Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Jejaring Kolaboratif Susun SOP Pengawasan, Lanjutkan dengan Praktik Lapangan

  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALUKU,-DEMAL; Jejaring kelompok pengelolaan kolaboratif di wilayah Pulau Buano, Desa Soleh, dan Desa Waesala, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengawasan Kolaboratif Kawasan Konservasi sebagai pedoman bersama dalam memperkuat pengawasan sumber daya pesisir dan laut.

Penyusunan SOP tersebut dilakukan melalui Lokakarya Penyusunan dan Uji Coba SOP Pengawasan Kolaboratif yang berlangsung pada 3–4 September 2026 di Kantor Yayasan SAHARI, Desa Nuruwe. Kegiatan ini melibatkan jejaring kelompok kolaboratif dari Desa Buano Utara, Buano Selatan, Soleh, dan Waesala.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan melalui Program TFCCA yang dilaksanakan oleh konsorsium Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS. Lokakarya mencakup penyusunan SOP, uji coba, serta evaluasi dan perbaikan berdasarkan pengalaman peserta di lapangan.

Koordinator Program Yayasan SAHARI, Asura, mengatakan penyusunan SOP menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara kolaboratif.

“Penyusunan dan uji coba SOP Pengawasan Kolaboratif ini bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Selain itu, berbagai upaya konservasi seperti KKD, Bank Ikan, DPL, dan pengawasan masyarakat dapat disatukan dalam satu jejaring kerja sama yang lebih terkoordinasi,” jelasnya.

para peserta langsung melakukan uji coba pengawasan kolaboratif di sekitar perairan Desa Nuruwe dan Desa Kaibobo. (dok istimewa)

 

Suasana Lokakarya Penyusunan dan Uji Coba SOP Pengawasan Kolaboratif. (dok istimewa)

Setelah penyusunan SOP, para peserta langsung melakukan uji coba pengawasan kolaboratif di sekitar perairan Desa Nuruwe dan Desa Kaibobo. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan prosedur pengawasan dengan melakukan pendataan terhadap nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan serta mencatat berbagai temuan selama pelaksanaan pengawasan.

Hasil uji coba SOP pengawasan kolaboratif tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian SOP dengan kondisi nyata di lapangan. Masukan dari peserta digunakan untuk menyempurnakan prosedur agar lebih mudah diterapkan dan mampu menjawab kebutuhan pengawasan masyarakat.

Asura berharap, pendekatan kolaboratif ini dapat memperkuat koordinasi, komunikasi, dan mekanisme tindak lanjut antarpihak. Dengan demikian, berbagai inisiatif konservasi yang telah berjalan dapat saling melengkapi dalam mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut di Pulau Buano dan wilayah sekitarnya.

“SOP Pengawasan Kolaboratif juga disusun sebagai pedoman untuk memastikan kegiatan pengawasan berlangsung secara terarah, tertib secara administrasi, serta sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku,” jelasnya.

Asura menambahkan lokakarya diakhiri dengan finalisasi dokumen SOP Pengawasan Kolaboratif. Proses tersebut dikawal dan didampingi oleh Yayasan SAHARI bersama Cabang Dinas Gugus Pulau II dan mitra konsorsium.

Dengan tersusunnya SOP ini, berbagai usulan dan kebutuhan pengawasan dari para pihak dapat dituangkan dalam satu dokumen bersama.

“Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan dalam memperkuat praktik pengawasan kolaboratif dan mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan di Pulau Buano dan sekitarnya,” harapnya.

  • Penulis: Jaya Barens

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Setahun Menjabat, Bupati Datangkan Investor Jepang ke Kepulauan Aru

    Belum Setahun Menjabat, Bupati Datangkan Investor Jepang ke Kepulauan Aru

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • visibility 306
    • 0Komentar

    DOBO.-DEMAL ; Belum genap satu tahun menjabat sebagai kepala daerah, Bupati Kepulauan Aru, Tomatius Kaidel langsung tancap gas, menunjukkan kinerja nyata melalui langkah strategis dengan mendatangkan investor asal Jepang ke wilayah tersebut, Sabtu 31 Januari 2026. Kehadiran investor asing ini dinilai sebagai bukti keseriusan kepemimpinan Tomatius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang investasi […]

  • Tingkatkan SDM,Pemkab Maluku Tenggara Siapkan Strategi Percepatan Pendidikan S2

    Tingkatkan SDM,Pemkab Maluku Tenggara Siapkan Strategi Percepatan Pendidikan S2

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • visibility 165
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Sosialisasi Program Pascasarjana Universitas Pattimura yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis 18 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menyampaikan apresiasi […]

  • Pengguna Armada Optimis MRT Bawa Perubahan di PD Panca Karya

    Pengguna Armada Optimis MRT Bawa Perubahan di PD Panca Karya

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • visibility 462
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Kabar pergantian jajaran direksi PD. Panca Karya mencuri perhatian masyarakat Maluku, enam tokoh yang dipilih Gubernur Maluku untuk menggantikan direksi yang lama dinilai sangat berkompeten. Manajemen dibawah M. Rany Tualeka (MRT), yang ditetapkan sebagai Direktur Utama  PD. Panca Karya, selain punya pengalaman politik, juga handal dalam bisnis, dia merupakan sosok bisnismen muda lokal. […]

  • Senator Bisri Tekankan Semua Investasi Bermasalah di Maluku Harus Dihentikan

    Senator Bisri Tekankan Semua Investasi Bermasalah di Maluku Harus Dihentikan

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • visibility 971
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Menteri Lingkungan Hidup diminta menghentikan segala proses investasi perusahaan-perusahaan yang bermasalah dengan tanah adat di Maluku. Salah satunya PT. Waragonda Minerals Pratama yang merusak dan melanggar sasi adat. “Untuk kasus PT.Waragonda, salah satu rekomendasi Komite I, meminta Kementerian Lingkungan Hidup menghentikan ijin operasinya,” hal ini disampaikan Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) […]

  • Rumput Laut dan Mangrove Bakal Jadi Pilar Pembangunan Maluku Tenggara

    Rumput Laut dan Mangrove Bakal Jadi Pilar Pembangunan Maluku Tenggara

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • visibility 284
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menekankan pentingnya penyelarasan produksi dan konservasi, keduanya harus berjalan beriringan agar keberlanjutan ekonomi tetap terjaga. “Laut memberi makan, laut memberi penghasilan, dan laut pula yang harus dijaga bersama,” kata Wakil Bupati saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027 tingkat Kecamatan Hoat Sorbay […]

  • Polres Kepulauan Aru Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa Baru SMA Katolik Yos Sudarso Dobo

    Polres Kepulauan Aru Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa Baru SMA Katolik Yos Sudarso Dobo

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DOBO, DEMAL ;– Polres Kepulauan Aru terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui edukasi yang menyasar lingkungan sekolah. Kali ini, sosialisasi diberikan kepada peserta didik baru SMA Katolik Yos Sudarso Dobo dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan P.S. Kasat Reserse […]

expand_less