Dalam Empat Tahun Hanya Dua Kali Pernikahan di MBD, Malteng 1000 Pernikahan/Tahun
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar

Ilustrasi
AMBON.-DEMAL:Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) cukup lambat, salah satu pengaruh yakni minimnya pernikahan di wilayah tersebut.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 2021 sampai tahun 2024 tak ada satupun pernikahan yang terekam di Kabupaten MBD. Tercatat nol pernikahan. Uniknya lagi, di tahun 2025 hanya dua kali pernikahan.
Saat ini jumlah penduduk MBD, 89,926 jiwa. Sejak tahun 2021-2025 pertumbuhan tiap tahun hanya 500-1000 jiwa.
Kondisi ini berbeda dengan Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah pernikahan tertinggi di Provinsi Maluku. Tiap tahun bahkan lebih dari 1000 orang menikah.
Sementara untuk urusan perceraian, tertinggi pertama diraih Kota Ambon, disusul Kabupaten Buru.
Perceraian di Kota Ambon dalam empat tahun terakhir sejak 2021 masih diangka 200-300 perceraian per tahun.
Sementara Kabupaten Buru diangka 100-200 kali perceraian per tahun.
Anehnya, angka perceraian di Kota Ambon bahkan hampir mendekati seper empat dari angka pernikahan yang terjadi tiap tahunnya.
Ada sejumlah alasan warga Kota Ambon mengakhiri pernikahan atau saling menceraikan, tapi umumnya itu lebih didominasi oleh faktor salah paham yang memicu perselisihan secara terus menerus. (*)

Saat ini belum ada komentar