Kamis, 13 Agu 2026
light_mode

5000 Mahasiswa UIN Amsa Tak Bisa Baca Al-Qur’an Dengan Baik

  • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
  • visibility 760
  • comment 0 komentar

Akademisi Kritik Pedas Peran Kanwil Agama Maluku

 

AMBON.-DEMAL ; Pembangunan rohani bangsa di Maluku menunjukkan kecenderungan melemah sejak tahun 1999 sampa saat ini. Lemah pada aspek pengkaderan Imam Masjid, Lemah pada aspek pengkaderan Guru TPQ di Desa, dan lemah dari aspek pengkaderan Khatib (muballig).

Pasca konflik berdarah roadmap pemahaman agama orang Maluku mulai bervariasi dan sulit dipertemukan demi persatuan dan persaudaraan. Semakin lemahnya peran Kemenetrian Agama bila membaca data jurnal studi Islam pasca sarjana UIN A.M. Sangadji menunjukkan dalam beberapa tahun terakhir, mengalami kelemahan, terutama pada aspek pengkaderan keagamaan bidang khatib jumat, Imam masjid, dan Pengelolaan ZIS komunitas di Desa.

Salah satu akademisi dari UIN Amsa Dr. Syarifuddin menjelaskan, lemahnya peran Kementrian Agama Wilayah Maluku dapat dilihat pada beberapa indikator, pertama menurunnya kemampuan baca tulis Al-Qur’an di sejumlah wilayah seperti Kailolo, Siri-Sori Islam, Tehoru, Wahai, Wakasihu, dan Manipa.

Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya ketersediaan guru TPQ yang memenuhi standar kompetensi, minimnya regenerasi imam desa, serta kurangnya khatib yang memiliki wawasan Islam ke-Indonesiaan yang moderat dan kontekstual.

“Berdasarkan hasil Laporan MTQ Membangun desa memberikan gambaran bahwa setiap tahunnya di desa 68 sampai 87% memberikan jawaban bahwa Kementerian Agama tidak pernah hadir untuk melakukan pengkaderan Imam masjid, Khatib dan Manajemen ZIS,” kata Syarifuddin.

Kondisi ini juga berdampak pada UIN A.M. Sangadji ada 5000 mahasiswa yang tidak bisa baca Al-Quran dengan baik kurang lebih 83% angka ini memberikan gambaran bahwa Maluku darurat atau krisis pembinaan rohani bangsa.

Syarifuddin menilai, Kementerian Agama Provinsi Maluku sebagai representasi pemerintah pusat di daerah belum menunjukkan peran strategis dalam merespons persoalan ini. Parahnya lagi, tidak tersedianya dokumen peta jalan (roadmap) pembangunan rohani bangsa menjadi indikator lemahnya perencanaan jangka panjang.

“Peran kelembagaan cenderung administratif dan seremonial, sementara fungsi pembinaan substantif seperti advokasi guru TPQ, penguatan kapasitas imam desa, dan optimalisasi ZIS sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat masih belum berjalan optimal,” tegasnya lagi.

Akibat dari stagnasi tersebut, muncul gejolak sosial yang tidak seimbang, ditandai dengan meningkatnya potensi konflik antar desa dan melemahnya peran tokoh agama sebagai mediator sosial.

Secara empiris, kondisi degradasi rohani ini berkorelasi dengan potensi peningkatan kriminalitas, sebagaimana hasil kajian yang menunjukkan bahwa rendahnya kualitas keagamaan masyarakat berkontribusi terhadap ketidakstabilan sosial. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepada Pendukung, AV Akui Tak Punya Uang, LHKPN-Berkata Lain

    Kepada Pendukung, AV Akui Tak Punya Uang, LHKPN-Berkata Lain

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • visibility 484
    • 0Komentar

    AMBON-DM; Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath diduga tpunya agenda-agenda khusus untuk mengamankan “kelompoknya” dalam jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku. Ini terungkap dalam video berdurasi 1,38 menit yang lagi viral di media sosial dan whatsup grup. Senin,18 Agustus 2025. Dalam rekaman itu, Wakil Gubernur Maluku mengaku mendapatkan banyak cemooh diduga dari lingkarannya sendiri karena tak mampu […]

  • Polda Maluku Buka Suara soal Kasus Mauruf Cs 

    Polda Maluku Buka Suara soal Kasus Mauruf Cs 

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • visibility 515
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Direktorat Reserse Kiriminal Umum akhirnya buka suara soal kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyeret Mauruf Tomia, Taufik Latukau dan Fadel Rumakat.  Ketiga orang ini dilaporkan Bos PT. Spice Island Maluku (SIM), Eko Anshari atas dugaan pencemaran nama baik. Kasus tersebut lambat ditangani Polda Maluku pasca dilaporkan di […]

  • IAIN Ubah Status, Kolatlena : Kami Juga Dukung IAKN Jadi UKI 

    IAIN Ubah Status, Kolatlena : Kami Juga Dukung IAKN Jadi UKI 

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • visibility 596
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) F. Alimudin Kolatlena menyambut bahagia peralihan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Abd Mutalib Sangadji. “ Tentu ini harapan semua, harapan ummat dan bangsa. Proses peralihan ini kita tahu sendiri, jika telah menelan waktu yang sangat panjang, puluhan tahun dan […]

  • Dari Tilawah hingga KTIQ, Kafilah Maluku Tenggara Berjuang di Ambon

    Dari Tilawah hingga KTIQ, Kafilah Maluku Tenggara Berjuang di Ambon

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • visibility 86
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Kafilah Kabupaten Maluku Tenggara kembali menunjukkan semangat dan komitmen dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung di Kota Ambon, Kamis 25 Juni 2026. Memasuki hari kedua perlombaan, sejumlah peserta terbaik Maluku Tenggara diturunkan untuk mengikuti berbagai cabang lomba yang digelar di beberapa lokasi. Keikutsertaan kafilah tersebut menjadi bagian […]

  • Hanya Jemaah Haji Aceh Yang Terima Tambahan Santunan dari Wakaf Baitul Asyi di Mekkah

    Hanya Jemaah Haji Aceh Yang Terima Tambahan Santunan dari Wakaf Baitul Asyi di Mekkah

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MAKKAH,-DEMAL ; Ribuan jemaah haji asal Provinsi Aceh pada musim haji tahun 1447 H / 2026 M kembali menerima dana kompensasi tunai sebesar 2.000 Riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp9,2 juta per orang dari pengelolaan Wakaf abadi Baitul Asyi di Makkah. Pembagian dana kompensasi dilakukan secara bertahap sejak Minggu sore waktu Arab Saudi bertempat […]

  • Saat ‘Capten’ Siong Tergiur Investasi Bodong, Rp125 M Nyaris Ludes

    Saat ‘Capten’ Siong Tergiur Investasi Bodong, Rp125 M Nyaris Ludes

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • visibility 520
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Nama Siong kembali mencuat ke publik usai Kejaksaan Negeri Ambon menggarap dugaan korupsi dana Dok Wayame. Dalam kasus ini, pengusaha Kapal Cepat Fiber nomor wahid di Indonesia Timur ini bukan sebagai terduga pelaku kajahatan, tapi  berstatus saksi. Siong tidak sendiri yang diperiksa soal Dok Wayame, ada juga nama Tony Rambitan pengusaha minyak kelas kakap […]

expand_less