Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Sosok Pitoyo Rajanya Sianida, diduga Buka Rute Baru Ke Pulau Buru 

  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 660
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON-DM : Aktivitas penjualan sianida di Pulau Buru Kabupaten Buru untuk kepentingan pertambangan di Gunung Botak kian masif. 

Sianida memang sudah banyak digunakan sejak tambang itu buka pada tahun 2011 silam. Zat kimia berbahaya ini dipakai untuk mengikat biji mas dan memisahkannya dari material tanah. 

Dulunya di awal aktivitas pertambangan secara membabibuta, banyak pemodal  yang terlibat mendistribusikan sianida ke Gunung Botak. Akan tetapi dengan intesifitas penegakan hukum saat itu, bisnis sianida mulai berkurang. Tak semasif sebelumnya. 

Polisi terus memperketat razia dan juga pengawasan jalur pasok barang ke Pulau Buru. Akhirnya pendistrubusian sianida pun mulai terhambat. Berdampak terhadap para pemodal. 

Sisanya saat ini hanya tinggal satu saja yang bertahan. 

“ Yang kami dengar Pitoyo. Memang dulu banyak sekali yang bermain, tapi karena modal kecil dan beresiko pidana, akhirnya mereka gulung tikar,” ujar salah satu warga Namlea. Kamis,26 Juni 2025.

Menurutnya, nama Pitoyo sangat familar saat ini karena dia satu-satunya pemasok dan telah miliki jaringan pembeli yang stabil. 

“ Kalau dibilang dia Raja Sianida, satu-satunya pemasok,” ungkapnya lagi. 

Ditempat terpisah, dari  informasi yang dikumpulkan, sebanyak 350 kaleng zat kimia Sianida dengan berat per kaleng 50 kg dikabarkan pada pekan ini telah lolos masuk Pulau Buru untuk diperjualberilakan kepada para pendulang emas.

Zat kimia berbahaya itu mudahnya masuk ke Pulau Buru karena distributor mengubah-ubah rute pasok ke Pulau Buru. 

“ Banyak jalan menuju roma, banyak  Jalan menuju Gunung Botak,” kata salah satu informan yang menjelaskan taktik distributor Sianida ke Pulau Buru. 

Menurutnya, sianida yang sekarang beredar di Pulau Buru pemiliknya cuma satu, diduga seluruhnya dipasok Pitoyo.

Sosok Pitoyo sendiri sangat asing di telinga pengusaha Maluku,  dari penelusuran redaksi pria yang menamatkan S1 di Amerika itu sangat sulit dijumpai. 

Namanya santer dibicarakan dan menjadi pembicaraan hangat ketika Pemerintah Provinsi Maluku menerbitkan IPR untuk 10 Koperasi di Tambang Gunung Botak.

Sebab, tanpa sianida material emas tak berati apa-apa, jika kemudian IPR diterbitkan, bisnis sianida pun dikuatirkan semakin lancar tanpa hambatan berarti.

“ Jalur pasok diubah sekarang, hanya sebagian kecil saja yang menggunakan jalur Surabaya Ambon Buru, sekarang lebih banyak menggunakan Halmahera-Pulau Buru, ada pula yang masuk langsung ke Buru,” bebernya.

Itulah kenapa kata sumber anonim itu, polisi kesulitan untuk menghentikan penggunaan zat kimia di Pulau Buru.

Selain rantai pasok yang berubah-ubah, gudang penyimpanannya pun sering dimanipulatif, untuk menghindari pengejaran petugas berwajib. 

Sumber yang enggan menyebutkan namanya itu juga mensinyalir ada sindikat yang membecking jalur dustrubusi sianida ke Buru.

“ Bisa oknum-oknum penegak hukum maupun dari sipip tertentu yang punya akses rute pelayaran dan navigasi, bisnisnya sudah semacam kartel,” tandasnya.

Ditambahkan lagi, jika penyuplai utama sianida ke Pulau Buru hanya satu orang, jika lebih dari itu atau ada pemasok lain maka polisi akan sangat mudah menangkap para pelaku. Mengingat hukum bisnis akan berlaku.

“ Logikanya begini, kalau ada tiga orang, dengan permintaan yang tinggi maka mereka akan bersaing merebut pasar, saling sikut. Saling mata mematai, dan berujung saling lapor,” terangnya, tapi karena distributor sianida dari luar Maluku hanya satu maka dengan mudah mengendalikan rantai pasok agar bisa sampai ke penambang.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Gelombang 4 Meter Mengintai Perairan Aru, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

    Waspada! Gelombang 4 Meter Mengintai Perairan Aru, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • visibility 257
    • 0Komentar

    DOBO.-DEMAL ; Menyikapi cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru, Berti Imuly, memberikan peringatan serius bagi seluruh warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup dan aktivitasnya di laut. Berdasarkan data terbaru dari BMKG Provinsi Maluku untuk periode 9-10 Januari 2026, kecepatan angin di wilayah ini diprediksi mencapai 6 […]

  • Why Plant-Based Burgers Are Here to Stay

    Why Plant-Based Burgers Are Here to Stay

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Phasellus ornare elit et sapien tempor, quis ultrices nisl semper. Sed porta odio eget sapien varius sagittis. Praesent leo diam, pulvinar vel malesuada quis, vulputate in diam. Sed dignissim ullamcorper arcu nec condimentum. Phasellus fermentum odio eu eros pharetra rutrum. leo ac justo iaculis rhoncus. Vestibulum elementum massa et nisi ullamcorper, sed lacinia nulla ultricies. […]

  • Peran Kemenag Dalam Pembangunan Keberagamaan Di Maluku

    Peran Kemenag Dalam Pembangunan Keberagamaan Di Maluku

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • visibility 404
    • 0Komentar

    HAK JAWAB: Kanwil Kemenag Maluku Terkait Pemberitaan, “5000 Mahasiswa UIN Amsa Tak Bisa Baca Al-Quran Dengan Baik” AMBON.-DEMAL ; Kementerian Agama memegang peran penting dalam pembangunan kehidupan keberagamaan di Provinsi Maluku. Kalimat ini bermakna penting bahwa lembaga ini memiliki tugas dan pengaruh besar dalam membina, mengatur, serta menjaga kehidupan beragama masyarakat yang di dalamnya mengandung […]

  • Wabup Malra Hadiri Diseminasi Produk Pengelolaan Pangan Lokal

    Wabup Malra Hadiri Diseminasi Produk Pengelolaan Pangan Lokal

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • visibility 251
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendukung penuh program strategis Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual dalam menggerakkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi kerawanan pangan, menekan angka stunting, dan mengendalikan inflasi di wilayah Maluku Tenggara. “Pemerintah daerah sepenuhnya akan memberikan dukungan sebesar-besarnya, […]

  • Bocor Percakapan Jejaring Pijat Berbayar Kaum Gay di Ambon

    Bocor Percakapan Jejaring Pijat Berbayar Kaum Gay di Ambon

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • visibility 424
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Praktek pijat badan memang hal yang lumrah, tak hanya di desa, di kawasan perkotaan, pijat bahkan jadi ladang cuan. Sebab, permintaan pelayanan pijat lumayan masif. Salah satu terapis panggilan yang tidak mau namanya dipublikasi, mengklaim seminggu dia bisa memperoleh empat kali tawaran ke rumah-rumah warga, dengan bayaran diangka Rp200 ribu itu belum termasuk […]

  • Percantik Wajah Kota Langgur, Bupati Thaher Siapkan Ruang Kreatif bagi Anak Muda

    Percantik Wajah Kota Langgur, Bupati Thaher Siapkan Ruang Kreatif bagi Anak Muda

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Guna mencegah tawuran, Pemkab akan menghidupkan taman-taman kota (Landmark, Tabob, Watdek) dengan fasilitas kuliner dan panggung kreatif. Bupati bahkan telah menyiapkan alat musik lengkap untuk mendorong anak muda berkegiatan produktif.

expand_less