak baru perjalanan proyek Abadi dalam pengembangannya sekaligus menjadi tonggak penting transisi proyek dari tahap perencanaan dan […]

  • Menuju Musda Demokrat Maluku: Mengapa Harus Hanubun?

    Menuju Musda Demokrat Maluku: Mengapa Harus Hanubun?

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MUSYAWARAH Daerah Partai Demokrat Maluku yang segera digelar bukan sekadar agenda rutin organisasi. Di balik forum lima tahunan itu, ada pertanyaan penting yang sedang menunggu jawaban: siapa figur yang mampu membawa Demokrat Maluku memasuki babak baru dengan energi politik yang lebih kuat, solid, dan berorientasi pada kepentingan rakyat? Dari sejumlah nama yang mulai disebut-sebut dalam […]

  • Tahun Perdana, Lebih Dari 1000 Calon Mahasiswa Baru Daftar di UIN Amsa

    Tahun Perdana, Lebih Dari 1000 Calon Mahasiswa Baru Daftar di UIN Amsa

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • visibility 546
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon (AMSA) Abidin Wakano optimis tahun ini tingkat penerimanaan mahasiswa baru bisa mencapai target. Dalam laporan yang disampaikan pada Apel pagi tadi di Lapangan Upacara UIN Amsa, Rektor Abidin mengatakan, ada berbagai  jalur untuk calon mahasiswa baru UIN Amsa mendaftar.  Diantaranya  melalui jalur SPAN-PTKIN,UM-PT-KIN. Sesuai […]

  • Waspada! Gelombang 4 Meter Mengintai Perairan Aru, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

    Waspada! Gelombang 4 Meter Mengintai Perairan Aru, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • visibility 230
    • 0Komentar

    DOBO.-DEMAL ; Menyikapi cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru, Berti Imuly, memberikan peringatan serius bagi seluruh warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup dan aktivitasnya di laut. Berdasarkan data terbaru dari BMKG Provinsi Maluku untuk periode 9-10 Januari 2026, kecepatan angin di wilayah ini diprediksi mencapai 6 […]

  • Bupati Pasang Target Tinggi untuk Kontingen MTQ Maluku Tenggara

    Bupati Pasang Target Tinggi untuk Kontingen MTQ Maluku Tenggara

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • visibility 126
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku 2026 yang akan digelar pada Agustus mendatang. Persiapan tersebut dilakukan melalui pembinaan dan pengarahan kepada Kontingen MTQ Kabupaten Maluku Tenggara di Masjid Agung Raudhah Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Sabtu 30 Juni 2026. Bupati Maluku Tenggara, […]

  • Sambut HUT ke-80 RI, Pertamina Patra Niaga Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim

    Sambut HUT ke-80 RI, Pertamina Patra Niaga Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • visibility 432
    • 0Komentar

    JAYAPURA-DM: Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menggelar kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim di Kantor Region Pertamina Papua Maluku, Jumat (15/8). Acara ini menjadi wujud kepedulian sekaligus rasa syukur perusahaan atas pencapaian kinerja sepanjang tahun 2025. Santunan diserahkan kepada anak-anak dari Yayasan Firdaus Asso […]

expand_less