Jumat, 7 Agu 2026
light_mode

Strategi Dirut Poltekpar Makassar Bawa Wisata Bahari Banda ke Panggung Internasional

  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 241
  • comment 0 komentar

 

AMBON.-DEMAL ; Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menobatkan Banda Naira sebagai ‘Kilometer Nol’ pengembangan wisata bahari Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan menyulap gugusan pulau bersejarah di Maluku ini menjadi etalase pariwisata maritim dunia yang memadukan kekayaan ekologi dengan jejak peradaban jalur rempah.

Direktur Poltekpar Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, S.Sos., MM.Par., CHE. memandang pariwisata Banda bukan hanya industri perjalanan, melainkan jalan peradaban bangsa menuju kemajuan maritim global.

Di tangannya, Poltekpar Makassar akan hadir bukan hanya untuk mencetak tenaga kerja pariwisata, tetapi melahirkan generasi pelopor yang memahami bahwa laut Indonesia adalah kitab besar kebudayaan, ekonomi, dan masa depan bangsa.

Sebab dalam pandangannya, wisata bahari Banda bukan hanya tentang panorama biru, melainkan tentang diplomasi budaya, konservasi ekologi, penguatan ekonomi masyarakat adat, serta pembangunan identitas Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Karena itulah, Banda Naira dipilih bukan tanpa alasan. Banda bukan sekadar titik geografis di timur Indonesia, melainkan simpul sejarah dunia yang pernah menggerakkan peradaban global melalui rempah-rempah,” kata Dr. Herry Rachmat Widjaja dalam rilis yang diterima redaksi. Senin, 11 Mei 2026.

Dr. Herry Rachmat Widjaja menggarisbawahi, kehadiran Poltekpar di Banda berdiri di atas tiga fondasi besar yang bersifat visioner dan strategis.

Pertama, Banda adalah warisan pariwisata dunia yang memiliki destinasi wisata terpadu. Laut Banda dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia, sebuah bentang samudra yang menyimpan kekayaan biota laut kelas dunia, taman bawah laut yang memesona, serta lanskap geopark maritim yang nyaris tak tertandingi.

“Banda bukan hanya destinasi wisata, tetapi laboratorium hidup peradaban laut Nusantara. Di sanalah terumbu karang tumbuh seperti taman surgawi, dan di sanalah dunia belajar bahwa laut Indonesia bukan sekadar ruang geografis, tetapi ruang spiritual kemaritiman,” urainya.

Kedua, Banda adalah pusat wisata sejarah proklamator. Jejak pengasingan para tokoh bangsa menjadikan Banda sebagai museum hidup perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.

“Di tanah ini, sejarah tidak hanya dibaca di lembar buku, tetapi berdenyut di benteng tua, loronglorong kolonial, dan rumah-rumah yang menyimpan jejak pemikiran besar para pendiri bangsa. Banda menjadi ruang dialog antara sejarah dan masa depan, antara memori nasional dan kebangkitan pariwisata budaya Indonesia,” tambahnya lagi.

Ketiga, Banda merupakan destinasi jalur rempah-rempah dunia. Dari pulau kecil inilah menurut Rachmat Widjaja aroma pala dan cengkih pernah mengubah arah perdagangan internasional.

“Banda adalah titik temu bangsa-bangsa dunia, pusat geopolitik rempah yang pernah menjadikan Nusantara sebagai jantung perdagangan global. Maka, membangun Banda berarti membangkitkan kembali jalur peradaban dunia yang pernah hilang dalam kabut kolonialisme,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar kemudian menempatkan Banda sebagai kilometer nol pengembangan wisata bahari terbaik di Indonesia. Sebuah titik awal untuk membangun peta baru pariwisata nasional yang berbasis laut, sejarah, budaya, dan ekologi.

“Saya bangga hadir di Banda,” demikian spirit kepemimpinannya bergema, “karena Banda bukan hanya destinasi wisata, melainkan pusat pengukuran masa depan pariwisata bahari dunia. Di sinilah kita mengukur sekaligus mengukir kembali peta destinasi wisata maritim internasional.” Pernyataan itu bukan retorika kosong.

Berdasarkan berbagai data dan kajian, Banda telah berkembang menjadi pusat riset destinasi wisata biota laut, sekaligus kawasan riset ekoteologi dunia—sebuah pendekatan yang mempertemukan ekologi, spiritualitas, dan keberlanjutan peradaban maritim.

Laut Banda tidak lagi dipandang semata-mata sebagai objek eksploitasi wisata, tetapi sebagai ruang suci yang harus dijaga keberlangsungannya demi generasi mendatang. Melalui program-program strategisnya, Politeknik Pariwisata Makassar menyentuh langsung kawasan ekonomi wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia.

Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi pariwisata di Banda juga menjadi denyut baru pembangunan kawasan 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—yang selama ini sering dipandang dari pinggiran pembangunan nasional. Padahal sesungguhnya, dari wilayah-wilayah inilah Indonesia menemukan wajah asli kemaritiman dan kekuatan geopolitiknya.

Selain itu, Banda juga telah berkembang menjadi pusat magang MBKM yang membuka cakrawala baru bagi mahasiswa Poltekpar Makassar.

Para mahasiswa tidak hanya belajar teori pariwisata di ruang kelas, tetapi turun langsung membaca denyut masyarakat pesisir, memahami budaya maritim, meneliti ekosistem laut, serta membangun model wisata berkelanjutan berbasis komunitas.

Di Banda, pendidikan berubah menjadi pengalaman hidup; pengetahuan bertemu realitas; dan kampus menjelma menjadi jalan tol pembangunan wisata bahari tingkat internasional.

Direktur Poltekpar Makassar memahami bahwa masa depan Indonesia tidak cukup dibangun dari kota-kota besar saja. Masa depan Indonesia juga tumbuh dari pulau-pulau kecil yang menyimpan kekayaan budaya dan laut yang luar biasa.

Karena itu, Banda dijadikan pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis perspektif 3T. Sebuah langkah besar untuk membuka lahan baru pembangunan pariwisata Indonesia yang lebih adil, berkelanjutan, dan berakar pada identitas maritim Nusantara. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malteng Canangkan Program Desa Cantik 2026 di Kecamatan Teon Nila Serua

    Malteng Canangkan Program Desa Cantik 2026 di Kecamatan Teon Nila Serua

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 197
    • 0Komentar

    MALUKU TENGAH,-DEMAL; Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah resmi mencanangkan kegiatan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Teon Nila Serua (TNS). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13-14 April 2026 ini, bertujuan memperkuat literasi data di tingkat desa guna mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati […]

  • Pelapor Sudah Diperiksa, Kasus Dugaan Penodaan Agama Bergulir, Kominfo MBD Bakal Dipanggil

    Pelapor Sudah Diperiksa, Kasus Dugaan Penodaan Agama Bergulir, Kominfo MBD Bakal Dipanggil

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku terus menyelidiki dugaan tindak pidana penodaan agama dengan terlapor Abdullah Vanath (Wakil Gubernur Maluku). “ Kemarin (Kamis,14 Agustus 2025) beta  sudah di periksa sebagai saksi pelapor,” kata  Anshari Betekeneng Ketua Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Kota Ambon sebagai saksi pelapor, kepada dekritmaluku, Jumat 15 […]

  • Polres Malteng Dalami Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Malteng dan Istri Anggota TNI

    Polres Malteng Dalami Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Malteng dan Istri Anggota TNI

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Salah satu oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tengah, dari Partai Demokrat dilaporkan ke Polisi terkait dugaan perselingkuhan dengan istri salah satu anggota TNI. Hubungan antara HS politisi baru di DPRD Malteng dengan DT perempuan yang bekerja di RSUD Masohi itu, ditengerai sudah berjalan sejak dua bulan terakhir, dan baru […]

  • The Pros and Cons of Switching to a Fully Digital Payment Wallet

    The Pros and Cons of Switching to a Fully Digital Payment Wallet

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • visibility 333
    • 0Komentar

    In metus risus, tristique quis massa eget, molestie fringilla leo. Vestibulum nisl augue, condimentum at lorem eu, auctor rutrum neque. Phasellus ultrices lectus eros, quis venenatis est sagittis nec. Nulla efficitur, dolor in volutpat lobortis, leo est porttitor lorem, at feugiat urna dolor quis ligula. Proin pretium Ut congue leo ac justo iaculis rhoncus. Vestibulum elementum […]

  • Akademisi UIN AMSA Sebut Pernyataan Wagub Maluku Menyesatkan

    Akademisi UIN AMSA Sebut Pernyataan Wagub Maluku Menyesatkan

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 583
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pernyataan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam sambutannya di acara peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP)  Kabupaten Maluku Barat Daya tuai kecaman dari akademisi. Salah satunya akademisi Fakultas Dakwah-Ushuluddin UIN AMSA M. Saifin Soulisa menilai pernyataan yang disampaikan Wakil Gubernur Maluku, berisi simbol-simbil rasisme dan sangat menyesatkan ummat beragama.   Dengan dalih untuk mengurangi […]

  • Senator Bisri Komit Kawal RUU Perlindungan Masyarakat Adat dan RUU Daerah Kepulauan

    Senator Bisri Komit Kawal RUU Perlindungan Masyarakat Adat dan RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • visibility 561
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah mengajukan sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU) untuk disahkan sebagai produk hukum baru, diantaranya RUU Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan RUU Daerah Kepulauan. Anggota Komite I DPD RI Bisri As Shiddiq Latuconsina menyatakan, pihaknya sangat konsen memperjuangan kedua RUU terebut supaya dapat dibahas dan disahkan menjadi Undang-undang pada tahun […]

expand_less