Jumat, 11 Sep 2026
light_mode

Matangkan RKPD 2027, Wabup: SDM Adalah Aset Terbesar Pembangunan

  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 266
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk matangkan arah pembangunan tahun 2027.

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan forum konsultasi bertujuan membedah dan menyempurnakan rancangan awal RKPD secara teknokratis dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Dokumen tersebut dipastikan tidak sekadar disusun secara administratif, tetapi berbasis data akurat, perkembangan ilmu pengetahuan, serta logika teknis yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

RKPD kata Waup harus menjadi jawaban nyata atas dinamika dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar dokumen formalitas tahunan.

“Forum ini juga menjadi ruang demokrasi yang mempertemukan aspirasi publik dengan kebijakan pemerintah agar arah pembangunan benar-benar selaras dengan harapan masyarakat,” ungkap Wapub dalam sambutannya di acara yang berlangsung Senin 23 Februari 2026.

“RKPD 2027 yang kita bahas hari ini merupakan jembatan krusial yang menghubungkan visi jangka menengah daerah dengan langkah-langkah konkret dalam satu tahun ke depan,” tegasnya.

Rahantoknam menjelaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas pembangunan 2027. Fokus diarahkan pada penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk percepatan penanganan stunting serta pemerataan layanan hingga desa dan wilayah kepulauan.

Ia menekankan bahwa manusia merupakan aset terbesar pembangunan. Tanpa SDM yang berkualitas, kemajuan infrastruktur dan ekonomi tidak akan bermakna.

Pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak di Maluku Tenggara, dari kota hingga desa, dari pesisir sampai pulau-pulau seperti Kei Besar, Tanimbar Kei, Ur Pulau, dan Warbal, memperoleh akses pendidikan yang setara dan berkualitas. Peningkatan literasi, kualitas tenaga pendidik, lingkungan belajar yang layak, serta solusi atas kendala ekonomi keluarga menjadi perhatian utama demi mewujudkan pembangunan yang adil dan seimbang.

Tingkat kemiskinan di Maluku Tenggara saat ini berada di kisaran 21,16 persen. Pemerintah daerah menilai penurunannya belum signifikan, sehingga program ke depan harus lebih tepat sasaran, berbasis data, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, penanganan pengangguran dan perluasan lapangan kerja juga menjadi fokus melalui pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif. Potensi sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata disebut sebagai penggerak utama ekonomi daerah, disertai kemudahan perizinan dan pendampingan bagi pelaku UMKM.

Fokus lainnya adalah pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah keterbatasan fiskal, perangkat daerah diminta selektif dalam mengusulkan program agar setiap proyek benar-benar memberikan manfaat nyata.

Rahantoknam juga menyoroti tren inflasi 2025 yang menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi. Menurutnya, kenaikan harga komoditas harus dianalisis agar benar-benar memberi manfaat bagi petani dan nelayan, bukan hanya di tingkat perantara.

Selain aspek teknokratis dan politis, ia menekankan pentingnya aspek psikologis dalam pembangunan, yakni niat tulus dan kerja keras aparatur sipil negara.

“Jangan sampai rencana sudah bagus, tetapi eksekusinya lemah. Dibutuhkan komitmen dan kerja keras bersama,” ujarnya.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bongkar “Kebohongan” Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Sejarah Batu Merah) Bagian II

    Bongkar “Kebohongan” Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Sejarah Batu Merah) Bagian II

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • visibility 244
    • 0Komentar

    “Sebuah kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan dengan cara apapun selain pemalsuan,” demikian pesan salah satu pegiat literasi yang konsen dalam isu-issu sejarah saat dikonfirmasi mengenai naskah Historiseh Negorij Batoemerah yang sempat dijadikan salah satu alat bukti di Pengadilan Negeri Ambon dalam sengketa Mata Rumah Parenta di Negeri Batu Merah tahun 2021 lalu. Sumber yang kini […]

  • Reses Bareng Aleg Provinsi Malut, Nurlina Komit Kawal Aspirasi Konstituennya 

    Reses Bareng Aleg Provinsi Malut, Nurlina Komit Kawal Aspirasi Konstituennya 

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • visibility 401
    • 0Komentar

    MALUT-DM : Dalam mengisi masa resesnya di tahun pertama masa sidang ke II, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Taliabu Wa Ode Nurlina menyambangi tiga kecamatan berbeda. Pertama di Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan, dalam kunjungan ini Nurlina tidak sendiri, dia bersama salah satu anggota DPRD Maluku Utara asal Partai Keadilan […]

  • Cegah Konflik Agraria di PSN, Senator Bisri Ingatkan BPN Maluku Soal  Hak Ulayat

    Cegah Konflik Agraria di PSN, Senator Bisri Ingatkan BPN Maluku Soal Hak Ulayat

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • visibility 475
    • 0Komentar

      BPN Dorong Pemda Bentuk Perda Hak Ulayat AMBON-DM : Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bisri As Shiddiq Latuconsina kembali menggelar pertemuan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Maluku. Rabu,23 Juli 2025. Dalam pertemuan ini, BPN Maluku diwakili Suwinto, selaku Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Petrus Saija Kabid Penataan dan Pemberdayaan, serta Heru […]

  • Pertama Kali Singgahi Saloku, Kolatlena Bantu Bebaskan Lahan Pembangunan SMA

    Pertama Kali Singgahi Saloku, Kolatlena Bantu Bebaskan Lahan Pembangunan SMA

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • visibility 143
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) F.Alimudin Kolatlena dari Fraksi Gerindra asal Maluku untuk pertama kalinya menjadi anggota DPR RI pertama yang menginjakan kaki di Dusun Saloku Desa Luhu Kecamatan Huamual. Sabtu,4 Juli 2026. Secara demografi. Saloku masuk dalam wilayah adminitratif Desa Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat, berbatasan dengan Dusun Lia Ela. Wilayah ini […]

  • KPR FLPP Solusi Rumah Murah Bagi ASN di Malra

    KPR FLPP Solusi Rumah Murah Bagi ASN di Malra

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • visibility 291
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Ambon untuk mempercepat pemenuhan hunian layak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). “Program ini bukan hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga bagian dari peningkatan kesejahteraan dan stabilitas sosial-ekonomi ASN,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris […]

  • Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • visibility 325
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL; Konflik sosial antara warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aru. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bersama jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung turun melihat dan memastikan kondisi keamanan dan kemanusiaan di lapangan. “Melihat kondisi di lapangan, saya tidak […]

expand_less