Jalan Lapen di SBB Senilai Rp7,3 M, Belum Dua Tahun Dipakai Sudah Rusak
- calendar_month Sel, 17 Jun 2025
- visibility 364
- comment 0 komentar

AMBON-DM : Pembangunan jalan Lapen yang menghubungkan Desa Tahalupu-Dusun Tihu Pulau Kelang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) rusak parah, padahal baru dibangun pada tahun 2023
Paket ini dikerjakan oleh CV Putra Mulia yang beralamat di Buru Selatan, dengan menelan biaya sebesar Rp7,3 miliar bersumber dari APBD Kabupaten SBB tahun anggaran 2023.
Pemuda Lumbung Informasi Rakyat Provinsi Maluku menduga, pembangunannya tidak sesuai dengan RAB, sehingga menurukan kualitas pekerjaan. Akibatnya kerusakan parah terjadi di sejumlah titik.
“ Jalan ini kondisinya sudah rusak total dan tidak bisa dinikmati oleh masyarakat setempat,” kata Sekretaris Pemuda LIRA Maluku, Salim Rumakefing dalam rilisnya kepada dekritmaluku.com. Rabu,17 Juni 2025.

Dugaan pembangunannya tidak sesuai RAB sebab, kerusakannya sangat parah, juga umur pakai jalan itu dari waktu pembangunan yang belum cukup dua tahun.
” Dan kami sudah siapkan untuk melaporkan pekerjaan proyek Kejaksaan Tinggi Maluku Maupun di Dirkrimsus Polda Maluku,” kata Salim.
Menurut Salim, pihak-pihak yang perlu dipanggil untuk nantinya diperiksa terkait dugaan tindak pidana pada pembangunan jalan ini antara lain Kepala Dinas PUPR Kabupaten Seram Bagian Barat, PPK maupun kontraktor pemenang tender.
Dari hasil investigasi yang dilakukan Pemuda LIRA Provinsi Maluku, tidak ditemukan struktur batu sebagai pondasi penahan aspal dibeberapa titik.
Tak hanya itu, ada dugaan pekerjannya asal-asalan sejak tahap pembukaan lahan, penghamparan agregat, penyemprotan aspal hingga pemadatan dan finishing.
“ Jika melihat kondisi dilapangan, kami menduga banyak bagian yang diabaikan dalam proses pekerjaan jalan Lapen,” bebernya.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar