Kamis, 3 Sep 2026
light_mode

Saat Info Iklim Menjangkau Nusa Maluku: Ikhtiar Yayasan SAHARI untuk Nelayan dan Petani Tangguh Iklim

  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALUKU TENGAH,-DEMAL;Yayasan SAHARI menggandeng BMKG untuk menyebarluaskan Sistem Informasi Cuaca dan Iklim (SICI) ke desa-desa di pulau kecil Maluku. Upaya mitigasi dan adaptasi ini merupakan bagian dari program Penguatan Kapasitas dan Ketangguhan Masyarakat Pesisisr serta Pulau Kecil (Desrana Kepulauan) yang didukung oleh Caritas Germany dan BNPB.

Agar data itu benar-benar tersampaikan kepada nelayan dan petani, sebuah tim kelompok kerja (pokja) pun dibentuk di tingkat desa. Sebagai langkah awal, Yayasan SAHARI telah menggelar pelatihan intensif  di Banda Naira, Maluku Tengah, pada 25 hingga 26 Agustus 2026 lalu.

Pelatihan tersebut melibatkan masing-masing tujuh delegasi desa dari Desa Pulau Ay, Selamon, dan Lautang.

Uniknya, para peserta desa tidak hanya terdiri dari perangkat desa formal seperti kepala desa, tiga anggota pokja, dan perwakilan tim Pengurangan Risiko Bencana (PRB), melainkan juga melibatkan tokoh masyarakat yang menguasai ilmu astronomi tradisional lokal Maluku, Nanaku.

Guna memperkuat pemahaman peserta, pelatihan ini menghadirkan pemateri kompeten, yaitu staf Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Merson Panggua serta staf Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Fadhil.       

Direktur Eksekutif Yayasan SAHARI, Petrus Wairissal, mengatakan sinergi antara data ilmiah BMKG dan ilmu kearifan lokal diharapkan menjadi pondasi bagi ketangguhan masyarakat pesisir dan pulau kecil Maluku.

Petrus menegaskan bahwa bekal ini penting agar nelayan dan petani di tiga desa pendampingan Yayasan SAHARI di Kepulauan Banda mampu melakukan mitigasi serta beradaptasi secara mandiri menghadapi perubahan iklim.

“Mengapa Yayasan SAHARI memilih Kepulauan Banda sebagai wilayah pendampingan karena wilayah ini salah satu wilayah yang sangat terdampak perubahan iklim,” kata Piet, sapaan karib Petrus, dalam kesempatan tersebut.

Melalui program Desrana Kepulauan, Piet melanjutkan pihaknya kemudian menggandeng BMKG untuk mendistribusikan SICI  kepada masyarakat di tingkat desa. Untuk mendukung distribusinya, telah dibentuk tim Pokja di masing-masing desa berjumlah tiga orang.

Bersamaan dengan itu, telah dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk teknis mendistribusikan SICI. Nantinya, SICI disampaikan tim pokja dengan memanfaatkan pengeras masjid, grup WhatsApp, dan marinyo.

“Nah, dalam kegiatan ini diperkuat lagi mengenai pengisian matriks SOP, pengembangan SICI dan pola distribusi data SICI supaya informasinya benar-benar tersampaikan ke nelayan dan petani,” jelas Piet sembari mengatakan peserta pelatihan lalu melakukan simulasi distribusi data SICI.

Menjaga Keberlanjutan Pasokan Data SICI

Guna menjaga pasokan data SICI berkelanjutan, Yayasan SAHARI memfasilitasi tiga kepala desa dan pihak BMKG menandatangani nota kesepakatan (PKS) di akhir kegiatan tersebut. Turut hadir Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Kamari, SP., M. Kom serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Carisz, Kainama, S.Si., M.Si.

“BMKG menyediakan data SICI, peran Yayasan SAHARI sebagai fasilitator untuk menghubungkan pemerintah desa dan BMKG. Untuk itu, saya berharap tim pokja ini tetap bekerja untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat desa,” harapnya.

Pemateri dan peserta berpose usai pelatihan intensif yang digelar Yayasan SAHARI di Banda Naira, Maluku Tengah.(dok Yayasan SAHARI)

Kegiatan serupa juga akan dilakukan di Desa Tonu Jaya, Soleh, Pulau Kelang, Seram Bagian Barat serta Desa Liang, Waai dan Tial, Pulau Ambon, Maluku Tengah.

Sistem penyebaran informasi tersebut merupakan kelanjutan dari proses pendampingan Yayasan SAHARI sebelumnya. Piet menuturkan sebelum sampai ke fase tersebut, pihaknya telah menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Plus dan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Pertanian.

Di dua sekolah nonformal ini, nelayan maupun petani diajarkan cara membaca data dan peta cuaca dan iklim di desa-desa di kabupaten tersebut.

”Jadi dalam kegiatan itu, kita melibatkan pihak Stasiun Meteorologi Ambon, Stasiun Klimatologi Maluku dan terakhir Stasiun Meteorologi Pattimura dan Banda,” jelasnya.

Dukung Distribusi Data SICI

Dukungan BMKG menjadi bagian penting dalam memastikan informasi cuaca dan iklim tersebut dapat diteruskan hingga ke masyarakat. Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari mengatakan BMKG siap mendukung masyarakat pulau kecil meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kami saling berkoordinasi dengan badan meteorologi yang ada di Maluku. Kami siap mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Di Banda Naira, dukungan tersebut salah satunya dilakukan melalui penyebaran informasi lewat grup WhatsApp. Kepala Stasiun Meteorologi Banda Naira, Carisz mengatakan kanal tersebut selama ini mencakup para pemangku kepentingan di Kepulauan Banda.

Ia mendorong kepala desa bergabung agar informasi dapat diteruskan ke masyarakat di tingkat desa.

“Untuk itu, kepada kepala-kepala desa yang hadir setelah ini boleh memasukkan nomor HP-nya,” katanya.

Selain informasi cuaca dan iklim, BMKG Banda Naira juga memantau ancaman gempa bumi yang kerap terjadi di Kepulauan Banda. Namun, pemantauan tersebut masih menghadapi keterbatasan karena stasiun BMKG setempat hanya memiliki satu alat pendeteksi gempa.

Diketahui, dalam pelatihan peserta dibekali dengan materi produk informasi cuaca di antaranya meliputi membaca analisa kondisi cuaca, prakiraan cuaca harian, karhutla, anomali suhu muka laut dan mengenal El Nino.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon dan satu orang staf, Kepala BMKG Stasiun Banda Naira dan tiga orang staf, Camat Banda, Direktur Yayasan SAHARI, Koordinator Program Destana, Koordinator Lapangan Program Destana, serta perwakilan masing-masing desa yang terdiri atas satu orang kepala pemerintahan administratif, dua orang perwakilan Tim PRB, tiga orang anggota tim pokja, dan tokoh masyarakat.

 

 

 

 

 

  • Penulis: Jaya Barens

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Lapen di SBB Senilai Rp7,3 M, Belum Dua Tahun Dipakai Sudah Rusak 

    Jalan Lapen di SBB Senilai Rp7,3 M, Belum Dua Tahun Dipakai Sudah Rusak 

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • visibility 429
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pembangunan jalan Lapen yang menghubungkan Desa Tahalupu-Dusun Tihu Pulau Kelang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) rusak parah, padahal baru dibangun pada tahun 2023 Paket ini dikerjakan oleh CV Putra Mulia yang beralamat di Buru Selatan, dengan menelan biaya sebesar Rp7,3 miliar  bersumber dari APBD Kabupaten SBB tahun anggaran 2023. Pemuda Lumbung Informasi Rakyat Provinsi […]

  • Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Oleh: Alimudin Kolatlena (Anggota DPR RI Frakdi Partai Gerindra Dapil Maluku)   Persoalan tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru, telah menjadi benang kusut yang menyandera Maluku selama bertahun-tahun. Di satu sisi, kita menyaksikan perputaran ekonomi yang cepat. Namun di sisi lain, ada harga mahal yang harus dibayar: kerusakan lingkungan yang masif, ancaman racun merkuri […]

  • Cara Pemkab Malra Lestarikan Hukum Adat Larvul Ngabal

    Cara Pemkab Malra Lestarikan Hukum Adat Larvul Ngabal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • visibility 438
    • 0Komentar

    MALRA-DM ; Dalam memeriahkan Hari Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara menggelar lomba hafalan tujuh pasal hukum adat Larvul Ngabal kepada para siswa-siswi SD dan SMP. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai adat yang terkandung dalam hukum Larvul Ngabal kepada generasi Kei sejak dini, serta upaya pemerintah untuk melestarikan bahasa lokal ditengah gempuran […]

  • Puluhan Anak SD Keracunan Makanan di Kabupaten SBB

    Puluhan Anak SD Keracunan Makanan di Kabupaten SBB

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • visibility 309
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Sebanyak 52 siswa SD dan PAUD kini menjalani perawatan intensip di Puskesmas Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Senin, 20 Oktober 2025. Para orang tua melarikan anak-anak mereka ke Puskesmas setelah alami pusing dan mulai diduga usai mengkonsumsi makanan bergizi gratis di  SD Inpres Talaga Gemba Kecamatan Kairatu. ” Harus ada evaluasi, distopkan sementara […]

  • Lantik 87 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Ingatkan Loyalitas dan Integritas

    Lantik 87 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Ingatkan Loyalitas dan Integritas

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • visibility 225
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL ; Sebanyak 87 pejabat Eselon III dan IV dalam jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru dilantik dan di ambil sumpah. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel saat melantik menekankan pentingnya integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintahan. “Pelantikan dan pengambilan sumpah ini merupakan suatu tanggung jawab besar bagi […]

  • RSUD Cendrawasih Dobo Masuk Program Percepatan Kesehatan Nasional

    RSUD Cendrawasih Dobo Masuk Program Percepatan Kesehatan Nasional

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • visibility 218
    • 0Komentar

    DOBO.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Aru dibawa kepimpinan Timotius Kaidel terus bekerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar, salah satunya merenovasi bangunan RSUD Cendrawasi Dobo melalui bantuan dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Batch 3 Kementrian Kesehatan RI. PHTC Bidang Kesehatan Batch 3 tahun ini fokus untuk meningkatkan RSUD dari tipe D ke C di daerah terpencil/perbatasan […]

expand_less