Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

APBD Perubahan Aru Bertambah Rp73,72 Miliar, Belanja Tembus Rp1 Triliun

  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

DOBO,-DEMA; Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Kepulauan Aru Tahun Anggaran 2026 mengalami peningkatan signifikan. Belanja daerah dalam rancangan APBD Perubahan bertambah Rp73,72 miliar dan kini menembus angka Rp1,007 triliun.

Penambahan anggaran tersebut diarahkan pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga mempercepat pembangunan infrastruktur.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menyampaikan hal itu saat membacakan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Perubahan 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kepulauan Aru di Gedung Paripurna Sementara DPRD Sitakena, Senin (28/9/2026).

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kepulauan Aru, Feny Silvana Loy, dan dihadiri Wakil Bupati Mohammad Djumpa, unsur Forkopimda, anggota DPRD serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kaidel mengatakan, penyampaian nota pengantar merupakan tindak lanjut atas Kesepakatan Bersama Perubahan KUA-PPAS 2026 sekaligus bagian dari tahapan penyusunan APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut dia, tambahan anggaran dalam APBD Perubahan harus diarahkan pada kebutuhan riil masyarakat dan kesinambungan pembangunan daerah.

“Orientasi pelaksanaan APBD Perubahan pada pembangunan, penguatan pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat desa, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong peningkatan harapan hidup masyarakat,” kata Kaidel.

Dalam ringkasan eksekutif Ranperda APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp863,79 miliar, atau bertambah Rp58,23 miliar dibandingkan APBD murni.

Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp43,92 miliar, pendapatan transfer Rp813,48 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp6,38 miliar.

Dari sisi PAD, pemerintah daerah menargetkan penerimaan pajak daerah Rp8,97 miliar, retribusi daerah Rp3,97 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp7,5 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp23,47 miliar.

Sementara pendapatan transfer mencapai Rp813,48 miliar. Angka tersebut terdiri atas transfer pemerintah pusat Rp796,70 miliar dan transfer antar daerah Rp16,77 miliar.

Di sisi belanja, angka yang menjadi sorotan adalah kenaikan sebesar Rp73,72 miliar, sehingga total belanja daerah dalam APBD Perubahan mencapai Rp1,007 triliun.

Belanja operasi masih mendominasi dengan alokasi Rp709,13 miliar atau bertambah Rp40,27 miliar. Komponen tersebut meliputi belanja pegawai Rp448,44 miliar, belanja barang dan jasa Rp240,89 miliar, belanja hibah Rp16,81 miliar dan belanja bantuan sosial Rp2,97 miliar.

Sementara belanja modal dialokasikan sebesar Rp161,76 miliar, meningkat Rp33,44 miliar. Belanja tidak terduga sebesar Rp500 juta, sedangkan belanja transfer mencapai Rp136,08 miliar.

Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan Rp152,47 miliar atau bertambah Rp23,26 miliar. Sumbernya berasal dari SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp77,03 miliar dan penerimaan pinjaman daerah Rp75,44 miliar.

Adapun pengeluaran pembiayaan mencapai Rp8,77 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk penyertaan modal daerah Rp2,5 miliar dan pembayaran utang daerah Rp6,27 miliar.

Dengan struktur tersebut, pembiayaan netto dalam APBD Perubahan 2026 mencapai Rp143,69 miliar, sementara SiLPA akhir tahun anggaran diproyeksikan nihil.

Kaidel menegaskan, keberhasilan APBD Perubahan tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap maupun banyaknya kegiatan yang terlaksana.

Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah dampak anggaran terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

“Sebab keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan maupun besarnya serapan anggaran, tetapi sebaliknya seberapa besar persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” tegasnya.

Kaidel berharap pembahasan Ranperda APBD Perubahan 2026 antara pemerintah daerah dan DPRD dapat diselesaikan tepat waktu sehingga program pembangunan yang telah dirancang dapat segera dilaksanakan sesuai kebutuhan dan prioritas daerah.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mansur Banda Angkat Bicara, Sebut Jalan Rusak di Tahalupu SBB Bukan Pekerjaannya 

    Mansur Banda Angkat Bicara, Sebut Jalan Rusak di Tahalupu SBB Bukan Pekerjaannya 

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • visibility 552
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Kontraktor tajir Maluku yang sering disapa Mansur Banda akhirnya angkat bicara soal tender pekerjaan Jalan Lapen Desa Tahalupu-Dusun Tihu  yang kini rusak dan dikeluhkan masyarakat. “ Itu bukan beta yang kerja,” kilahnya saat dimintai tanggapan mengenai situasi ruas jalan Tahulupu di Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat 20 Juni 2025. Bos […]

  • Senator Bisri Komit Kawal RUU Perlindungan Masyarakat Adat dan RUU Daerah Kepulauan

    Senator Bisri Komit Kawal RUU Perlindungan Masyarakat Adat dan RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • visibility 655
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah mengajukan sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU) untuk disahkan sebagai produk hukum baru, diantaranya RUU Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan RUU Daerah Kepulauan. Anggota Komite I DPD RI Bisri As Shiddiq Latuconsina menyatakan, pihaknya sangat konsen memperjuangan kedua RUU terebut supaya dapat dibahas dan disahkan menjadi Undang-undang pada tahun […]

  • Percepat Pembangunan Desa, Bupati Aru Dukung Penuh Program TMMD

    Percepat Pembangunan Desa, Bupati Aru Dukung Penuh Program TMMD

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • visibility 322
    • 0Komentar

      DOBO.-DEMAL; Tim Monitoring dan Evaluasi (Wasev) dari Pusat Teritorial Angkatan Darat meninjau langsung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1503/Tual di Dusun Marbali, Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu 4 Maret 2026. Kunjungan yang dipimpin oleh Kolonel Inf M. Latupono ini didampingi langsung oleh Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan Dandim 1503-03/Tual Letkol Inf […]

  • Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Kemerdekaan di Langgur

    Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Kemerdekaan di Langgur

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • visibility 312
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan Pawai Pembangunan dan Kirab Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Langgur, Sabtu 16 Agustus 2025. Peserta pawai berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kecamatan, ohoi/desa, badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), hingga pelajar […]

  • Aleg DPRD Kota Ambon Dilaporkan Ke APH Dengan Dalil TPPU

    Aleg DPRD Kota Ambon Dilaporkan Ke APH Dengan Dalil TPPU

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • visibility 604
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Yos Sudarso Ambon Rawidin Ode dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku dan Polda  Maluku. Selasa,3 Juni 2025. Rawidin Ode selama menjabat sebagai Ketua Koperasi TKBM sejak 2014 silam dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dengan dalil dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dana milik anggota Koperasi TKBM yang […]

  • 100 Hari Kerja Pemerintahan HL-AV dimata Parpol Pengusung

    100 Hari Kerja Pemerintahan HL-AV dimata Parpol Pengusung

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • visibility 377
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Bertepatan dengan 1 Juni 2025, Pemerintahan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath genap 100 hari kerja sejak dilantik Kamis,20 Februari 2025. Meski, tak menjadi acuan atau ukuran keberhasilan tatakelola pemerintahan dan pembangunan daerah, namun, 100 hari kerja telah menjadi mindset publik dalam menakar kebijakan propoor kepala pemerintahan daerah. Diawal, HL harus menjalani  pemerintahannya penuh tantangan dan ujian. […]

expand_less